<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Apresiasi KSAD Pertahankan Enzo Allie sebagai Taruna Akmil</title><description>Ketua Komisi I DPR mendukung langkah TNI mempertahankan Enzo Allie sebagai taruna Akmil.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/14/337/2091631/dpr-apresiasi-ksad-pertahankan-enzo-allie-sebagai-taruna-akmil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/14/337/2091631/dpr-apresiasi-ksad-pertahankan-enzo-allie-sebagai-taruna-akmil"/><item><title>DPR Apresiasi KSAD Pertahankan Enzo Allie sebagai Taruna Akmil</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/14/337/2091631/dpr-apresiasi-ksad-pertahankan-enzo-allie-sebagai-taruna-akmil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/14/337/2091631/dpr-apresiasi-ksad-pertahankan-enzo-allie-sebagai-taruna-akmil</guid><pubDate>Rabu 14 Agustus 2019 08:14 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/14/337/2091631/dpr-apresiasi-ksad-pertahankan-enzo-allie-sebagai-taruna-akmil-b85wJwqFqA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KSAD Jenderal Andika Perkasa. (Foto : Fadel Prayoga/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/14/337/2091631/dpr-apresiasi-ksad-pertahankan-enzo-allie-sebagai-taruna-akmil-b85wJwqFqA.jpg</image><title>KSAD Jenderal Andika Perkasa. (Foto : Fadel Prayoga/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, mengapresiasi langkah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa yang tetap mempertahankan Enzo Zenz Allie (18) sebagai taruna di Akademi Militer (Akmil).
Seperti diketahui, Enzo yang merupakan blasteran dari ayah berkewarganegaraan Prancis dan ibunya WNI sempat menjadi perbincangan usai videonya yang berbincang dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berbahasa Prancis. Tak lama kemudian, beredar foto diduga Enzo tengah membawa bendera yang terkait Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang dilarang di Indonesia.
Abdul Kharis mengatakan, Akmil merupakan lembaga terakreditasi dan terhormat serta hanya menerima putra-putri terbaik bangsa. Ia yakin lembaga tersebut sangat profesional dan memiliki kredibilitas.
Abdul Kharis mengajak masyarakat untuk menyudahi polemik Enzo Zenz Allie agar. Itu karena ia yakin Akmil merupakan lembaga terakreditasi yang profesional serta hanya putra-putri terbaik bangsa yang bisa masuk kawah candradimuka tersebut.
&amp;ldquo;Sudahi polemiknya. Kita kawal putra dan putri terbaik yang lolos agar kelak menjadi prajurit TNI yang profesional, berintegritas, cinta Pancasila dan NKRI. Saya apresiasi langkah KSAD dan dukung terus langkah TNI,&quot; ujar Kharis kepada wartawan, Rabu (14/8/2019).

Dia meminta semua pihak mempercayakan semua proses terkait Taruna Akmil kepada TNI. Belajar dari kasus Enzo, jika ada kabar yang belum diketahui kebenarannya, alangkah baiknya tak langsung dipermasalahkan terlebih dahulu.
&quot;Ini misal saja ya, ada Taruna telah memenuhi syarat untuk menjadi taruna Akmil di Magelang, WNI dan telah lolos syarat baik dari tes fisik mau pun psikologi, lalu anak ini lagi jalan ke toko buku lalu foto bersama buku Marxisme dia upload ke media sosial, apa lantas dia kita katakan komunis yang jelas dilarang atau kita akan terus makan itu hasutan dan provokasi di media sosial. Seharusnya kan tidak. Percayakanlah bahwa TNI pasti lakukan yang terbaik,&quot; katanya.Selain itu, politikus PKS ini menyayangkan masyarakat terpengaruh  dengan pemberitaan di media sosial yang mengecap Enzo sebagai HTI.  Karena itu, warganet harus adil dan bertanggung jawab terutama yang  memfitnah Enzo agar nama baik taruna segera dipulihkan.
&quot;Kita melihat bagaimana dampak sosial media dan literasi penggunaan  media sosial dalam kasus Enzo. Jangan mudah menilai apalagi membuat  opini sedemikian rupa. Jadilah pengguna sosial media yang bertanggung  jawab, yang sudah memfitnah dan membuat opini segeralah minta maaf,  semoga kita bisa mengambil pelajaran dari hal ini,&quot; tutur Kharis.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI  Andika Perkasa mengatakan, pihaknya tetap mempertahankan Enzo Zenz Allie  (18), seorang remaja blasteran Prancis-Indonesia menjadi salah satu  Taruna Akademi Militer (Akmil) 2019. Hal itu dilakukan setelah melakukan  penelusuran lebih lanjut kepada Enzo bahwa di dalam jiwanya berpegang  teguh kepada Pancasila.

