<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penembak Massal di El Paso Texas Mengaku Sengaja Menyasar Orang Meksiko</title><description>Pelaku penembakan massal di El Paso, Texas, Amerika Serikat membuat pengakuan mengejutkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/10/18/2090155/penembak-massal-di-el-paso-texas-mengaku-sengaja-menyasar-orang-meksiko</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/10/18/2090155/penembak-massal-di-el-paso-texas-mengaku-sengaja-menyasar-orang-meksiko"/><item><title>Penembak Massal di El Paso Texas Mengaku Sengaja Menyasar Orang Meksiko</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/10/18/2090155/penembak-massal-di-el-paso-texas-mengaku-sengaja-menyasar-orang-meksiko</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/10/18/2090155/penembak-massal-di-el-paso-texas-mengaku-sengaja-menyasar-orang-meksiko</guid><pubDate>Sabtu 10 Agustus 2019 10:54 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/10/18/2090155/penembak-massal-di-el-paso-texas-mengaku-sengaja-menyasar-orang-meksiko-UalTY7oJGL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga mengenang korban penembakan massal di El Paso, Texas, Amerika Serikat (Foto AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/10/18/2090155/penembak-massal-di-el-paso-texas-mengaku-sengaja-menyasar-orang-meksiko-UalTY7oJGL.jpg</image><title>Warga mengenang korban penembakan massal di El Paso, Texas, Amerika Serikat (Foto AP)</title></images><description>PATRICK Crusius (21), warga Texas yang membantai 22 orang di sebuah toko serba ada di Kota El Paso, Texas, Amerika Serikat dekat perbatasan Meksiko mengatakan kepada polisi bahwa ia &amp;ldquo;sengaja menarget orang-orang Meksiko.&amp;rdquo;
Pernyataan ini diterbitkan hari Jumat 9 Agustus kemarin oleh media Amerika.
Surat tuduhan yang dikenakan atas Patrick Crusius juga mengatakan bahwa ketika polisi mendekati mobilnya, Crusius mengangkat tangan dan berkata, &quot;Sayalah penembaknya.&amp;rdquo;
Ketika berada di kantor polisi, Crusius tidak menggunakan haknya untuk didampingi pengacara dan mengatakan kepada polisi bahwa sasarannya adalah &amp;ldquo;orang-orang Meksiko,&amp;rdquo; kata surat tuduhan yang diperoleh harian Washington Post dan surat kabar lainnya.
Baca juga: Tidak Ada WNI Jadi Korban dalam Penembakan Massal di Texas
Sebelum melancarkan aksinya, pada Sabtu 3 Agustus 2019, Crusius memposting sebuah &amp;ldquo;manifesto&amp;rdquo; yang bernada supremasi kulit putih, dan menyatakan ketakutannya akan &amp;ldquo;invasi oleh orang-orang hispanik&amp;rdquo; di Texas.
Baca juga: Pelaku Penembakan Massal Texas Terinspirasi Serangan Masjid di Christchurch
Delapan orang yang tewas dalam penembakan massal itu adalah warga Meksiko dan banyak korban lainnya warga Amerika keturunan hispanik.
</description><content:encoded>PATRICK Crusius (21), warga Texas yang membantai 22 orang di sebuah toko serba ada di Kota El Paso, Texas, Amerika Serikat dekat perbatasan Meksiko mengatakan kepada polisi bahwa ia &amp;ldquo;sengaja menarget orang-orang Meksiko.&amp;rdquo;
Pernyataan ini diterbitkan hari Jumat 9 Agustus kemarin oleh media Amerika.
Surat tuduhan yang dikenakan atas Patrick Crusius juga mengatakan bahwa ketika polisi mendekati mobilnya, Crusius mengangkat tangan dan berkata, &quot;Sayalah penembaknya.&amp;rdquo;
Ketika berada di kantor polisi, Crusius tidak menggunakan haknya untuk didampingi pengacara dan mengatakan kepada polisi bahwa sasarannya adalah &amp;ldquo;orang-orang Meksiko,&amp;rdquo; kata surat tuduhan yang diperoleh harian Washington Post dan surat kabar lainnya.
Baca juga: Tidak Ada WNI Jadi Korban dalam Penembakan Massal di Texas
Sebelum melancarkan aksinya, pada Sabtu 3 Agustus 2019, Crusius memposting sebuah &amp;ldquo;manifesto&amp;rdquo; yang bernada supremasi kulit putih, dan menyatakan ketakutannya akan &amp;ldquo;invasi oleh orang-orang hispanik&amp;rdquo; di Texas.
Baca juga: Pelaku Penembakan Massal Texas Terinspirasi Serangan Masjid di Christchurch
Delapan orang yang tewas dalam penembakan massal itu adalah warga Meksiko dan banyak korban lainnya warga Amerika keturunan hispanik.
</content:encoded></item></channel></rss>
