<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Tuntaskan Kasus Mafia Tanah, Polisi Koordinasi dengan Kementerian ART/BPN   </title><description>Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono menerima kunjungan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/08/338/2089401/tuntaskan-kasus-mafia-tanah-polisi-koordinasi-dengan-kementerian-art-bpn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/08/338/2089401/tuntaskan-kasus-mafia-tanah-polisi-koordinasi-dengan-kementerian-art-bpn"/><item><title> Tuntaskan Kasus Mafia Tanah, Polisi Koordinasi dengan Kementerian ART/BPN   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/08/338/2089401/tuntaskan-kasus-mafia-tanah-polisi-koordinasi-dengan-kementerian-art-bpn</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/08/338/2089401/tuntaskan-kasus-mafia-tanah-polisi-koordinasi-dengan-kementerian-art-bpn</guid><pubDate>Kamis 08 Agustus 2019 15:45 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/08/338/2089401/tuntaskan-kasus-mafia-tanah-polisi-koordinasi-dengan-kementerian-art-bpn-84KZzgxmYx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot dan Sofyan Djalil (foto: Sarah/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/08/338/2089401/tuntaskan-kasus-mafia-tanah-polisi-koordinasi-dengan-kementerian-art-bpn-84KZzgxmYx.jpg</image><title>Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot dan Sofyan Djalil (foto: Sarah/Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono menerima kunjungan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil pada Kamis (8/8/2019).

Maksud dan dari pertemuan keduanya adalah untuk melakukan koordinasi antara pihak kepolisian dan Kementerian ATR/BPN terhadap kasus mafia tanah yang saat ini tengah terjadi di Ibu Kota.

&quot;Beliau koordinasi dan kerja sama tuk mengungkap semua mafia-mafia yang ada, supaya tidak ada lagi masyarakat yang jadi korban dari mafia tanah ini maupun investor-investor yang akan datang ke Indonesia ini,&quot; ujar Gatot Eddy di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/8/2019).
&amp;nbsp;
Gatot pun menjelaskan, kalau bantuan yang akan diberikan Kementerian ATR/BPN adalah untuk menemukan surat-surat tanah yang palsu dan menemukan oknum yang mengeluarkan pemalsuan surat-surat tersebut.

&quot;Dengan demikian praktek-praktek sertifikat dan lain-lain bisa kita hindari. Yang kejadian kemarin saya pikir ini adalah bagian upaya kepolisian dalam memerangi mafia pada umumnya terutama mafia tanah,&quot; timpal Sofyan Djalil.

Sofyan Djalil pun mengapresiasi salah satu tindakan cepat yang dilakukan oleh pihak Polda Metro Jaya yang berhasil meringkus pelaku sindikat penjualan rumah mewah senilai Rp15 miliar di kawasan Tebet, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

&quot;Tapi mafia tanah yang lain sekarang kita kerjasama dengan kepolisian. Kalau ada mafia tanah yang memalsukan dokumen dan lain-lain kita laporkan ke pihak kepolisan dan alhamdulillah ditindak tegas kepolisian,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono menerima kunjungan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil pada Kamis (8/8/2019).

Maksud dan dari pertemuan keduanya adalah untuk melakukan koordinasi antara pihak kepolisian dan Kementerian ATR/BPN terhadap kasus mafia tanah yang saat ini tengah terjadi di Ibu Kota.

&quot;Beliau koordinasi dan kerja sama tuk mengungkap semua mafia-mafia yang ada, supaya tidak ada lagi masyarakat yang jadi korban dari mafia tanah ini maupun investor-investor yang akan datang ke Indonesia ini,&quot; ujar Gatot Eddy di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/8/2019).
&amp;nbsp;
Gatot pun menjelaskan, kalau bantuan yang akan diberikan Kementerian ATR/BPN adalah untuk menemukan surat-surat tanah yang palsu dan menemukan oknum yang mengeluarkan pemalsuan surat-surat tersebut.

&quot;Dengan demikian praktek-praktek sertifikat dan lain-lain bisa kita hindari. Yang kejadian kemarin saya pikir ini adalah bagian upaya kepolisian dalam memerangi mafia pada umumnya terutama mafia tanah,&quot; timpal Sofyan Djalil.

Sofyan Djalil pun mengapresiasi salah satu tindakan cepat yang dilakukan oleh pihak Polda Metro Jaya yang berhasil meringkus pelaku sindikat penjualan rumah mewah senilai Rp15 miliar di kawasan Tebet, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

&quot;Tapi mafia tanah yang lain sekarang kita kerjasama dengan kepolisian. Kalau ada mafia tanah yang memalsukan dokumen dan lain-lain kita laporkan ke pihak kepolisan dan alhamdulillah ditindak tegas kepolisian,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
