<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sam Ratulangi, Sosok di Balik Nama Indonesia</title><description>Dari berbagai kajian sejarah, belum diketahui pasti siapa sebenarnya penemu nama Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/14/337/2091514/sam-ratulangi-sosok-di-balik-nama-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/14/337/2091514/sam-ratulangi-sosok-di-balik-nama-indonesia"/><item><title>Sam Ratulangi, Sosok di Balik Nama Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/14/337/2091514/sam-ratulangi-sosok-di-balik-nama-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/14/337/2091514/sam-ratulangi-sosok-di-balik-nama-indonesia</guid><pubDate>Rabu 14 Agustus 2019 07:13 WIB</pubDate><dc:creator>Subhan Sabu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/13/337/2091514/sam-ratulangi-sosok-di-balik-nama-indonesia-GPD48BYpkr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sam Ratulangi dalam foto (Subhan Sabu/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/13/337/2091514/sam-ratulangi-sosok-di-balik-nama-indonesia-GPD48BYpkr.jpg</image><title>Sam Ratulangi dalam foto (Subhan Sabu/Okezone)</title></images><description>MANADO - Dari berbagai kajian sejarah, belum diketahui pasti siapa sebenarnya penemu nama Indonesia. Dikutip dari wikipedia, James Richardson Logan dan George Samuel Windson Earl diyakini merupakan orang yang menemukan nama Indonesia.
Earl mengusulkan nama Indonesia dalam tulisannya &amp;ldquo;Journal Of The Indian Archipelago and Eastern Asia&amp;rdquo; volume IV tahun 1850. Earl punya dua calon nama yaitu Indunesia atau Malayunesia. Dia sendiri memilih nama Malayunesia karena nama ini sangat tepat untuk ras Melayu, sementara cakupan Indunesia terlalu luas.
Tapi Logan punya pendapat berbeda. Ia lebih senang memakai nama Indunesia, sebab nama itu lebih sinonim untuk Indian Island atau Indian Archipalego. Dalam perjalanan huruf &amp;ldquo;U&amp;rdquo; diganti huruf &amp;ldquo;O&amp;rdquo;, sehingga menjadi Indonesia.
Ada juga Adolf Bastian, guru besar etnologi di Universitas Berlin. Lewat bukunya yang berjudul &amp;ldquo;Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel&amp;rdquo; sebanyak lima volume dan merupakan hasil penelitiannya selama di Indonesia dari tahun 1864 hingga 1880. Ki Hajar Dewantara, juga diyakini sebagai yang pertama kali menggunakan nama &amp;lsquo;Indonesia&amp;rsquo;.  Sewaktu dibuang ke Belanda tahun 1913, beliau mendirikan biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.

Selain beberapa nama lainnya, ada satu nama yang juga diyakini sebagai orang yang mempopulerkan nama Indonesia, dia adalah Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi (G.S.S.J. Ratulangi) atau lebih dikenal dengan nama Dr. Sam Ratulangi.
Sam Ratulangi memulai perusahaan asuransi  Levensverzekering Maatschappij Indonesia di Bandung. Ini adalah contoh pertama yang diketahui dari kata &quot;Indonesia&quot; yang digunakan dalam dokumen resmi. Ada yang mencatat bahwa Soekarno pertama kali bertemu Ratulangi ketika ia mengunjungi Bandung untuk sebuah konferensi. Dia melihat nama perusahaan Ratulangi dengan kata &quot;Indonesia&quot;. Dia penasaran dengan pemilik usaha ini dan bertemu dengan Ratulangi.
Mantan Rektor IKIP Manado (sekarang Universitas Negeri Manado/Unima) 1982-1992, Prof Dr Adolf Everhard Sinolungan SH menulis dalam blognya bahwa nama Indonesia sesungguhnya berasal dari suku-suku di Nusantara sendiri, yakni Suku Tondano, Sulawesi Utara.

Menurutnya, orang-orang suku Tondano khususnya dan suku-suku Tontemboan, Tomohon, Tonsea, Tonsawang umumnya sudah menggunakan kata sandi perjuangan &quot;endonei-sia&quot; (Tondano,Tonsea,Tomohon, Tountemboan, Tonsawang), atau &quot;induni-sia&quot; (Remboken/Tondano) terucap &quot;indonesia&quot;. Kata kerja Endonei, endoni, induni bermakna ambil rebut kembali &amp;ldquo;sia&amp;rdquo; adalah si dia yaitu gadis manis personifikasi kemerdekaan.
