<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hadapi Risiko Tugas Berat, Kadiv Humas Polri: Polisi Juga Manusia</title><description>Demi menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) berbagai risiko dihadapi pihak kepolisian</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/16/337/2092764/hadapi-risiko-tugas-berat-kadiv-humas-polri-polisi-juga-manusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/16/337/2092764/hadapi-risiko-tugas-berat-kadiv-humas-polri-polisi-juga-manusia"/><item><title>Hadapi Risiko Tugas Berat, Kadiv Humas Polri: Polisi Juga Manusia</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/16/337/2092764/hadapi-risiko-tugas-berat-kadiv-humas-polri-polisi-juga-manusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/16/337/2092764/hadapi-risiko-tugas-berat-kadiv-humas-polri-polisi-juga-manusia</guid><pubDate>Jum'at 16 Agustus 2019 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/16/337/2092764/hadapi-risiko-tugas-berat-kadiv-humas-polri-polisi-juga-manusia-DrYK5Qsfpa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Mohammad Iqbal (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/16/337/2092764/hadapi-risiko-tugas-berat-kadiv-humas-polri-polisi-juga-manusia-DrYK5Qsfpa.jpg</image><title>Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Mohammad Iqbal (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Demi menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) berbagai risiko dihadapi pihak kepolisian. Bahkan terluka hingga nyawa melayang menjadi bukti betapa beratnya tugas polisi.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Mohammad Iqbal menjelaskan risiko polisi dalam menjalankan tugas tidaklah sedehana, karena tugasnya sudah diatur sesuai undang-undang yang berlaku. Sehingga Iqbal berharap masyarakat bisa memahami pihaknya dalam menjalani tugas di lapangan.
&quot;Risiko terjelek kita bisa kehilangan nyawa. Masyarakat itu memahami lah, polisi juga manusia. Kehadiran polisi sebagai pelayan dan pengayom masyarakat,&quot; kata Irjen Mohammad Iqbal di kantornya, Jakarta, Jumat (16/8/2019).
Lebih lanjut, Iqbal mengatakan kasus yang tidak lama ini terjadi seperti tewasnya Brigadir Anurmerta Hedar di Papua, empat polisi terbakar di Cianjur, dan AKP Aditya yang belum sadar hingga saat ini karena menjadi korban saat melerai pertikaian dua kelompok perguruan silat.
&quot;Ini adalah bukti bahwa betapa berat tugas polisi. Yang paling segar ingatan kita AKP Aditya. Dalam melakukan pemeliharaan Kamtibmas melerai pertikaian dua kelompok perguruan silat. Dia jadi korban sampai degann hari ini belum sadar. Terbaring di rumah sakit Singapura untuk menjalankan perawatan intensif. Bayangkan kepalanya dipukul diduga pakai konblok,&quot; tegas Iqbal.

Baca Juga: 4 Polisi Terbakar, Mabes Polri: Jaga Kamtibmas Tidak Mudah dan Nyawa Jadi Taruhan
Namun begitu, Iqbal memastikan jika dalam menjalankan tugasnya pihak kepolisian tetap berpatokan dengan undang-undang. Sama halnya seperti demonstrasi yang sudah diatur undang-undang.
&quot;Demo kita melihat itu diatur undang-undang, tapi polisi disana untuk melakukan intervensi, kepolisian lewat undang-undang yang memberikan kewenangan agar tak terjadi hal yang tak diinginkan yang dapat merugikan masyarakat demo itu. Contoh misalnya membakar ban kalau misalnya tidak dilakukan pemadaman bisa mengakibatkan kebakaran atau masyarakat lain juga kena,&quot; jelas Iqbal.</description><content:encoded>JAKARTA - Demi menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) berbagai risiko dihadapi pihak kepolisian. Bahkan terluka hingga nyawa melayang menjadi bukti betapa beratnya tugas polisi.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Mohammad Iqbal menjelaskan risiko polisi dalam menjalankan tugas tidaklah sedehana, karena tugasnya sudah diatur sesuai undang-undang yang berlaku. Sehingga Iqbal berharap masyarakat bisa memahami pihaknya dalam menjalani tugas di lapangan.
&quot;Risiko terjelek kita bisa kehilangan nyawa. Masyarakat itu memahami lah, polisi juga manusia. Kehadiran polisi sebagai pelayan dan pengayom masyarakat,&quot; kata Irjen Mohammad Iqbal di kantornya, Jakarta, Jumat (16/8/2019).
Lebih lanjut, Iqbal mengatakan kasus yang tidak lama ini terjadi seperti tewasnya Brigadir Anurmerta Hedar di Papua, empat polisi terbakar di Cianjur, dan AKP Aditya yang belum sadar hingga saat ini karena menjadi korban saat melerai pertikaian dua kelompok perguruan silat.
&quot;Ini adalah bukti bahwa betapa berat tugas polisi. Yang paling segar ingatan kita AKP Aditya. Dalam melakukan pemeliharaan Kamtibmas melerai pertikaian dua kelompok perguruan silat. Dia jadi korban sampai degann hari ini belum sadar. Terbaring di rumah sakit Singapura untuk menjalankan perawatan intensif. Bayangkan kepalanya dipukul diduga pakai konblok,&quot; tegas Iqbal.

Baca Juga: 4 Polisi Terbakar, Mabes Polri: Jaga Kamtibmas Tidak Mudah dan Nyawa Jadi Taruhan
Namun begitu, Iqbal memastikan jika dalam menjalankan tugasnya pihak kepolisian tetap berpatokan dengan undang-undang. Sama halnya seperti demonstrasi yang sudah diatur undang-undang.
&quot;Demo kita melihat itu diatur undang-undang, tapi polisi disana untuk melakukan intervensi, kepolisian lewat undang-undang yang memberikan kewenangan agar tak terjadi hal yang tak diinginkan yang dapat merugikan masyarakat demo itu. Contoh misalnya membakar ban kalau misalnya tidak dilakukan pemadaman bisa mengakibatkan kebakaran atau masyarakat lain juga kena,&quot; jelas Iqbal.</content:encoded></item></channel></rss>
