<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masih Banyak Veteran Perang Tak Peroleh Tunjangan</title><description>Pejuang kemerdekaan atau veteran menjadi pihak yang wajib mendapat apresiasi sangat tinggi atas perjuangannya melawan penjajah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/17/337/2092987/masih-banyak-veteran-perang-tak-peroleh-tunjangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/17/337/2092987/masih-banyak-veteran-perang-tak-peroleh-tunjangan"/><item><title>Masih Banyak Veteran Perang Tak Peroleh Tunjangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/17/337/2092987/masih-banyak-veteran-perang-tak-peroleh-tunjangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/17/337/2092987/masih-banyak-veteran-perang-tak-peroleh-tunjangan</guid><pubDate>Sabtu 17 Agustus 2019 12:30 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/16/337/2092987/masih-banyak-veteran-perang-tak-peroleh-tunjangan-YoVc0uYHCz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/16/337/2092987/masih-banyak-veteran-perang-tak-peroleh-tunjangan-YoVc0uYHCz.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>KEMERDEKAAN Negara Indonesia yang diperingati setiap 17 Agustus, bukan hadiah cuma-cuma dari Belanda, Jepang, Inggris, maupun lainnya. Melainkan, berkat pengorbanan harta benda dan nyawa dari pahlawan kusuma bangsa.

Pejuang kemerdekaan atau veteran menjadi pihak yang wajib mendapat apresiasi sangat tinggi atas perjuangannya melawan penjajah. Bukan sekadar menjadi saksi sejarah, tetapi mereka dengan tanpa ragu berada di garda depan angkat senjata merebut kemerdekaan.

Namun, tampaknya masih banyak pejuang yang belum mendapatkan penghargaan dan penghidupan layak. Meski tak dipungkiri, pemerintah telah memberikan perhatian dengan meningkatkan dana kehormatan veteran yang sebelumnya hanya Rp250 ribu per bulan.

&amp;ldquo;Kalau perhatian pemerintah kepada para veteran ada. Jadi selain ada tunjangan yang berupa finansial bagi yang masih hidup. Memang relatif (kecil), dulu awalnya Rp250 ribu tapi sekarang sudah Rp750 per bulan, itu dana kehormatan,&amp;rdquo; kata Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Semarang, Herman Josef Soedjani, Kamis (16/8/2019).

&amp;ldquo;Nah kalau meninggal, dana kehormatan hilang. Selain dana kehormatan, bagi veteran yang tidak punya pensiun itu terima yang namanya tunjangan veteran sebesar Rp1,5 juta. Tapi bagi yang punya pensiun seperti TNI, Polri, ada pegawai pemerintah waktu itu ikut (berjuang), terima tunjangan veteran besarannya separuh dari yang tidak punya pensiun. Tunjangan veteran ini, kalau suaminya sudah meninggal maka turun ke jandanya,&amp;rdquo; beber dia.

Pensiunan TNI AL dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel tersebut menambahkan, veteran yang tidak mendapatkan dana pensiun berasal dari masyarakat sipil. Mereka sebelumnya ikut dalam perjuangan mempertahankan NKRI.

&amp;ldquo;Dulu kan banyak Tentara Pelajar yang ikut dalam perjuangan. Mereka juga dilatih (berperang), lalu ikut dalam pasukan. Nah mereka ini tidak mendapatkan pensiun, beda halnya dengan TNI maupun Polri serta pegawai (pemerintah),&amp;rdquo; terangnya.



Menurutnya dari jumlah 296 veteran di Kota Semarang , 30 persen di antaranya masih belum mendapatkan penghidupan yang layak. Kebanyakan adalah veteran yang tak mendapatkan dana pensiun, dan hanya mengandalkan tunjangan veteran.

&amp;ldquo;Ya sekira 30 persen yang belum (layak penghidupannya). Misalnya rumahnya itu kurang (layak huni). Ada pula yang tinggal bersama anaknya, artinya mereka ikut anaknya (karena tidak memiliki rumah). Kebanyakan memang yang tidak punya pensiun,&amp;rdquo; jelasnya.