&quot;Sandi perjuangan ini digunakan setelah penderitaan tak terperi dan sakit hati tak tergambarkan suku-suku bangsa Minahasa karena ulah penjajah, sejak Minahasa kalah pada 5 Agustus 1809 dikeroyok pasukan gabungan bangsa-bangsa taklukkan Belanda bersama pasukan inti Belanda dalam Perang Tondano 1808-1809,&quot; tulisnya di blog pribadi aesinolungan.blogspot.com, 20 Desember 2010Di tengah derita penjajahan pada akhir abad 19 itu lahir Sam  Ratulangi, 5 Nopember 1890 di Tondano. Dalam dirinya mengalir darah  leluhur pelaku Perang Tondano (1808-1809). Leluhurnya dari Remboken Usai  Sekolah Raja di Tondano, belajar di Batavia, kemudian lanjut ke Eropa.
Sementara beliau studi di Belanda Sam Ratulangi menjadi Ketua  Indiesche Vereniging (1913-1915), atau persatuan India maksudnya  orang-orang yang berasal dari Hindia Belanda. Di sini disosialisasikan  kata nama Indonesia. Ide Indonesia dari Sam Ratulangi itu disetujui  semua. Juga disosialisasikannya ide Indonesia itu saat menjadi Ketua  Persatuan Mahasiswa Asia se Eropa.
Pulang tanah air Dr Sam Ratulangi pertama kali di tengah masa  penajahan secara terang-terangan menggunakan kata nama Indonesia di  wilayah Hindia Belanda. Nama &amp;ldquo;Indonesia&amp;rdquo; dipakai beliau pada nama  bisnisnya &quot;Levensverzekering Maatschappij Indonesia&quot; ( perusahan  asuransi Indonesia). Kantornya di jln Braga Bandung sekitar tahun 1918.
Bung Karno sebagai Presiden RI dalam Amanatnya pada tgl 18 Agustus  1960 di Gedung Pemuda Jakarta di hadapan audiens Kongres Mahasiswa dan  Pelajar Minahasa se Nusantara mengulangi ucapan Dr Ratulangi.
&quot;ideeku ratusan atau ribuan pulau-pulau dan penduduknya satu  Indonesia. ideeku sudah disampaikan dan disetujui pemuda pemudi yang  sedang belajar di Belanda&quot;. Kata nama Indonesia ini dipopularisasi Bung  Karno di tanah air dan terbawa ke Sumpah Pemuda 1928.

Siapa sebenarmya Sam Ratulangi. Anak ketiga dari pasagan Yozias  Ratulangi dan Agustius Gerungan ini lahir di Tondano, Kabupaten  Minahasa, Sulawesi Utara. Ratulangi adalah perintis, penegak, dan  pembela kemerdekaan Republik Indonesia. Ia adalah pahlawan Kemerdekaan  Nasional yang telah menyerahkan seluruh jiwa raganya untuk mengejar  cita&amp;ndash;cita Indonesia merdeka, bersatu, adil dan makmur.
Orang tua Ratulangi orang yang terpandang di daerahnya. Ia mempunyai  kedudukan sebagai kepala distrik daerah Kasendukan. Ayah Ratulangi  adalah seorang yang Nasionalis yang senantiasa menjunjung tinggi  kepribadian bangsa. Ia termasuk orang yang rajin membaca buku
Pada usia enam tahun Ratulangi di masukan ke sekolah dasar Belanda,  namanya Europeesche Lagere School (ELS) yang ada di Tondano. Setelah  tamat dari sekolah dasar, Ratulangi di terima di Hoofdenschool, Tondano.  Ia termasuk murid yang terpandai di sekolahnya. Ia berhasil memperoleh  beasiswa untuk melanjutkan pelajaran di Jawa.
Pada tahun1904, Ratulangi meninggalkan tanah Minahasa. Pada waktu itu  ia berusia 14 tahun. Di Jakarta ia memasuki sekolah teknik, Koningin  Wihelmina School (KWS). Dalam waktu empat tahun (1904-1908) ia berhasil  mendapat ijazah KWS, dengan nilai-nilai yang sangat tinggi. Setelah  tamat dari Koningan Wihelmina School Ratulangi bekerja sebagai ahli  mesin pada pembangunan kereta api di Priangan Selatan.
