<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Informasi Pribadi Diplomatnya Dipublikasikan, AS Sebut Beijing &quot;Rezim Preman&quot;</title><description>Informasi itu dipublikasikan setelah diplomat AS bertemu dengan tokoh pro-demokrasi Hong Kong.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/09/18/2089934/informasi-pribadi-diplomatnya-dipublikasikan-as-sebut-beijing-rezim-preman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/09/18/2089934/informasi-pribadi-diplomatnya-dipublikasikan-as-sebut-beijing-rezim-preman"/><item><title>Informasi Pribadi Diplomatnya Dipublikasikan, AS Sebut Beijing &quot;Rezim Preman&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/09/18/2089934/informasi-pribadi-diplomatnya-dipublikasikan-as-sebut-beijing-rezim-preman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/09/18/2089934/informasi-pribadi-diplomatnya-dipublikasikan-as-sebut-beijing-rezim-preman</guid><pubDate>Jum'at 09 Agustus 2019 17:16 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/09/18/2089934/informasi-pribadi-diplomatnya-dipublikasikan-as-sebut-beijing-rezim-preman-eCkjXwSPZ7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/09/18/2089934/informasi-pribadi-diplomatnya-dipublikasikan-as-sebut-beijing-rezim-preman-eCkjXwSPZ7.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>WASHINGTON &amp;ndash; Amerika Serikat (AS) mengecam China sebagai &amp;ldquo;rezim preman&amp;rdquo; setelah Beijing mengungkap informasi pribadi seorang diplomatnya yang bertemu dengan pimpinan gerakan pro-demokrasi Hong Kong.
&quot;Saya tidak berpikir membocorkan informasi pribadi, foto, nama anak-anak diplomat Amerika; Saya tidak berpikir itu adalah protes formal, itulah yang akan dilakukan oleh rezim preman,&quot; kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus dalam press briefing di Washington sebagaimana dilansir Sputnik, Jumat (9/8/2019).
BACA JUGA: Pertemuan Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong dengan Pejabat Konsulat AS Munculkan Kecurigaan
&quot;Itu bukanlah bagaimana bangsa yang bertanggung jawab akan berperilaku. Memublikasikan semua informasi pribadi seorang diplomat Amerika sama sekali tidak dapat diterima.&quot;
Sebelumnya, pada Kamis, China menuntut agar diplomat AS berhenti mencampuri urusan Hong Kong. Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri China mendesak kantor diplomatik AS untuk berhenti melakukan pertemuan dengan demonstran anti-Beijing di Hong Kong dan berhenti mencampuri urusan kota itu.
Kerusuhan yang terjadi di Hong Kong telah memasuki bulan ketiga setelah diawali dengan demonstrasi besar-besaran menentang rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang kontroversial. Namun, meski pengesahan RUU tersebut akhirnya dibatalkan, demonstrasi terus berlangsung.
</description><content:encoded>WASHINGTON &amp;ndash; Amerika Serikat (AS) mengecam China sebagai &amp;ldquo;rezim preman&amp;rdquo; setelah Beijing mengungkap informasi pribadi seorang diplomatnya yang bertemu dengan pimpinan gerakan pro-demokrasi Hong Kong.
&quot;Saya tidak berpikir membocorkan informasi pribadi, foto, nama anak-anak diplomat Amerika; Saya tidak berpikir itu adalah protes formal, itulah yang akan dilakukan oleh rezim preman,&quot; kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus dalam press briefing di Washington sebagaimana dilansir Sputnik, Jumat (9/8/2019).
BACA JUGA: Pertemuan Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong dengan Pejabat Konsulat AS Munculkan Kecurigaan
&quot;Itu bukanlah bagaimana bangsa yang bertanggung jawab akan berperilaku. Memublikasikan semua informasi pribadi seorang diplomat Amerika sama sekali tidak dapat diterima.&quot;
Sebelumnya, pada Kamis, China menuntut agar diplomat AS berhenti mencampuri urusan Hong Kong. Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri China mendesak kantor diplomatik AS untuk berhenti melakukan pertemuan dengan demonstran anti-Beijing di Hong Kong dan berhenti mencampuri urusan kota itu.
Kerusuhan yang terjadi di Hong Kong telah memasuki bulan ketiga setelah diawali dengan demonstrasi besar-besaran menentang rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang kontroversial. Namun, meski pengesahan RUU tersebut akhirnya dibatalkan, demonstrasi terus berlangsung.
</content:encoded></item></channel></rss>
