<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Ingin Regulasi yang Menghambat Dicabut hingga ke Akar-Akarnya</title><description>Presiden Jokowi menyadari lompatan inovasi membutuhkan ekosistem politik, ekosistem hukum, dan ekosistem sosial yang kondusif.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/16/337/2092687/jokowi-ingin-regulasi-yang-menghambat-dicabut-hingga-ke-akar-akarnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/16/337/2092687/jokowi-ingin-regulasi-yang-menghambat-dicabut-hingga-ke-akar-akarnya"/><item><title>Jokowi Ingin Regulasi yang Menghambat Dicabut hingga ke Akar-Akarnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/16/337/2092687/jokowi-ingin-regulasi-yang-menghambat-dicabut-hingga-ke-akar-akarnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/16/337/2092687/jokowi-ingin-regulasi-yang-menghambat-dicabut-hingga-ke-akar-akarnya</guid><pubDate>Jum'at 16 Agustus 2019 12:16 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/16/337/2092687/jokowi-ingin-regulasi-yang-menghambat-dicabut-hingga-ke-akar-akarnya-PhsCDd2QmZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi sampaikan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan DPR &amp; DPD RI 2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (16/8/2019). (Foto : Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/16/337/2092687/jokowi-ingin-regulasi-yang-menghambat-dicabut-hingga-ke-akar-akarnya-PhsCDd2QmZ.jpg</image><title>Presiden Jokowi sampaikan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan DPR &amp; DPD RI 2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (16/8/2019). (Foto : Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyadari lompatan inovasi membutuhkan ekosistem politik, ekosistem hukum, dan ekosistem sosial yang kondusif.
&quot;Kita butuh untuk terus melakukan deregulasi penyederhanaan dan konsistensi regulasi. Kita harus terus melakukan debirokratisasi penyederhanaan kerja, penyederhanaan proses yang berorientasi pada pelayanan,&quot; ujar Jokowi dalam pidato kenegaraan HUT ke-74 Tahun 2019 pada Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI, Jumat (16/8/2019).
Kepala Negara meminta semua pihak untuk mencegah korupsi tanpa mengganggu keberanian berinovasi. Menurut dia, bangsa Indonesia harus memanfaatkan teknologi yang membuat hal sulit menjadi mudah dan yang rumit menjadi sederhana.
&quot;Reformasi perundang-undangan harus kita lakukan secara besar-besaran. Saya mengajak kita semua pemerintah DPR DPD dan MPR juga Pemda dan DPRD untuk melakukan langkah-langkah baru,&quot; tuturnya.



Jokowi ingin pemerintah tidak terjebak pada regulasi yang kaku, yang formalitas, ruwet, hingga regulasi yang rumit dan penuh basa-basi.
&quot;Ini justru menyibukkan yang meruwetkan masyarakat dan pelaku usaha. Ini harus kita hentikan. Kita tidak bisa membiarkan regulasi yang menjebak kita menakut-nakuti kita yang justru menghambat inovasi,&quot; ujarnya.

Baca Juga : Presiden Jokowi : Dunia Tidak Semata Sedang Berubah, tetapi Terdisrupsi

&quot;Ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya. Regulasi yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman harus dihapus. Regulasi yang tidak konsisten dan tumpang tindih antara satu dan lainnya harus diselaraskan, disederhanakan, dan dipangkas,&quot; tuturnya.
Namun, Jokowi berharap semua pihak juga tetap tanggap terhadap tantangan baru yang belum diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Baca Juga : Jokowi: Kemanusiaan Harus Tetap Jadi 'Ruh' Politik Luar Negeri Indonesia

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyadari lompatan inovasi membutuhkan ekosistem politik, ekosistem hukum, dan ekosistem sosial yang kondusif.
&quot;Kita butuh untuk terus melakukan deregulasi penyederhanaan dan konsistensi regulasi. Kita harus terus melakukan debirokratisasi penyederhanaan kerja, penyederhanaan proses yang berorientasi pada pelayanan,&quot; ujar Jokowi dalam pidato kenegaraan HUT ke-74 Tahun 2019 pada Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI, Jumat (16/8/2019).
Kepala Negara meminta semua pihak untuk mencegah korupsi tanpa mengganggu keberanian berinovasi. Menurut dia, bangsa Indonesia harus memanfaatkan teknologi yang membuat hal sulit menjadi mudah dan yang rumit menjadi sederhana.
&quot;Reformasi perundang-undangan harus kita lakukan secara besar-besaran. Saya mengajak kita semua pemerintah DPR DPD dan MPR juga Pemda dan DPRD untuk melakukan langkah-langkah baru,&quot; tuturnya.



Jokowi ingin pemerintah tidak terjebak pada regulasi yang kaku, yang formalitas, ruwet, hingga regulasi yang rumit dan penuh basa-basi.
&quot;Ini justru menyibukkan yang meruwetkan masyarakat dan pelaku usaha. Ini harus kita hentikan. Kita tidak bisa membiarkan regulasi yang menjebak kita menakut-nakuti kita yang justru menghambat inovasi,&quot; ujarnya.

Baca Juga : Presiden Jokowi : Dunia Tidak Semata Sedang Berubah, tetapi Terdisrupsi

&quot;Ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya. Regulasi yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman harus dihapus. Regulasi yang tidak konsisten dan tumpang tindih antara satu dan lainnya harus diselaraskan, disederhanakan, dan dipangkas,&quot; tuturnya.
Namun, Jokowi berharap semua pihak juga tetap tanggap terhadap tantangan baru yang belum diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Baca Juga : Jokowi: Kemanusiaan Harus Tetap Jadi 'Ruh' Politik Luar Negeri Indonesia

</content:encoded></item></channel></rss>
