<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemadaman Api di Gunung Sumbing Belum Gunakan Heli Water Bombing, Ini Alasannya</title><description>Pemadaman kebakaran di kawasan hutan Gunung Sumbing masih belum menggunakan heli water bombing.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/12/512/2090921/pemadaman-api-di-gunung-sumbing-belum-gunakan-heli-water-bombing-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/12/512/2090921/pemadaman-api-di-gunung-sumbing-belum-gunakan-heli-water-bombing-ini-alasannya"/><item><title>Pemadaman Api di Gunung Sumbing Belum Gunakan Heli Water Bombing, Ini Alasannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/12/512/2090921/pemadaman-api-di-gunung-sumbing-belum-gunakan-heli-water-bombing-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/12/512/2090921/pemadaman-api-di-gunung-sumbing-belum-gunakan-heli-water-bombing-ini-alasannya</guid><pubDate>Senin 12 Agustus 2019 16:03 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/12/512/2090921/pemadaman-api-di-gunung-sumbing-belum-gunakan-heli-water-bombing-ini-alasannya-JNgtmDVsid.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Helikopter Water Bombing Milik BNPB (foto: Taufik Budi/iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/12/512/2090921/pemadaman-api-di-gunung-sumbing-belum-gunakan-heli-water-bombing-ini-alasannya-JNgtmDVsid.jpg</image><title>Helikopter Water Bombing Milik BNPB (foto: Taufik Budi/iNews)</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Pemadaman kebakaran di kawasan hutan Gunung Sumbing terus dilakukan oleh tim gabungan. Mereka berjibaku menjinakkan api dengan peralatan seadanya di tengah kondisi cuaca yang cepat berubah dan  medal terjal pegunungan.

Kepala Pelaksana (Kalaks) Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sudaryanto, menyampaikan, pemadaman juga akan melibatkan dari udara semabru melihat perkembangan di lapangan. Namun, untuk saat ini masih dilakukan secara manual.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Penyebab Kebakaran di Gunung Sumbing&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Ya pasti (dengan water bombing) kalau sudah ada pernyataan siaga darurat dari masing-masing kepala daerah,&amp;rdquo; kata Sudaryanto, Senin (12/8/2019).

Menurutnya, luas lahan yang terbakar luasannya mencapai 4-5 hektare di wilayah Desa Banyumudal Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo. Kobaran api mulai diketahui pada Minggu 11 Agustus 2019 sore, oleh warga bersama tim gabungan.

&amp;ldquo;Sampai saat ini masih dalam proses pemadaman (api). Tim gabungan yang terlibat di antaranya kelompok masyarakat, BPBD, TNI, Polri, dan tim Perhutani,&amp;rdquo; tambah dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gunung Sumbing Terbakar, 100 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Pemadaman&amp;nbsp;
Sebelumnya, Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, mengatakan, sedikitanya 100 personel gabungan diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan penyisiran titik api. Penyisiran bertujuan untuk memastikan api benar-benar padam.

&quot;Pagi tadi pemantauan melalui teropong atau binocular juga masih ada titik asap di Gunung Sumbing, wilayah Magelang. Petak 29-1 ada tunggak kayu masih terbakar sedang dalam pemadaman oleh petugas/mandor perhutani wilayah Wonosobo,&quot; kata Agus melalui keterangan tertulis.
</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Pemadaman kebakaran di kawasan hutan Gunung Sumbing terus dilakukan oleh tim gabungan. Mereka berjibaku menjinakkan api dengan peralatan seadanya di tengah kondisi cuaca yang cepat berubah dan  medal terjal pegunungan.

Kepala Pelaksana (Kalaks) Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sudaryanto, menyampaikan, pemadaman juga akan melibatkan dari udara semabru melihat perkembangan di lapangan. Namun, untuk saat ini masih dilakukan secara manual.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini Penyebab Kebakaran di Gunung Sumbing&amp;nbsp;

&amp;ldquo;Ya pasti (dengan water bombing) kalau sudah ada pernyataan siaga darurat dari masing-masing kepala daerah,&amp;rdquo; kata Sudaryanto, Senin (12/8/2019).

Menurutnya, luas lahan yang terbakar luasannya mencapai 4-5 hektare di wilayah Desa Banyumudal Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo. Kobaran api mulai diketahui pada Minggu 11 Agustus 2019 sore, oleh warga bersama tim gabungan.

&amp;ldquo;Sampai saat ini masih dalam proses pemadaman (api). Tim gabungan yang terlibat di antaranya kelompok masyarakat, BPBD, TNI, Polri, dan tim Perhutani,&amp;rdquo; tambah dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gunung Sumbing Terbakar, 100 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Pemadaman&amp;nbsp;
Sebelumnya, Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo, mengatakan, sedikitanya 100 personel gabungan diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan penyisiran titik api. Penyisiran bertujuan untuk memastikan api benar-benar padam.

&quot;Pagi tadi pemantauan melalui teropong atau binocular juga masih ada titik asap di Gunung Sumbing, wilayah Magelang. Petak 29-1 ada tunggak kayu masih terbakar sedang dalam pemadaman oleh petugas/mandor perhutani wilayah Wonosobo,&quot; kata Agus melalui keterangan tertulis.
</content:encoded></item></channel></rss>
