<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasar Wisata Digital Dayeuh Manggung 2019 Bakal Diwarnai Berbagai Atraksi Budaya</title><description>Pasar Wisata Digital Dayeuh Manggung, bakal dibuka di Desa Subatan, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, pada Selasa 13 Agustus 2019.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/12/1/2090694/pasar-wisata-digital-dayeuh-manggung-2019-bakal-diwarnai-berbagai-atraksi-budaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/12/1/2090694/pasar-wisata-digital-dayeuh-manggung-2019-bakal-diwarnai-berbagai-atraksi-budaya"/><item><title>Pasar Wisata Digital Dayeuh Manggung 2019 Bakal Diwarnai Berbagai Atraksi Budaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/12/1/2090694/pasar-wisata-digital-dayeuh-manggung-2019-bakal-diwarnai-berbagai-atraksi-budaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/12/1/2090694/pasar-wisata-digital-dayeuh-manggung-2019-bakal-diwarnai-berbagai-atraksi-budaya</guid><pubDate>Senin 12 Agustus 2019 07:55 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/12/1/2090694/pasar-wisata-digital-dayeuh-manggung-2019-bakal-diwarnai-berbagai-atraksi-budaya-nmfCE78VOW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: dok.Humas Kemenpar</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/12/1/2090694/pasar-wisata-digital-dayeuh-manggung-2019-bakal-diwarnai-berbagai-atraksi-budaya-nmfCE78VOW.jpg</image><title>Foto: dok.Humas Kemenpar</title></images><description>JAKARTA - Pasar Wisata Digital Dayeuh Manggung, bakal dibuka di Desa Subatan, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, pada Selasa 13 Agustus 2019. Berbagai persiapan pun dilakukan sebelum peresmiannya.
&quot;Ini merupakan sebuah brand new dari konsep sebuah pasar. Pasarnya modern dan sangat kekinian, dan yang pasti unik. Atraksinya banyak, tempat yang pas untuk bersantai menghabiskan waktu di Garut. Yang pasti semua akan diajak merasakan keseruan di destinasi digital ini,&quot; ujar Bupati Garut Rudy Gunawan yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Garut Budi Gan Gan, Minggu (11/8/2019).
Berbagai pertujunjukan atraksi budaya yang akan disajikan pada acara ini, seperti Pencak Silat, Karawitan Gending, Arumba Sonagar, Jaipong, Seni Bangreng, dan berbagai atraksi lainnya. Anak-anak disabilitas dalam perkumpulan Sabilulungan pun dipastikan akan ikut menghebohkan destinasi digital tersebut. Mereka akan menampilkan atraksi angklung, pencak silat, dan musik.
Lebih lanjut, berbagai kuliner tradisional juga akan disuguhkan pada Pasar Wisata Digital Dayeuh Mnggng. Bahkan akan ada ada atraksi munum teh yang dikemas sedemikian rupa. Sudah begitu spot instagramablenya banyak. Semua dikonsepkan untuk memenuhi hasrat kaum milenial.
&quot;Jadi kesimpulannya adalah tidak melulu pasar adalah transaksi jual beli, karena dari konsepnya saja sudah sangat menarik dengan berbagai tambahan pemanis yang menjadikannya berbeda dari destinasi lainnya. Dan pastinya juga akan menjadi panggung bagi siapa pun seperti anak dengan kebutuhan khusus,&quot; timpal Kadisparbud Garut Budi Gan Gan.
Lebih asyik lagi semua itu dibalut dalam nuansa alam Tanah Sunda. Sebab sesuai namanya destinasi ini berada di kawasan Perkebunan Teh Dayeuh Manggung. Nuansa kesejukan kebun teh begitu terasa di tempat ini. View-nya jangan ditanya, sudah pasti indah. Belum lagi berbagai bangunan peninggalan Belanda yang banyak ditemui di destinasi tersebut.
Menurut Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, Dayeuh Manggung merupakan destinasi yang memiliki potensi keindahan alam yang luar biasa  &quot;Selain itu kehidupan masyarakat Desa Dayeuh Manggung yang harmonis menjadi salah satu daya tarik sendiri. Dan ini yang ingin kita angkat bersama dengan seluruh stakeholder supaya destinasi ini makin booming. Dengan begitu akan semakin mengangkat sektor pariwisata Garut. Imbasnya tentu terangkatnya kesejahteraan masyarakat lewat pariwisata,&quot; ujarnya..
Sementara Menteri Pariwisata juga turut merespons hal tersebut. Baginya destinasi digital merupakan langkah tepat untuk mengangkat sebuah destinasi. Saking hebatnya, bahkan soal destinasi digital ini ditulis oleh Professor Renald Khasali.