Warga asli Pudakpayung Semarang ini pun berharap, pemerintah memberikan perhatian lebih kepada para mantan pejuang. Mereka telah gagah berani mengorbankan kepentingan pribadinya demi mempertahankan kedaulatan bangsa.

&amp;ldquo;Ya masih masih berharap bisa ditingkatkan (tunjangan veteran), karena kenyataannya masih banyak anggota veteran yang misalnya rumahnya masih kurang lah. Ya meskipun secara bertahap itu ada bantuan untuk perbaikan rumah, tapi kan belum bisa menyeluruh,&amp;rdquo; tegasnya.</description><content:encoded>KEMERDEKAAN Negara Indonesia yang diperingati setiap 17 Agustus, bukan hadiah cuma-cuma dari Belanda, Jepang, Inggris, maupun lainnya. Melainkan, berkat pengorbanan harta benda dan nyawa dari pahlawan kusuma bangsa.

Pejuang kemerdekaan atau veteran menjadi pihak yang wajib mendapat apresiasi sangat tinggi atas perjuangannya melawan penjajah. Bukan sekadar menjadi saksi sejarah, tetapi mereka dengan tanpa ragu berada di garda depan angkat senjata merebut kemerdekaan.

Namun, tampaknya masih banyak pejuang yang belum mendapatkan penghargaan dan penghidupan layak. Meski tak dipungkiri, pemerintah telah memberikan perhatian dengan meningkatkan dana kehormatan veteran yang sebelumnya hanya Rp250 ribu per bulan.

&amp;ldquo;Kalau perhatian pemerintah kepada para veteran ada. Jadi selain ada tunjangan yang berupa finansial bagi yang masih hidup. Memang relatif (kecil), dulu awalnya Rp250 ribu tapi sekarang sudah Rp750 per bulan, itu dana kehormatan,&amp;rdquo; kata Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Semarang, Herman Josef Soedjani, Kamis (16/8/2019).

&amp;ldquo;Nah kalau meninggal, dana kehormatan hilang. Selain dana kehormatan, bagi veteran yang tidak punya pensiun itu terima yang namanya tunjangan veteran sebesar Rp1,5 juta. Tapi bagi yang punya pensiun seperti TNI, Polri, ada pegawai pemerintah waktu itu ikut (berjuang), terima tunjangan veteran besarannya separuh dari yang tidak punya pensiun. Tunjangan veteran ini, kalau suaminya sudah meninggal maka turun ke jandanya,&amp;rdquo; beber dia.

Pensiunan TNI AL dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel tersebut menambahkan, veteran yang tidak mendapatkan dana pensiun berasal dari masyarakat sipil. Mereka sebelumnya ikut dalam perjuangan mempertahankan NKRI.

&amp;ldquo;Dulu kan banyak Tentara Pelajar yang ikut dalam perjuangan. Mereka juga dilatih (berperang), lalu ikut dalam pasukan. Nah mereka ini tidak mendapatkan pensiun, beda halnya dengan TNI maupun Polri serta pegawai (pemerintah),&amp;rdquo; terangnya.



Menurutnya dari jumlah 296 veteran di Kota Semarang , 30 persen di antaranya masih belum mendapatkan penghidupan yang layak. Kebanyakan adalah veteran yang tak mendapatkan dana pensiun, dan hanya mengandalkan tunjangan veteran.

&amp;ldquo;Ya sekira 30 persen yang belum (layak penghidupannya). Misalnya rumahnya itu kurang (layak huni). Ada pula yang tinggal bersama anaknya, artinya mereka ikut anaknya (karena tidak memiliki rumah). Kebanyakan memang yang tidak punya pensiun,&amp;rdquo; jelasnya.

Warga asli Pudakpayung Semarang ini pun berharap, pemerintah memberikan perhatian lebih kepada para mantan pejuang. Mereka telah gagah berani mengorbankan kepentingan pribadinya demi mempertahankan kedaulatan bangsa.

&amp;ldquo;Ya masih masih berharap bisa ditingkatkan (tunjangan veteran), karena kenyataannya masih banyak anggota veteran yang misalnya rumahnya masih kurang lah. Ya meskipun secara bertahap itu ada bantuan untuk perbaikan rumah, tapi kan belum bisa menyeluruh,&amp;rdquo; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