Pada tahun 1912 Sam Ratulangi melanjutkan studinya yang dimulainya di  Belanda, tetapi tidak selesai karena sakit ibunya. Pada tahun 1913, ia  menerima sertifikat untuk mengajar matematika untuk tingkat sekolah  menengah (Middelbare Acte Wiskunde en Paedagogiek).
Ratulangi melanjutkan studinya di universitas di Amsterdam selama dua  tahun lagi. Namun, ia tidak dapat menyelesaikan studinya, karena ia  tidak diperbolehkan mengikuti ujian. Aturan dari universitas  mengharuskan ia memiliki sertifikat tingkat SMA. Sertifikat tersebut  tidak dimiliki Ratulangi, karena ia tidak pernah menyelesaikan studinya  di Hogere Burgerschool (HBS) atau Algemene Middelbare School (AMS).
Tujuannya agar bisa diterima dan mendapat gelar dari jurusan  matematika di Vrije Universiteit Amsterdam pupus. Meski mempunyai ijazah  Lager Onderwijs (setingkat SMA) dan Middlebare Acte (setingkat  diploma), Vrije Universiteit Amsterdam menolak memberikan gelar kepada  Ratulangi. Alasannya, Ratulangi tidak mengantongi ijazah HBS atau AMS  tersebut.Ditolak Amsterdam tidak membuat Ratulangi patah arang. J.H.   Abendanon, seorang sosialis Belanda yang juga kawan pena R.A. Kartini,   membantu Ratulangi pindah ke Zurich University. Selama empat tahun   1915-1919 di Universitas Zurich, Ratulangi mendapat gelar Doktor dalam   Ilmu Pasti dan Ilmu Alam dari Universitas Zurich, Dr Ratulangi   mengabdikan dirinya dalam lapangan pendidikan dan asuransi bagi negeri   tercinta yaitu Indonesia.
Di tahun 1919-1922  Ratulangi menjadi guru sekolah menengah pertama   di Yogyakarta. Ia merupakan orang Indonesia pertama yang menduduki   jabatan guru di masanya. Dan Pada tahun 1922-1924 Dr Ratulangi diangkat   menjadi Direktur Maskapai Asuransi Indonesia di Bandung. Di tahun yang   sama beliau diangkat sebagai Sekretaris Dewan Minahasa di Manado.
Banyak tindakan Dr. Ratulangi yang menguntungkan rakyat Minahasa. Ia   berhasil menghapuskan kerja paksa (rodi), menyelenggarakan  transmigrasi,  mendirikan yayasan dana belajar dan sebagainya. Setelah  beberapa bulan  kemudian,di tahun 1927 rakyat Minahasa memilih Dr.  Ratulangi menjadi  wakilnya untuk duduk sebagai anggota Volksrad (Dewan  Rakyat).
Pada tahun 1944, ia dipindahkan ke Sulawesi Selatan untuk menjadi   penasihat pemerintah militer di Makassar,  yang termasuk wilayah timur   yang dikendalikan oleh Angkatan Laut Jepang. Pada bulan Juni 1945,   Ratulangi mendirikan sebuah organisasi bernama Sumber Darah Rakyat   (SUDARA). Ia menggunakan organisasi ini untuk membangkitkan sentimen   nasionalis di Sulawesi dalam mengantisipasi kemungkinan kemerdekaan   dalam waktu dekat.

Pada awal Agustus 1945, Ratulangi diangkat sebagai salah satu anggota   Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mewaliki Sulawesi. Pada   saat Soekarno memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia, Ratulangi hadir   dalam upacara tersebut karena Ratulangi baru saja tiba di Batavia   bersama para anggota PPKI lainnya dari wilayah timur untuk mengikuti   rapat PPKI.
Rapat PPKI yang diadakan pada hari berikutnya menghasilkan   Undang-Undang Dasar Republik Indonesia dan pengangkatan secara aklamasi   Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden.   Rapat-rapat itu juga membagi Indonesia ke dalam wilayah-wilayah   administratif di mana Ratulangi diangkat menjadi Gubernur Sulawesi yang   berpusat di Makassar
Setelah kembali ke Makassar tanggal 19 Agustus 1945, Ratulangi   mengumumkan secara resmi kemerdekaan republik Indonesia di depan rakyat   Sulawesi. Untuk mempertahankan tegaknya Republik Indonesia Gubernur   Ratulangi membentuk badan perjuangan rakyat yang di beri nama Pusat   Keselamatan Rakyat.
Seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi mendukung segala kebijaksanaan   Dr. Ratulangi. Ia juga membuat petisi kepada PBB, yang ditandatangani   oleh 540 pemuka rakyat Sulawesi. Petisi itu menyatakan bahwa Sulawesi   tidak dapat di pisahkan dari Republik Indonesia.Tahun 1946 Dr. Ratulangi dengan stafnya di penjarakan di Makasar lalu    di buang ke Serui, di pulau japen, dekat Irian Jaya. Penduduk Serui    menamakan Dr. Ratulangi beserta stafnya &quot; Tuan-tuan Merdeka. Di Serui,    mereka berinteraksi dengan masyarakat setempat dengan mendirikan  sekolah   lokal dan organisasi sosial untuk membantu para wanita dalam   komunitas.  Secara politik, Ratulangi terlibat dalam pembentukan Partai   Kemerdekaan  Irian Indonesia yang dipimpin oleh Silas Papare dengan   Ratulangi  sebagai penasihat.
Pada 23 Maret 1948, setelah penandatanganan Perjanjian Renville,    Belanda melepaskan Ratulangi dan rekan-rekannya. Mereka dipindahkan ke    Surabaya dan kemudian dikawal ke garis demarkasi dekat Mojokerto dan    Jombang di mana mereka menuju ke ibu kota republik di Yogyakarta. Mereka    disambut dengan hangat oleh masyarakat di Yogyakarta dan sebuah acara    penyambutan diadakan oleh Soekarno.
Ratulangi ditunjuk sebagai penasihat khusus untuk pemerintah    Indonesia dan anggota delegasi Indonesia dalam negosiasi dengan Belanda.    Dia juga mengunjungi pasukan di Jawa Timur dan menghadiri konferensi    keuangan di Kaliurang. Sekitar waktu ini, ia sudah mulai mengalami    masalah dengan kesehatannya.
Pada waktu Agresi Militer Belanda II, Yogyakarta dikuasai Belanda dan    para pemimpin Indonesia termasuk Soekarno dan Hatta ditangkap dan    diasingkan ke Bangka. Ratulangi ditangkap oleh Belanda pada tanggal 25    Desember 1948. Dia dipindahkan ke Jakarta pada tanggal 12 Januari 1949    untuk kemudian dipindahkan ke Bangka. Namun, karena masalah    kesehatannya, ia diizinkan tinggal di Jakarta sebagai tahanan rumah.

Ratulangi meninggal pada tanggal 30 Juni 1949. Ratulangi dimakamkan    sementara di Tanah Abang. Pada tanggal 23 Juli 1949, jenazahnya  diangkut   ke Manado dengan kapal KPM Swartenhondt. Kapal itu sampai di  Manado   pada tanggal 1 Agustus 1949. Pada hari berikutnya, jenazah  Ratulangi   dibawa dan dimakamkan di kampung halamannya di Tondano.
Sosok yang dikenal dengan filsafat &amp;lsquo;Si Tou Timou Tumou Tou&amp;rsquo; yang    artinya manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain ini juga diakui    memiliki kemampuan memprediksi apa yang akan terjadi ke depan. Dalam    bukunya Indonesia di Pasifik yang dituliskan dan terbit tahun 1932 telah    tersirat bakal pecah perang Pasifik. Sepuluh tahun berselang, apa  yang   diprediksi benar terjadi, tepatnya tahun 1942.
Ratulangi juga pernah mengusulkan agar daerah diberikan keleluasaan    mengurus keperluannya sendiri atau otonomi daerah, hal yang baru    terlaksana pasca reformasi atau lebih dari 55 tahun kemerdekaan    Indonesia.
Perjuangan Sam Ratulangi untuk Minahasa, Sulawesi dan Indonesia    sangat dikenang. Namanya diabadikan sebagai nama bandar udara    Internasional di Manado yakni Bandara Udara Internasional Sam Ratulangi    dan Universitas Negeri terbesar di Sulawesi Utara yaitu Universitas  Sam   Ratulangi. Sam Ratulangi juga diabadikan sebagai nama Jalan di  Manado.
Awal tahun 2017, Sam Ratulangi juga diabadikan sebagai gambar mata    uang kertas pecahan Rp 20.000 untuk mengenang perjuangan dan    kontribusinya terhadap kemerdekaan Indonesia
Makamnya berada di tanah kelahirannya, Tondano. Di samping makam juga    dibuatkan monumen dan relief perjuangan Sam Ratulangi.  &quot;Cita-citaku    ingin sampai ke gunung Klabat, tapi apa daya hanya sampai Airmadidi,&amp;rdquo;    Sam Ratulangi.
