<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemendes PDTT Minta Dana Desa Diarahkan ke Sektor Produktif</title><description>Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo meminta dana desa diarahkan ke sektor produktif seperti kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/13/1/2091417/kemendes-pdtt-minta-dana-desa-diarahkan-ke-sektor-produktif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/13/1/2091417/kemendes-pdtt-minta-dana-desa-diarahkan-ke-sektor-produktif"/><item><title>Kemendes PDTT Minta Dana Desa Diarahkan ke Sektor Produktif</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/13/1/2091417/kemendes-pdtt-minta-dana-desa-diarahkan-ke-sektor-produktif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/13/1/2091417/kemendes-pdtt-minta-dana-desa-diarahkan-ke-sektor-produktif</guid><pubDate>Selasa 13 Agustus 2019 16:49 WIB</pubDate><dc:creator>Abu Sahma Pane</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/13/1/2091417/kemendes-pdtt-minta-dana-desa-diarahkan-ke-sektor-produktif-n4mlm2kxej.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo saat membuka Festival Desa Wisata Nusantara di Jakarta. Foto: Abu Sahma Pane/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/13/1/2091417/kemendes-pdtt-minta-dana-desa-diarahkan-ke-sektor-produktif-n4mlm2kxej.jpeg</image><title>Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo saat membuka Festival Desa Wisata Nusantara di Jakarta. Foto: Abu Sahma Pane/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo membuka Festival Desa Wisata Nusantara di Jakarta, Selasa (13/8/2019). Dalam sambutannya ia meminta dana desa diarahkan ke sektor produktif seperti kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Eko mengatakan, jika dana desa hanya dipakai untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, efeknya tidak akan terlalu banyak bagi masyarakat. &quot;Pembangunan infrastruktur tidak akan ada habisnya,&quot; ujarnya.
Namun bila dana desa dipakai untuk pemberdayaan ekonomi, maka akan kesejahteraan masyarakat desa akan terdongkrak. Sebagai contoh, dana desa bisa dipakai untuk pengembangan potensi wisata, dengan begitu turis akan datang sehingga perekominian desa abergerak cepat, lalu secara otomatis pendapatan masyarakat akan bertambah.
Pola seperti ini secara otomatis juga akan memunculkan berbagai desa mandiri. Hal itu sudah dibuktikan oleh 7.000an desa di Indonesia. &quot;Desa Kutuh (Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali) contohnya, sudah memakai dana desa untuk sektor pariwisita,&quot; ucapnya.
Pemerintah Desa Kutuh menggunakan dana desa untuk memotong tebing sehingga turis mudah mengakses berbagai tempat wisata di area itu. Pada ujungnya pendapatan desa tersebut jadi lebih besar dari dana desa yang mereka terima setiap tahun.
Contoh berikutnya yakni pengurus Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, menggunakan dana desa untuk menyulap kolam renang tua yang sangat besar jadi tempat wisata berjuluk Bunaken Air Tawar. Sebelum kola renang itu diubah, pendapatan desa itu dari sektor pariwisata hanya Rp15 juta per tahun. Namun setelah disulap jadi destinasi yang modern pakai dana desa, omset pariwisata Ponggoh meningkat jadi Rp6,5 miliar dengan keuntungan sekitar Rp 3 miliaran.
Berdasarkan fakta ini, Eko menyerukan kepada 77 Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang menghadiri pembukaan Festival Desa Wisata Nusantara di Jakarta, untuk mengedukasi perangkat desa dalam menggunakan desa. Ia juga meminta perbankan seperti BNI dan BRI untuk ikut berinvestasi dalam pembangunan desa.
Jika ini diterapkan dan semua bahu membahu, kata Eko, Kota Mandiri yang kini berjumlah 7.000an akan terus bertambah. Kemendes PDTT sendiri menargetkan dalam lima tahun ke depan akan muncul 10.000 desa mandiri baru. Ia optimisi itu terwujud karena berbagai kementerian akan bahu membahu mengucurkan dana hingga Rp400 trilliun untuk lima tahun ke depan.