&quot;Apakah ini akan berpengaruh mendatangkan orang luar? Buktinya setiap kita buat destinasi digital, ribuan orang datang ke sana. Destinasi digital telah memenuhi kebutuhan para netizen. Mereka ingin selfie, destinasinya harus instagramable,&quot; ujar Arief Yahya.
Ia menambahkan, kebutuhan seperti ini adalah kebutuhan untuk diakui. Tidak hanya terjadi di anak muda, tapi juga orangtua. &quot;Kalau ini meledak di anak muda dan Indonesia, maka akan meledak juga di dunia. Karena sekarang ini eranya digital, eranya industri 4.0. Destinasi yang dibutuhkan ya destinasi digital,&quot; pungkas Arief.</description><content:encoded>JAKARTA - Pasar Wisata Digital Dayeuh Manggung, bakal dibuka di Desa Subatan, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, pada Selasa 13 Agustus 2019. Berbagai persiapan pun dilakukan sebelum peresmiannya.
&quot;Ini merupakan sebuah brand new dari konsep sebuah pasar. Pasarnya modern dan sangat kekinian, dan yang pasti unik. Atraksinya banyak, tempat yang pas untuk bersantai menghabiskan waktu di Garut. Yang pasti semua akan diajak merasakan keseruan di destinasi digital ini,&quot; ujar Bupati Garut Rudy Gunawan yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Garut Budi Gan Gan, Minggu (11/8/2019).
Berbagai pertujunjukan atraksi budaya yang akan disajikan pada acara ini, seperti Pencak Silat, Karawitan Gending, Arumba Sonagar, Jaipong, Seni Bangreng, dan berbagai atraksi lainnya. Anak-anak disabilitas dalam perkumpulan Sabilulungan pun dipastikan akan ikut menghebohkan destinasi digital tersebut. Mereka akan menampilkan atraksi angklung, pencak silat, dan musik.
Lebih lanjut, berbagai kuliner tradisional juga akan disuguhkan pada Pasar Wisata Digital Dayeuh Mnggng. Bahkan akan ada ada atraksi munum teh yang dikemas sedemikian rupa. Sudah begitu spot instagramablenya banyak. Semua dikonsepkan untuk memenuhi hasrat kaum milenial.
&quot;Jadi kesimpulannya adalah tidak melulu pasar adalah transaksi jual beli, karena dari konsepnya saja sudah sangat menarik dengan berbagai tambahan pemanis yang menjadikannya berbeda dari destinasi lainnya. Dan pastinya juga akan menjadi panggung bagi siapa pun seperti anak dengan kebutuhan khusus,&quot; timpal Kadisparbud Garut Budi Gan Gan.
Lebih asyik lagi semua itu dibalut dalam nuansa alam Tanah Sunda. Sebab sesuai namanya destinasi ini berada di kawasan Perkebunan Teh Dayeuh Manggung. Nuansa kesejukan kebun teh begitu terasa di tempat ini. View-nya jangan ditanya, sudah pasti indah. Belum lagi berbagai bangunan peninggalan Belanda yang banyak ditemui di destinasi tersebut.
Menurut Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, Dayeuh Manggung merupakan destinasi yang memiliki potensi keindahan alam yang luar biasa  &quot;Selain itu kehidupan masyarakat Desa Dayeuh Manggung yang harmonis menjadi salah satu daya tarik sendiri. Dan ini yang ingin kita angkat bersama dengan seluruh stakeholder supaya destinasi ini makin booming. Dengan begitu akan semakin mengangkat sektor pariwisata Garut. Imbasnya tentu terangkatnya kesejahteraan masyarakat lewat pariwisata,&quot; ujarnya..
Sementara Menteri Pariwisata juga turut merespons hal tersebut. Baginya destinasi digital merupakan langkah tepat untuk mengangkat sebuah destinasi. Saking hebatnya, bahkan soal destinasi digital ini ditulis oleh Professor Renald Khasali.
&quot;Apakah ini akan berpengaruh mendatangkan orang luar? Buktinya setiap kita buat destinasi digital, ribuan orang datang ke sana. Destinasi digital telah memenuhi kebutuhan para netizen. Mereka ingin selfie, destinasinya harus instagramable,&quot; ujar Arief Yahya.
Ia menambahkan, kebutuhan seperti ini adalah kebutuhan untuk diakui. Tidak hanya terjadi di anak muda, tapi juga orangtua. &quot;Kalau ini meledak di anak muda dan Indonesia, maka akan meledak juga di dunia. Karena sekarang ini eranya digital, eranya industri 4.0. Destinasi yang dibutuhkan ya destinasi digital,&quot; pungkas Arief.</content:encoded></item></channel></rss>