Pemerintah RI menganugerahi beberapa penghargaan kepada Ratulangi    berupa Bintang Gerilya, Bintang Mahaputra dan Satyalencana Peringatan    Perjuangan Kemerdekaan.
Berdasarkan SK Presiden RI No.590 tahun 1961 tanggal 5 November 1961    Pemerintah RI menganugerahkan Dr. G.S.S.J Ratulangi gelar Pahlawan    Kemerdekaan Nasional.(kha)</description><content:encoded>MANADO - Dari berbagai kajian sejarah, belum diketahui pasti siapa sebenarnya penemu nama Indonesia. Dikutip dari wikipedia, James Richardson Logan dan George Samuel Windson Earl diyakini merupakan orang yang menemukan nama Indonesia.
Earl mengusulkan nama Indonesia dalam tulisannya &amp;ldquo;Journal Of The Indian Archipelago and Eastern Asia&amp;rdquo; volume IV tahun 1850. Earl punya dua calon nama yaitu Indunesia atau Malayunesia. Dia sendiri memilih nama Malayunesia karena nama ini sangat tepat untuk ras Melayu, sementara cakupan Indunesia terlalu luas.
Tapi Logan punya pendapat berbeda. Ia lebih senang memakai nama Indunesia, sebab nama itu lebih sinonim untuk Indian Island atau Indian Archipalego. Dalam perjalanan huruf &amp;ldquo;U&amp;rdquo; diganti huruf &amp;ldquo;O&amp;rdquo;, sehingga menjadi Indonesia.
Ada juga Adolf Bastian, guru besar etnologi di Universitas Berlin. Lewat bukunya yang berjudul &amp;ldquo;Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel&amp;rdquo; sebanyak lima volume dan merupakan hasil penelitiannya selama di Indonesia dari tahun 1864 hingga 1880. Ki Hajar Dewantara, juga diyakini sebagai yang pertama kali menggunakan nama &amp;lsquo;Indonesia&amp;rsquo;.  Sewaktu dibuang ke Belanda tahun 1913, beliau mendirikan biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.

Selain beberapa nama lainnya, ada satu nama yang juga diyakini sebagai orang yang mempopulerkan nama Indonesia, dia adalah Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi (G.S.S.J. Ratulangi) atau lebih dikenal dengan nama Dr. Sam Ratulangi.
Sam Ratulangi memulai perusahaan asuransi  Levensverzekering Maatschappij Indonesia di Bandung. Ini adalah contoh pertama yang diketahui dari kata &quot;Indonesia&quot; yang digunakan dalam dokumen resmi. Ada yang mencatat bahwa Soekarno pertama kali bertemu Ratulangi ketika ia mengunjungi Bandung untuk sebuah konferensi. Dia melihat nama perusahaan Ratulangi dengan kata &quot;Indonesia&quot;. Dia penasaran dengan pemilik usaha ini dan bertemu dengan Ratulangi.
Mantan Rektor IKIP Manado (sekarang Universitas Negeri Manado/Unima) 1982-1992, Prof Dr Adolf Everhard Sinolungan SH menulis dalam blognya bahwa nama Indonesia sesungguhnya berasal dari suku-suku di Nusantara sendiri, yakni Suku Tondano, Sulawesi Utara.

Menurutnya, orang-orang suku Tondano khususnya dan suku-suku Tontemboan, Tomohon, Tonsea, Tonsawang umumnya sudah menggunakan kata sandi perjuangan &quot;endonei-sia&quot; (Tondano,Tonsea,Tomohon, Tountemboan, Tonsawang), atau &quot;induni-sia&quot; (Remboken/Tondano) terucap &quot;indonesia&quot;. Kata kerja Endonei, endoni, induni bermakna ambil rebut kembali &amp;ldquo;sia&amp;rdquo; adalah si dia yaitu gadis manis personifikasi kemerdekaan.
&quot;Sandi perjuangan ini digunakan setelah penderitaan tak terperi dan sakit hati tak tergambarkan suku-suku bangsa Minahasa karena ulah penjajah, sejak Minahasa kalah pada 5 Agustus 1809 dikeroyok pasukan gabungan bangsa-bangsa taklukkan Belanda bersama pasukan inti Belanda dalam Perang Tondano 1808-1809,&quot; tulisnya di blog pribadi aesinolungan.blogspot.com, 20 Desember 2010Di tengah derita penjajahan pada akhir abad 19 itu lahir Sam  Ratulangi, 5 Nopember 1890 di Tondano. Dalam dirinya mengalir darah  leluhur pelaku Perang Tondano (1808-1809). Leluhurnya dari Remboken Usai  Sekolah Raja di Tondano, belajar di Batavia, kemudian lanjut ke Eropa.
