<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wakil Ketua DPRD DKI Komentari Pengajuan Dana Formula E yang Capai Rp1,6 Triliun</title><description>Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik tidak ambil pusing dengan pengajuan anggaran tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/16/338/2092953/wakil-ketua-dprd-dki-komentari-pengajuan-dana-formula-e-yang-capai-rp1-6-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/16/338/2092953/wakil-ketua-dprd-dki-komentari-pengajuan-dana-formula-e-yang-capai-rp1-6-triliun"/><item><title>Wakil Ketua DPRD DKI Komentari Pengajuan Dana Formula E yang Capai Rp1,6 Triliun</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/16/338/2092953/wakil-ketua-dprd-dki-komentari-pengajuan-dana-formula-e-yang-capai-rp1-6-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/16/338/2092953/wakil-ketua-dprd-dki-komentari-pengajuan-dana-formula-e-yang-capai-rp1-6-triliun</guid><pubDate>Jum'at 16 Agustus 2019 19:01 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/16/338/2092953/wakil-ketua-dprd-dki-komentari-pengajuan-dana-formula-e-yang-capai-rp1-6-triliun-3oI1bVryOu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik (Foto: Sarah/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/16/338/2092953/wakil-ketua-dprd-dki-komentari-pengajuan-dana-formula-e-yang-capai-rp1-6-triliun-3oI1bVryOu.jpg</image><title>Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik (Foto: Sarah/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Anggaran dana yang diajukan untuk penyelenggaraan turnamen balap mobil listrik Formula E yang diselenggarakan pada 2020 di Jakarta mendatang menyentuh angka Rp1,6 triliun.
Menurut Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik tidak ambil pusing dengan pengajuan anggaran tersebut. Baginya yang paling mahal dari penyelenggaraan itu adalah kepercayaan dunia internasional terhadap Jakarta.
&quot;Ketika diselenggarakan di Jakarta berarti Jakarta kota aman. Kalau Jakarta aman impact-nya Indonesia jadi aman. Itu yang saya kira mahal. Kalau saya menyarankan pada Pemda kalau soal biaya itu kan berikutnya, ikutan,&quot; ujar Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019).
Politikus Partai Gerindra ini pun menyebutkan kalau dampak dari Formula E dapat memajukan perputaran ekonomi yang ada di Jakarta. Sehingga, ia menyambut baik adanya penyelenggaraan internasional itu.
&quot;Jangan melihat sekarang untuk dampak itu. Tapi begini, saya mengapresiasi ketika DKI menjadi tuan rumah dan dapat. Saya bilang positifnya pasti dalam penyelenggaraan ada putaran ekonomi yang bagus,&quot; paparnya.
&quot;Padahal itu merangsang orang untuk datang. Kemudian, membuka kepercayaan, menggerakan ekonomi masyarakat kalau ada event internasional,&quot; tutup Taufik.

Baca Juga: Dari Rp305,2 M, Jakpro Ajukan Rp25 M untuk Biaya Tak Terduga Balapan Formula E
Sekadar diketahui, rincian pengajuan dana sebesar Rp1,6 triliun untuk Formula E sebagai berikut;
&amp;bull; Rp360 miliar diajukan oleh Pemprov DKI yang masuk ke dalam rancangan APBD-P 2019.
&amp;bull; Rp934 miliar diajukan kembali oleh Pemprov dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk Rancangan APBD tahun 2020.
&amp;bull; Rp600 juta untuk biaya sosialisasi.
&amp;bull; Rp305,2 miliar diajukan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro).</description><content:encoded>JAKARTA - Anggaran dana yang diajukan untuk penyelenggaraan turnamen balap mobil listrik Formula E yang diselenggarakan pada 2020 di Jakarta mendatang menyentuh angka Rp1,6 triliun.
Menurut Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik tidak ambil pusing dengan pengajuan anggaran tersebut. Baginya yang paling mahal dari penyelenggaraan itu adalah kepercayaan dunia internasional terhadap Jakarta.
&quot;Ketika diselenggarakan di Jakarta berarti Jakarta kota aman. Kalau Jakarta aman impact-nya Indonesia jadi aman. Itu yang saya kira mahal. Kalau saya menyarankan pada Pemda kalau soal biaya itu kan berikutnya, ikutan,&quot; ujar Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019).
Politikus Partai Gerindra ini pun menyebutkan kalau dampak dari Formula E dapat memajukan perputaran ekonomi yang ada di Jakarta. Sehingga, ia menyambut baik adanya penyelenggaraan internasional itu.
&quot;Jangan melihat sekarang untuk dampak itu. Tapi begini, saya mengapresiasi ketika DKI menjadi tuan rumah dan dapat. Saya bilang positifnya pasti dalam penyelenggaraan ada putaran ekonomi yang bagus,&quot; paparnya.
&quot;Padahal itu merangsang orang untuk datang. Kemudian, membuka kepercayaan, menggerakan ekonomi masyarakat kalau ada event internasional,&quot; tutup Taufik.

Baca Juga: Dari Rp305,2 M, Jakpro Ajukan Rp25 M untuk Biaya Tak Terduga Balapan Formula E
Sekadar diketahui, rincian pengajuan dana sebesar Rp1,6 triliun untuk Formula E sebagai berikut;
&amp;bull; Rp360 miliar diajukan oleh Pemprov DKI yang masuk ke dalam rancangan APBD-P 2019.
&amp;bull; Rp934 miliar diajukan kembali oleh Pemprov dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk Rancangan APBD tahun 2020.
&amp;bull; Rp600 juta untuk biaya sosialisasi.
&amp;bull; Rp305,2 miliar diajukan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro).</content:encoded></item></channel></rss>