Sementara itu Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Taufik Madjid memaparkan, 7.000an desa mandiri yang ada saat ini, 658 di antaranya menyerbar di Pulau Kalimantan, 800an di Papua, 145 di Papua, dan masih banyak lagi di Sumatera dan Jawa. Untuk menambah daftar itu, pihaknya akan menjadikan Festival Desa Wisata Nusantara sebagai momentum untuk mengembangkan potensi yang masih terpendam di desa-desa lain.
&quot;Launching Festival Desa Wisata Nusantara ini sebagai awal menumbuhkan potensi desa agar kesehahteraan masyarakat meningkat,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo membuka Festival Desa Wisata Nusantara di Jakarta, Selasa (13/8/2019). Dalam sambutannya ia meminta dana desa diarahkan ke sektor produktif seperti kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Eko mengatakan, jika dana desa hanya dipakai untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan, efeknya tidak akan terlalu banyak bagi masyarakat. &quot;Pembangunan infrastruktur tidak akan ada habisnya,&quot; ujarnya.
Namun bila dana desa dipakai untuk pemberdayaan ekonomi, maka akan kesejahteraan masyarakat desa akan terdongkrak. Sebagai contoh, dana desa bisa dipakai untuk pengembangan potensi wisata, dengan begitu turis akan datang sehingga perekominian desa abergerak cepat, lalu secara otomatis pendapatan masyarakat akan bertambah.
Pola seperti ini secara otomatis juga akan memunculkan berbagai desa mandiri. Hal itu sudah dibuktikan oleh 7.000an desa di Indonesia. &quot;Desa Kutuh (Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali) contohnya, sudah memakai dana desa untuk sektor pariwisita,&quot; ucapnya.
Pemerintah Desa Kutuh menggunakan dana desa untuk memotong tebing sehingga turis mudah mengakses berbagai tempat wisata di area itu. Pada ujungnya pendapatan desa tersebut jadi lebih besar dari dana desa yang mereka terima setiap tahun.
Contoh berikutnya yakni pengurus Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, menggunakan dana desa untuk menyulap kolam renang tua yang sangat besar jadi tempat wisata berjuluk Bunaken Air Tawar. Sebelum kola renang itu diubah, pendapatan desa itu dari sektor pariwisata hanya Rp15 juta per tahun. Namun setelah disulap jadi destinasi yang modern pakai dana desa, omset pariwisata Ponggoh meningkat jadi Rp6,5 miliar dengan keuntungan sekitar Rp 3 miliaran.
Berdasarkan fakta ini, Eko menyerukan kepada 77 Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang menghadiri pembukaan Festival Desa Wisata Nusantara di Jakarta, untuk mengedukasi perangkat desa dalam menggunakan desa. Ia juga meminta perbankan seperti BNI dan BRI untuk ikut berinvestasi dalam pembangunan desa.
Jika ini diterapkan dan semua bahu membahu, kata Eko, Kota Mandiri yang kini berjumlah 7.000an akan terus bertambah. Kemendes PDTT sendiri menargetkan dalam lima tahun ke depan akan muncul 10.000 desa mandiri baru. Ia optimisi itu terwujud karena berbagai kementerian akan bahu membahu mengucurkan dana hingga Rp400 trilliun untuk lima tahun ke depan.
Sementara itu Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Taufik Madjid memaparkan, 7.000an desa mandiri yang ada saat ini, 658 di antaranya menyerbar di Pulau Kalimantan, 800an di Papua, 145 di Papua, dan masih banyak lagi di Sumatera dan Jawa. Untuk menambah daftar itu, pihaknya akan menjadikan Festival Desa Wisata Nusantara sebagai momentum untuk mengembangkan potensi yang masih terpendam di desa-desa lain.
&quot;Launching Festival Desa Wisata Nusantara ini sebagai awal menumbuhkan potensi desa agar kesehahteraan masyarakat meningkat,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