Sementara beliau studi di Belanda Sam Ratulangi menjadi Ketua  Indiesche Vereniging (1913-1915), atau persatuan India maksudnya  orang-orang yang berasal dari Hindia Belanda. Di sini disosialisasikan  kata nama Indonesia. Ide Indonesia dari Sam Ratulangi itu disetujui  semua. Juga disosialisasikannya ide Indonesia itu saat menjadi Ketua  Persatuan Mahasiswa Asia se Eropa.
Pulang tanah air Dr Sam Ratulangi pertama kali di tengah masa  penajahan secara terang-terangan menggunakan kata nama Indonesia di  wilayah Hindia Belanda. Nama &amp;ldquo;Indonesia&amp;rdquo; dipakai beliau pada nama  bisnisnya &quot;Levensverzekering Maatschappij Indonesia&quot; ( perusahan  asuransi Indonesia). Kantornya di jln Braga Bandung sekitar tahun 1918.
Bung Karno sebagai Presiden RI dalam Amanatnya pada tgl 18 Agustus  1960 di Gedung Pemuda Jakarta di hadapan audiens Kongres Mahasiswa dan  Pelajar Minahasa se Nusantara mengulangi ucapan Dr Ratulangi.
&quot;ideeku ratusan atau ribuan pulau-pulau dan penduduknya satu  Indonesia. ideeku sudah disampaikan dan disetujui pemuda pemudi yang  sedang belajar di Belanda&quot;. Kata nama Indonesia ini dipopularisasi Bung  Karno di tanah air dan terbawa ke Sumpah Pemuda 1928.

Siapa sebenarmya Sam Ratulangi. Anak ketiga dari pasagan Yozias  Ratulangi dan Agustius Gerungan ini lahir di Tondano, Kabupaten  Minahasa, Sulawesi Utara. Ratulangi adalah perintis, penegak, dan  pembela kemerdekaan Republik Indonesia. Ia adalah pahlawan Kemerdekaan  Nasional yang telah menyerahkan seluruh jiwa raganya untuk mengejar  cita&amp;ndash;cita Indonesia merdeka, bersatu, adil dan makmur.
Orang tua Ratulangi orang yang terpandang di daerahnya. Ia mempunyai  kedudukan sebagai kepala distrik daerah Kasendukan. Ayah Ratulangi  adalah seorang yang Nasionalis yang senantiasa menjunjung tinggi  kepribadian bangsa. Ia termasuk orang yang rajin membaca buku
Pada usia enam tahun Ratulangi di masukan ke sekolah dasar Belanda,  namanya Europeesche Lagere School (ELS) yang ada di Tondano. Setelah  tamat dari sekolah dasar, Ratulangi di terima di Hoofdenschool, Tondano.  Ia termasuk murid yang terpandai di sekolahnya. Ia berhasil memperoleh  beasiswa untuk melanjutkan pelajaran di Jawa.
Pada tahun1904, Ratulangi meninggalkan tanah Minahasa. Pada waktu itu  ia berusia 14 tahun. Di Jakarta ia memasuki sekolah teknik, Koningin  Wihelmina School (KWS). Dalam waktu empat tahun (1904-1908) ia berhasil  mendapat ijazah KWS, dengan nilai-nilai yang sangat tinggi. Setelah  tamat dari Koningan Wihelmina School Ratulangi bekerja sebagai ahli  mesin pada pembangunan kereta api di Priangan Selatan.
Pada tahun 1912 Sam Ratulangi melanjutkan studinya yang dimulainya di  Belanda, tetapi tidak selesai karena sakit ibunya. Pada tahun 1913, ia  menerima sertifikat untuk mengajar matematika untuk tingkat sekolah  menengah (Middelbare Acte Wiskunde en Paedagogiek).
Ratulangi melanjutkan studinya di universitas di Amsterdam selama dua  tahun lagi. Namun, ia tidak dapat menyelesaikan studinya, karena ia  tidak diperbolehkan mengikuti ujian. Aturan dari universitas  mengharuskan ia memiliki sertifikat tingkat SMA. Sertifikat tersebut  tidak dimiliki Ratulangi, karena ia tidak pernah menyelesaikan studinya  di Hogere Burgerschool (HBS) atau Algemene Middelbare School (AMS).
