<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terjangan Topan Lekima Tewaskan 44 Orang di Bagian Timur China</title><description>Jumlah korban tewas bertambah 12 orang sejak Minggu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/12/18/2090923/terjangan-topan-lekima-tewaskan-44-orang-di-bagian-timur-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/12/18/2090923/terjangan-topan-lekima-tewaskan-44-orang-di-bagian-timur-china"/><item><title>Terjangan Topan Lekima Tewaskan 44 Orang di Bagian Timur China</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/12/18/2090923/terjangan-topan-lekima-tewaskan-44-orang-di-bagian-timur-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/12/18/2090923/terjangan-topan-lekima-tewaskan-44-orang-di-bagian-timur-china</guid><pubDate>Senin 12 Agustus 2019 16:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/12/18/2090923/terjangan-topan-lekima-tewaskan-44-orang-di-bagian-timur-china-UtuprimLOK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/12/18/2090923/terjangan-topan-lekima-tewaskan-44-orang-di-bagian-timur-china-UtuprimLOK.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>BEIJING &amp;ndash; Korban tewas akibat terjangan Topan Lekima di bagian timur China dilaporkan bertambah menjadi 44 orang pada Senin. Topan dahsyat itu bergerak ke arah pantai dan menyebabkan kerusakan dan kerugian ekonomi yang ditaksir mencapai miliaran dolar.
Pada Minggu, kantor siaran pemerintah, CCTV menyebutkan jumlah korban tewas sebanyak 32 orang.
Berdasarkan data dari biro darurat provinsi dan media pemerintah yang dilansir Reuters, Senin (12/8/2019), 12 korban tewas lainnya dilaporkan pada Senin, termasuk tujuh korban tewas dari Provinsi Zhejiang dan lima korban tewas di Shangdong. Sebanyak 16 orang dilaporkan masih hilang.
BACA JUGA: Topan Lekima Terjang China, Tewaskan 13 Korban dan Paksa Satu Juta Orang Mengungsi
Topan Lekima mendarat di Provinsi Zhejiang China pada Sabtu pagi, membawa angin dengan kecepatan hingga 187km/jam. Sejak saat itu, pusat badai telah bergerak ke utara melalui Shandong menuju ke lepas pantai.
Banyak dari kematian sebelumnya terjadi ketika sebuah bendungan alami di Zhejiang jebol setelah menampung curah hujan setinggi 160mm yang turun hanya dalam waktu tiga jam.
Biro Manajemen Darurat Shandong mengatakan lebih dari 180.000 orang telah diungsikan di provinsi itu. Jumlah tersebut menambah angka sekira 1 juta orang di Provinsi Zhejiang dan Jiangsu serta pusat keuangan Shanghai yang telah dievakuasi sebelumnya.
Informasi terbaru dari Shandong menjadikan total perkiraan kerugian ekonomi di China akibat badai membengkak menjadi 18 miliar yuan (sekira Rp36 triliun), termasuk kerusakan pada 364.000 hektar tanaman dan lebih dari 36.000 rumah. Shandong sendiri memperkirakan total dampak ekonomi pada pertaniannya mencapai 939 juta yuan (sekira Rp1,8 triliun).
BACA JUGA: Baru Diguncang Gempa Magnitudo 6, Taiwan Akan Hadapi Terjangan Topan Dahsyat
Qingdao, pusat wisata populer di Shandong timur, mengeluarkan peringatan tingkat merah pada Minggu, menutup semua lokasi turis dan menangguhkan 127 layanan kereta api dan semua layanan bus jarak jauh.
Lekima adalah topan kesembilan yang menerjang China pada tahun ini. Kantor siaran China pada Minggu mengatakan bahwa lebih dari 3.200 penerbangan telah dibatalkan tetapi beberapa penundaan pada jalur kereta api berkecepatan tinggi telah dicabut.
Topan itu diperkirakan akan melemah saat menuju barat laut lepas pantai Shandong ke laut di sebelah timur Ibu Kota Beijing.
</description><content:encoded>BEIJING &amp;ndash; Korban tewas akibat terjangan Topan Lekima di bagian timur China dilaporkan bertambah menjadi 44 orang pada Senin. Topan dahsyat itu bergerak ke arah pantai dan menyebabkan kerusakan dan kerugian ekonomi yang ditaksir mencapai miliaran dolar.
Pada Minggu, kantor siaran pemerintah, CCTV menyebutkan jumlah korban tewas sebanyak 32 orang.
Berdasarkan data dari biro darurat provinsi dan media pemerintah yang dilansir Reuters, Senin (12/8/2019), 12 korban tewas lainnya dilaporkan pada Senin, termasuk tujuh korban tewas dari Provinsi Zhejiang dan lima korban tewas di Shangdong. Sebanyak 16 orang dilaporkan masih hilang.
BACA JUGA: Topan Lekima Terjang China, Tewaskan 13 Korban dan Paksa Satu Juta Orang Mengungsi
Topan Lekima mendarat di Provinsi Zhejiang China pada Sabtu pagi, membawa angin dengan kecepatan hingga 187km/jam. Sejak saat itu, pusat badai telah bergerak ke utara melalui Shandong menuju ke lepas pantai.
Banyak dari kematian sebelumnya terjadi ketika sebuah bendungan alami di Zhejiang jebol setelah menampung curah hujan setinggi 160mm yang turun hanya dalam waktu tiga jam.
Biro Manajemen Darurat Shandong mengatakan lebih dari 180.000 orang telah diungsikan di provinsi itu. Jumlah tersebut menambah angka sekira 1 juta orang di Provinsi Zhejiang dan Jiangsu serta pusat keuangan Shanghai yang telah dievakuasi sebelumnya.
Informasi terbaru dari Shandong menjadikan total perkiraan kerugian ekonomi di China akibat badai membengkak menjadi 18 miliar yuan (sekira Rp36 triliun), termasuk kerusakan pada 364.000 hektar tanaman dan lebih dari 36.000 rumah. Shandong sendiri memperkirakan total dampak ekonomi pada pertaniannya mencapai 939 juta yuan (sekira Rp1,8 triliun).
BACA JUGA: Baru Diguncang Gempa Magnitudo 6, Taiwan Akan Hadapi Terjangan Topan Dahsyat
Qingdao, pusat wisata populer di Shandong timur, mengeluarkan peringatan tingkat merah pada Minggu, menutup semua lokasi turis dan menangguhkan 127 layanan kereta api dan semua layanan bus jarak jauh.
Lekima adalah topan kesembilan yang menerjang China pada tahun ini. Kantor siaran China pada Minggu mengatakan bahwa lebih dari 3.200 penerbangan telah dibatalkan tetapi beberapa penundaan pada jalur kereta api berkecepatan tinggi telah dicabut.
Topan itu diperkirakan akan melemah saat menuju barat laut lepas pantai Shandong ke laut di sebelah timur Ibu Kota Beijing.
</content:encoded></item></channel></rss>