Baca Juga : Angkatan Darat Tetap Pertahankan Enzo dari Taruna Akmil
&quot;Kami lajukan pada Sabtu dan Minggu. Kesimpulan Enzo dilihat dari  indeks moderasi bernegara memiliki nilai 84 persen. Jadi indeks moderasi  keberagaman cukup bagus. Angkatan darat mempertahankan Enzo,&quot; kata  Andika saat konferensi di Gedung Mabesad, Jakarta Pusat, Selasa 13  Agustus 2019.
Baca Juga : Enzo Akmil Blasteran Prancis Dipertahankan TNI AD, Ini Pesan Pesantren Tempatnya Menimba Ilmu</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, mengapresiasi langkah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa yang tetap mempertahankan Enzo Zenz Allie (18) sebagai taruna di Akademi Militer (Akmil).
Seperti diketahui, Enzo yang merupakan blasteran dari ayah berkewarganegaraan Prancis dan ibunya WNI sempat menjadi perbincangan usai videonya yang berbincang dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berbahasa Prancis. Tak lama kemudian, beredar foto diduga Enzo tengah membawa bendera yang terkait Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang dilarang di Indonesia.
Abdul Kharis mengatakan, Akmil merupakan lembaga terakreditasi dan terhormat serta hanya menerima putra-putri terbaik bangsa. Ia yakin lembaga tersebut sangat profesional dan memiliki kredibilitas.
Abdul Kharis mengajak masyarakat untuk menyudahi polemik Enzo Zenz Allie agar. Itu karena ia yakin Akmil merupakan lembaga terakreditasi yang profesional serta hanya putra-putri terbaik bangsa yang bisa masuk kawah candradimuka tersebut.
&amp;ldquo;Sudahi polemiknya. Kita kawal putra dan putri terbaik yang lolos agar kelak menjadi prajurit TNI yang profesional, berintegritas, cinta Pancasila dan NKRI. Saya apresiasi langkah KSAD dan dukung terus langkah TNI,&quot; ujar Kharis kepada wartawan, Rabu (14/8/2019).

Dia meminta semua pihak mempercayakan semua proses terkait Taruna Akmil kepada TNI. Belajar dari kasus Enzo, jika ada kabar yang belum diketahui kebenarannya, alangkah baiknya tak langsung dipermasalahkan terlebih dahulu.
&quot;Ini misal saja ya, ada Taruna telah memenuhi syarat untuk menjadi taruna Akmil di Magelang, WNI dan telah lolos syarat baik dari tes fisik mau pun psikologi, lalu anak ini lagi jalan ke toko buku lalu foto bersama buku Marxisme dia upload ke media sosial, apa lantas dia kita katakan komunis yang jelas dilarang atau kita akan terus makan itu hasutan dan provokasi di media sosial. Seharusnya kan tidak. Percayakanlah bahwa TNI pasti lakukan yang terbaik,&quot; katanya.Selain itu, politikus PKS ini menyayangkan masyarakat terpengaruh  dengan pemberitaan di media sosial yang mengecap Enzo sebagai HTI.  Karena itu, warganet harus adil dan bertanggung jawab terutama yang  memfitnah Enzo agar nama baik taruna segera dipulihkan.
&quot;Kita melihat bagaimana dampak sosial media dan literasi penggunaan  media sosial dalam kasus Enzo. Jangan mudah menilai apalagi membuat  opini sedemikian rupa. Jadilah pengguna sosial media yang bertanggung  jawab, yang sudah memfitnah dan membuat opini segeralah minta maaf,  semoga kita bisa mengambil pelajaran dari hal ini,&quot; tutur Kharis.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI  Andika Perkasa mengatakan, pihaknya tetap mempertahankan Enzo Zenz Allie  (18), seorang remaja blasteran Prancis-Indonesia menjadi salah satu  Taruna Akademi Militer (Akmil) 2019. Hal itu dilakukan setelah melakukan  penelusuran lebih lanjut kepada Enzo bahwa di dalam jiwanya berpegang  teguh kepada Pancasila.

Baca Juga : Angkatan Darat Tetap Pertahankan Enzo dari Taruna Akmil
&quot;Kami lajukan pada Sabtu dan Minggu. Kesimpulan Enzo dilihat dari  indeks moderasi bernegara memiliki nilai 84 persen. Jadi indeks moderasi  keberagaman cukup bagus. Angkatan darat mempertahankan Enzo,&quot; kata  Andika saat konferensi di Gedung Mabesad, Jakarta Pusat, Selasa 13  Agustus 2019.
Baca Juga : Enzo Akmil Blasteran Prancis Dipertahankan TNI AD, Ini Pesan Pesantren Tempatnya Menimba Ilmu</content:encoded></item></channel></rss>