Tujuannya agar bisa diterima dan mendapat gelar dari jurusan  matematika di Vrije Universiteit Amsterdam pupus. Meski mempunyai ijazah  Lager Onderwijs (setingkat SMA) dan Middlebare Acte (setingkat  diploma), Vrije Universiteit Amsterdam menolak memberikan gelar kepada  Ratulangi. Alasannya, Ratulangi tidak mengantongi ijazah HBS atau AMS  tersebut.Ditolak Amsterdam tidak membuat Ratulangi patah arang. J.H.   Abendanon, seorang sosialis Belanda yang juga kawan pena R.A. Kartini,   membantu Ratulangi pindah ke Zurich University. Selama empat tahun   1915-1919 di Universitas Zurich, Ratulangi mendapat gelar Doktor dalam   Ilmu Pasti dan Ilmu Alam dari Universitas Zurich, Dr Ratulangi   mengabdikan dirinya dalam lapangan pendidikan dan asuransi bagi negeri   tercinta yaitu Indonesia.
Di tahun 1919-1922  Ratulangi menjadi guru sekolah menengah pertama   di Yogyakarta. Ia merupakan orang Indonesia pertama yang menduduki   jabatan guru di masanya. Dan Pada tahun 1922-1924 Dr Ratulangi diangkat   menjadi Direktur Maskapai Asuransi Indonesia di Bandung. Di tahun yang   sama beliau diangkat sebagai Sekretaris Dewan Minahasa di Manado.
Banyak tindakan Dr. Ratulangi yang menguntungkan rakyat Minahasa. Ia   berhasil menghapuskan kerja paksa (rodi), menyelenggarakan  transmigrasi,  mendirikan yayasan dana belajar dan sebagainya. Setelah  beberapa bulan  kemudian,di tahun 1927 rakyat Minahasa memilih Dr.  Ratulangi menjadi  wakilnya untuk duduk sebagai anggota Volksrad (Dewan  Rakyat).
Pada tahun 1944, ia dipindahkan ke Sulawesi Selatan untuk menjadi   penasihat pemerintah militer di Makassar,  yang termasuk wilayah timur   yang dikendalikan oleh Angkatan Laut Jepang. Pada bulan Juni 1945,   Ratulangi mendirikan sebuah organisasi bernama Sumber Darah Rakyat   (SUDARA). Ia menggunakan organisasi ini untuk membangkitkan sentimen   nasionalis di Sulawesi dalam mengantisipasi kemungkinan kemerdekaan   dalam waktu dekat.

Pada awal Agustus 1945, Ratulangi diangkat sebagai salah satu anggota   Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mewaliki Sulawesi. Pada   saat Soekarno memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia, Ratulangi hadir   dalam upacara tersebut karena Ratulangi baru saja tiba di Batavia   bersama para anggota PPKI lainnya dari wilayah timur untuk mengikuti   rapat PPKI.
Rapat PPKI yang diadakan pada hari berikutnya menghasilkan   Undang-Undang Dasar Republik Indonesia dan pengangkatan secara aklamasi   Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden.   Rapat-rapat itu juga membagi Indonesia ke dalam wilayah-wilayah   administratif di mana Ratulangi diangkat menjadi Gubernur Sulawesi yang   berpusat di Makassar
Setelah kembali ke Makassar tanggal 19 Agustus 1945, Ratulangi   mengumumkan secara resmi kemerdekaan republik Indonesia di depan rakyat   Sulawesi. Untuk mempertahankan tegaknya Republik Indonesia Gubernur   Ratulangi membentuk badan perjuangan rakyat yang di beri nama Pusat   Keselamatan Rakyat.
Seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi mendukung segala kebijaksanaan   Dr. Ratulangi. Ia juga membuat petisi kepada PBB, yang ditandatangani   oleh 540 pemuka rakyat Sulawesi. Petisi itu menyatakan bahwa Sulawesi   tidak dapat di pisahkan dari Republik Indonesia.Tahun 1946 Dr. Ratulangi dengan stafnya di penjarakan di Makasar lalu    di buang ke Serui, di pulau japen, dekat Irian Jaya. Penduduk Serui    menamakan Dr. Ratulangi beserta stafnya &quot; Tuan-tuan Merdeka. Di Serui,    mereka berinteraksi dengan masyarakat setempat dengan mendirikan  sekolah   lokal dan organisasi sosial untuk membantu para wanita dalam   komunitas.  Secara politik, Ratulangi terlibat dalam pembentukan Partai   Kemerdekaan  Irian Indonesia yang dipimpin oleh Silas Papare dengan   Ratulangi  sebagai penasihat.
