<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Tidak Akan Duduk Manis jika Situasi Hong Kong Memburuk</title><description>China mempunyai solusi dan kekuatan menggunakan Undang-Undang Dasar untuk menumpas protes di Hong Kong.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/16/18/2092812/china-tidak-akan-duduk-manis-jika-situasi-hong-kong-memburuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/16/18/2092812/china-tidak-akan-duduk-manis-jika-situasi-hong-kong-memburuk"/><item><title>China Tidak Akan Duduk Manis jika Situasi Hong Kong Memburuk</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/16/18/2092812/china-tidak-akan-duduk-manis-jika-situasi-hong-kong-memburuk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/16/18/2092812/china-tidak-akan-duduk-manis-jika-situasi-hong-kong-memburuk</guid><pubDate>Jum'at 16 Agustus 2019 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/16/18/2092812/china-tidak-akan-duduk-manis-jika-situasi-hong-kong-memburuk-obEgoMICtl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pedemo pro-demokrasi Hong Kong. Foto/Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/16/18/2092812/china-tidak-akan-duduk-manis-jika-situasi-hong-kong-memburuk-obEgoMICtl.jpg</image><title>Pedemo pro-demokrasi Hong Kong. Foto/Reuters</title></images><description>LONDON - Duta Besar China untuk London memperingatkan bahwa negaranya akan menggunakan kekuatan militer untuk memadamkan protes Hong Kong jika situasinya semakin memburuk.
&quot;Pemerintah pusat tidak akan duduk dan menonton,&quot; kata Liu Xiaoming mengutip Reuters, Jumat (16/8/2019).

Ia mengatakan China mempunyai solusi dan kekuatan menggunakan Undang-Undang Dasar untuk menumpas protes di Hong Kong.
Baca juga:&amp;nbsp;Trump Yakin Presiden China Xi Jinping Bisa Selesaikan Masalah Hong Kong dengan Manusiawi
Baca juga:&amp;nbsp;China Sebut Aksi Pedemo di Bandara Hong Kong seperti Teroris
Dalam konstitusi Hong Kong, pemerintah setempat bisa memita bantuan  pasukan paramiliter China untuk membantu menjaga ketertiban.
&quot;Pemerintah pusat China tidak akan pernah membiarkan beberapa pelanggar yang menggunakan kekerasan menyeret Hong Kong ke jalur berbahaya,&quot; kata Liu.

Edisi Jumat tabloid Global Times yang dikontrol China juga memperingatkan bahwa China memiliki opsi untuk &quot;campur secara paksa&quot; dan mengecam campur tangan Amerika Serikat (AS) di Hong Kong.
&quot;Jika Hong Kong tidak dapat memulihkan aturan hukum dengan sendirinya dan kerusuhan semakin meningkat, sangat penting bagi pemerintah pusat untuk mengambil tindakan langsung berdasarkan pada Undang-Undang Dasar,&quot; tulisnya.

Tabloid itu mengatakan bahwa situasi di Hong Kong tidak akan menjadi seperti peristiwa Tiananmen 4 Juni pada 1989. Pada saat itu militer China dikerahkan untuk meredam aksi demonstrasi pro-demokrasi yang menewaskan ribuan orang.</description><content:encoded>LONDON - Duta Besar China untuk London memperingatkan bahwa negaranya akan menggunakan kekuatan militer untuk memadamkan protes Hong Kong jika situasinya semakin memburuk.
&quot;Pemerintah pusat tidak akan duduk dan menonton,&quot; kata Liu Xiaoming mengutip Reuters, Jumat (16/8/2019).

Ia mengatakan China mempunyai solusi dan kekuatan menggunakan Undang-Undang Dasar untuk menumpas protes di Hong Kong.
Baca juga:&amp;nbsp;Trump Yakin Presiden China Xi Jinping Bisa Selesaikan Masalah Hong Kong dengan Manusiawi
Baca juga:&amp;nbsp;China Sebut Aksi Pedemo di Bandara Hong Kong seperti Teroris
Dalam konstitusi Hong Kong, pemerintah setempat bisa memita bantuan  pasukan paramiliter China untuk membantu menjaga ketertiban.
&quot;Pemerintah pusat China tidak akan pernah membiarkan beberapa pelanggar yang menggunakan kekerasan menyeret Hong Kong ke jalur berbahaya,&quot; kata Liu.

Edisi Jumat tabloid Global Times yang dikontrol China juga memperingatkan bahwa China memiliki opsi untuk &quot;campur secara paksa&quot; dan mengecam campur tangan Amerika Serikat (AS) di Hong Kong.
&quot;Jika Hong Kong tidak dapat memulihkan aturan hukum dengan sendirinya dan kerusuhan semakin meningkat, sangat penting bagi pemerintah pusat untuk mengambil tindakan langsung berdasarkan pada Undang-Undang Dasar,&quot; tulisnya.

Tabloid itu mengatakan bahwa situasi di Hong Kong tidak akan menjadi seperti peristiwa Tiananmen 4 Juni pada 1989. Pada saat itu militer China dikerahkan untuk meredam aksi demonstrasi pro-demokrasi yang menewaskan ribuan orang.</content:encoded></item></channel></rss>
