<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi : Dunia Tidak Semata Sedang Berubah, tetapi Terdisrupsi</title><description>Saat ini antarnegara juga memperebutkan talenta-talenta hebat yang bisa membawa kemajuan bagi negaranya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/16/337/2092648/presiden-jokowi-dunia-tidak-semata-sedang-berubah-tetapi-terdisrupsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/16/337/2092648/presiden-jokowi-dunia-tidak-semata-sedang-berubah-tetapi-terdisrupsi"/><item><title>Presiden Jokowi : Dunia Tidak Semata Sedang Berubah, tetapi Terdisrupsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/16/337/2092648/presiden-jokowi-dunia-tidak-semata-sedang-berubah-tetapi-terdisrupsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/16/337/2092648/presiden-jokowi-dunia-tidak-semata-sedang-berubah-tetapi-terdisrupsi</guid><pubDate>Jum'at 16 Agustus 2019 10:55 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/16/337/2092648/presiden-jokowi-dunia-tidak-semata-sedang-berubah-tetapi-terdisrupsi-EFcqVAOGki.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi sampaikan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan DPR &amp; DPD RI 2019 di Gedung Parlemen, Senayan, Jumat (16/8/2019). (Foto : Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/16/337/2092648/presiden-jokowi-dunia-tidak-semata-sedang-berubah-tetapi-terdisrupsi-EFcqVAOGki.jpg</image><title>Presiden Jokowi sampaikan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan DPR &amp; DPD RI 2019 di Gedung Parlemen, Senayan, Jumat (16/8/2019). (Foto : Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia saat ini berada dalam dunia baru yang jauh berbeda dibandingkan era sebelumnya. Globalisasi terus mengalami pendalaman yang semakin dipermudah oleh revolusi industri jilid 4.
&quot;Persaingan semakin tajam dan perang dagang semakin memanas. Antarnegara berebut investasi, antarnegara berebut teknologi, berebut pasar, dan berebut orang-orang pintar,&quot; kata Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraan HUT ke-74 Tahun 2019 pada Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (16/8/2019).
Jokowi menerangkan, saat ini antarnegara juga memperebutkan talenta-talenta hebat yang bisa membawa kemajuan bagi negaranya. Pasalnya, dunia tidak semata sedang berubah, tetapi sedang terdisrupsi.
&quot;Di era disrupsi ini kemapanan bisa runtuh ketidakmungkinan bisa terjadi. Jenis pekerjaan bisa berubah setiap saat, banyak jenis pekerjaan lama yang hilang. Tetapi, juga makin banyak jenis pekerjaan baru yang bermunculan,&quot; ujar Jokowi.

&quot;Ada profesi yang hilang, tetapi juga ada profesi baru yang bermunculan,&quot; tambah dia.
Menurut dia, perubahan cepat tersebut juga membuat pola bisnis lama yang tiba-tiba usang dan muncul, hingga pola bisnis baru yang gemilang dan mengagumkan.



&quot;Ada keterampilan mapan yang tiba-tiba tidak relevan dan ada keterampilan baru yang meledak yang dibutuhkan,&quot; ujarnya.
Presiden Jokowi menambahkan, arus komunikasi dan interaksi yang semakin mudah dan terbuka harus dimanfaatkan dan sekaligus diwaspadai. Selain itu, pengetahuan dan pengalaman yang positif jauh lebih mudah diperoleh.
&quot;Tetapi kemudahan arus komunikasi dan interaksi juga membawa ancaman-ancaman terhadap ideologi kita Pancasila, ancaman terhadap adab sopan santun kita,&quot; kata dia.

Baca Juga : Jokowi: Indonesia Tak Akan Runtuh Bukan Hanya untuk 100 Tahun, tapi Selamanya!

Presiden Jokowi menerangkan, kemajuan zaman juga menjadi ancaman terhadap tradisi dan seni budaya, serta ancaman terhadap warisan kearifan-kearifan lokal bangsa Indonesia.
Seperti dalam bidang pertahanan-keamanan yang juga harus tanggap dan siap. Kemudian, bangsa Indonesia harus siap dalam menghadapi perang siber, intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
&quot;Serta menghadapi ancaman kejahatan-kejahatan lainnya baik dari dalam maupun luar negeri yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Di Sidang Tahunan DPR &amp;amp; DPD, Jokowi: Keberhasilan Indonesia Karya Kita Bersama
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia saat ini berada dalam dunia baru yang jauh berbeda dibandingkan era sebelumnya. Globalisasi terus mengalami pendalaman yang semakin dipermudah oleh revolusi industri jilid 4.
&quot;Persaingan semakin tajam dan perang dagang semakin memanas. Antarnegara berebut investasi, antarnegara berebut teknologi, berebut pasar, dan berebut orang-orang pintar,&quot; kata Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraan HUT ke-74 Tahun 2019 pada Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (16/8/2019).
Jokowi menerangkan, saat ini antarnegara juga memperebutkan talenta-talenta hebat yang bisa membawa kemajuan bagi negaranya. Pasalnya, dunia tidak semata sedang berubah, tetapi sedang terdisrupsi.
&quot;Di era disrupsi ini kemapanan bisa runtuh ketidakmungkinan bisa terjadi. Jenis pekerjaan bisa berubah setiap saat, banyak jenis pekerjaan lama yang hilang. Tetapi, juga makin banyak jenis pekerjaan baru yang bermunculan,&quot; ujar Jokowi.

&quot;Ada profesi yang hilang, tetapi juga ada profesi baru yang bermunculan,&quot; tambah dia.
Menurut dia, perubahan cepat tersebut juga membuat pola bisnis lama yang tiba-tiba usang dan muncul, hingga pola bisnis baru yang gemilang dan mengagumkan.



&quot;Ada keterampilan mapan yang tiba-tiba tidak relevan dan ada keterampilan baru yang meledak yang dibutuhkan,&quot; ujarnya.
Presiden Jokowi menambahkan, arus komunikasi dan interaksi yang semakin mudah dan terbuka harus dimanfaatkan dan sekaligus diwaspadai. Selain itu, pengetahuan dan pengalaman yang positif jauh lebih mudah diperoleh.
&quot;Tetapi kemudahan arus komunikasi dan interaksi juga membawa ancaman-ancaman terhadap ideologi kita Pancasila, ancaman terhadap adab sopan santun kita,&quot; kata dia.

Baca Juga : Jokowi: Indonesia Tak Akan Runtuh Bukan Hanya untuk 100 Tahun, tapi Selamanya!

Presiden Jokowi menerangkan, kemajuan zaman juga menjadi ancaman terhadap tradisi dan seni budaya, serta ancaman terhadap warisan kearifan-kearifan lokal bangsa Indonesia.
Seperti dalam bidang pertahanan-keamanan yang juga harus tanggap dan siap. Kemudian, bangsa Indonesia harus siap dalam menghadapi perang siber, intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
&quot;Serta menghadapi ancaman kejahatan-kejahatan lainnya baik dari dalam maupun luar negeri yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Di Sidang Tahunan DPR &amp;amp; DPD, Jokowi: Keberhasilan Indonesia Karya Kita Bersama
</content:encoded></item></channel></rss>