Pada 23 Maret 1948, setelah penandatanganan Perjanjian Renville,    Belanda melepaskan Ratulangi dan rekan-rekannya. Mereka dipindahkan ke    Surabaya dan kemudian dikawal ke garis demarkasi dekat Mojokerto dan    Jombang di mana mereka menuju ke ibu kota republik di Yogyakarta. Mereka    disambut dengan hangat oleh masyarakat di Yogyakarta dan sebuah acara    penyambutan diadakan oleh Soekarno.
Ratulangi ditunjuk sebagai penasihat khusus untuk pemerintah    Indonesia dan anggota delegasi Indonesia dalam negosiasi dengan Belanda.    Dia juga mengunjungi pasukan di Jawa Timur dan menghadiri konferensi    keuangan di Kaliurang. Sekitar waktu ini, ia sudah mulai mengalami    masalah dengan kesehatannya.
Pada waktu Agresi Militer Belanda II, Yogyakarta dikuasai Belanda dan    para pemimpin Indonesia termasuk Soekarno dan Hatta ditangkap dan    diasingkan ke Bangka. Ratulangi ditangkap oleh Belanda pada tanggal 25    Desember 1948. Dia dipindahkan ke Jakarta pada tanggal 12 Januari 1949    untuk kemudian dipindahkan ke Bangka. Namun, karena masalah    kesehatannya, ia diizinkan tinggal di Jakarta sebagai tahanan rumah.

Ratulangi meninggal pada tanggal 30 Juni 1949. Ratulangi dimakamkan    sementara di Tanah Abang. Pada tanggal 23 Juli 1949, jenazahnya  diangkut   ke Manado dengan kapal KPM Swartenhondt. Kapal itu sampai di  Manado   pada tanggal 1 Agustus 1949. Pada hari berikutnya, jenazah  Ratulangi   dibawa dan dimakamkan di kampung halamannya di Tondano.
Sosok yang dikenal dengan filsafat &amp;lsquo;Si Tou Timou Tumou Tou&amp;rsquo; yang    artinya manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain ini juga diakui    memiliki kemampuan memprediksi apa yang akan terjadi ke depan. Dalam    bukunya Indonesia di Pasifik yang dituliskan dan terbit tahun 1932 telah    tersirat bakal pecah perang Pasifik. Sepuluh tahun berselang, apa  yang   diprediksi benar terjadi, tepatnya tahun 1942.
Ratulangi juga pernah mengusulkan agar daerah diberikan keleluasaan    mengurus keperluannya sendiri atau otonomi daerah, hal yang baru    terlaksana pasca reformasi atau lebih dari 55 tahun kemerdekaan    Indonesia.
Perjuangan Sam Ratulangi untuk Minahasa, Sulawesi dan Indonesia    sangat dikenang. Namanya diabadikan sebagai nama bandar udara    Internasional di Manado yakni Bandara Udara Internasional Sam Ratulangi    dan Universitas Negeri terbesar di Sulawesi Utara yaitu Universitas  Sam   Ratulangi. Sam Ratulangi juga diabadikan sebagai nama Jalan di  Manado.
Awal tahun 2017, Sam Ratulangi juga diabadikan sebagai gambar mata    uang kertas pecahan Rp 20.000 untuk mengenang perjuangan dan    kontribusinya terhadap kemerdekaan Indonesia
Makamnya berada di tanah kelahirannya, Tondano. Di samping makam juga    dibuatkan monumen dan relief perjuangan Sam Ratulangi.  &quot;Cita-citaku    ingin sampai ke gunung Klabat, tapi apa daya hanya sampai Airmadidi,&amp;rdquo;    Sam Ratulangi.
Pemerintah RI menganugerahi beberapa penghargaan kepada Ratulangi    berupa Bintang Gerilya, Bintang Mahaputra dan Satyalencana Peringatan    Perjuangan Kemerdekaan.
Berdasarkan SK Presiden RI No.590 tahun 1961 tanggal 5 November 1961    Pemerintah RI menganugerahkan Dr. G.S.S.J Ratulangi gelar Pahlawan    Kemerdekaan Nasional.(kha)</content:encoded></item></channel></rss>
