<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>HUT ke-74 RI, SDN 19 Mempawah Hangus Akibat Karhutla</title><description>Meski sempat diguyur hujan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat masih saja terjadi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/18/340/2093579/hut-ke-74-ri-sdn-19-mempawah-hangus-akibat-karhutla</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/18/340/2093579/hut-ke-74-ri-sdn-19-mempawah-hangus-akibat-karhutla"/><item><title>HUT ke-74 RI, SDN 19 Mempawah Hangus Akibat Karhutla</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/18/340/2093579/hut-ke-74-ri-sdn-19-mempawah-hangus-akibat-karhutla</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/18/340/2093579/hut-ke-74-ri-sdn-19-mempawah-hangus-akibat-karhutla</guid><pubDate>Minggu 18 Agustus 2019 23:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/18/340/2093579/hut-ke-74-ri-sdn-19-mempawah-hangus-akibat-karhutla-hE6hpqxgkV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/18/340/2093579/hut-ke-74-ri-sdn-19-mempawah-hangus-akibat-karhutla-hE6hpqxgkV.jpg</image><title>Foto: Ist</title></images><description>MEMPAWAH - Meski sempat diguyur hujan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat masih saja terjadi. Bahkan yang terparah di Kabupaten Mempawah.

Api yang membakar lahan di sana juga merembet ke bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 19 di Dusun Tekam Telayar, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur. Akhirnya, bangunan sekolah hangus dan sebagain rata dengan tanah.

Beruntung, dua rumah warga yang berada didekat bangunan sekolah dapat diselamatkan dari api. Insiden ini terjadi pada Sabtu 17 Agustus 2019 sekitar pukul 11.00 WIB. Tepat pada peringatan hari kemerdekaan republik ini.

Berdasarkan pantauan dan informasi di lapangan, api memang sudah membakar lahan gambut di kawasan tersebut sejak pekan lalu. Warga dan petugas memang sudah melakukan upaya pemadaman dan segala antisipasi saat itu. Termasuk mengungsikan dua kepala keluarga (KK) yang terpapar asap kala itu.



Namun, teriknya matahari dan kekeringan saat ini membuat api kembali menyala dan merambat. &quot;Seminggu lalu, api memang nyaris melalap bangunan sekolah, tapi dapat diantisipasi warga. Namun kali ini api akibat karhutla tak dapat dibendung. Kandungan gambut tebal menyebabkan api meresap ke dalam dan membakar setiap bangunan yang ada di atasnya,&quot; jelas Sumadi, warga setempat, kemarin.

Menurut pria 40 tahun ini, warga sudah berupaya memadamkan titik api di sekitar bangunan sekolah. Namun, kalah tenaga. Sebab, pada saat kejadian, hanya ada tersisa beberapa warga yang tinggal di sekitar bangunan sekolah itu.

Karena sebagian warga lainnya pergi ke Desa Sejegi untuk menyaksikan perlombaan peringatan HUT ke-74 RI. Pemadaman dilakukan pun dengan menggunakan alat seadanya. Yakni mesin manual yang disiapkan Pemerintah Desa Sejegi dan BPBD Kabupaten Mempawah. &quot;Api dengan cepat menjalar dan membakar bangunan sekolah,&quot; tutur Sumadi.

Mulanya, diceritakan Sumadi, api membakar pondasi dan lantai bangunan SDN 19 Telayar. Kemudian, menjalar ke dinding hingga akhirnya merobohkan bangunan yang terdiri dari empat ruangan itu.



Kepala SDN 19 Telayar, Dedi Setyawan mengatakan, meski ditimpa musibah ini, pihaknya siap memberikan pelayanan pendidikan meskipun harus menumpang ke bangunan lainnya.

&amp;ldquo;Kami masih menunggu petunjuk dari Dinas Pendidikan untuk menentukan lokasi gedung yang akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kita tetap akan melakukan aktivitas belajar mengajar seperti biasanya,&amp;rdquo; ujarnya.

Sementara itu, Bupati Mempawah, Hj Erlina sudah memerintahkan Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disdikporapar) untuk turun ke lapangan dan melihat langsung kondisi sekolah. Hal itu demi mengambil langkah cepat terkuat musibah tersebut.

&amp;ldquo;Kami akan bergerak cepat untuk mengatasi permasalahan ini. Kami akan mengambil langkah tepat agar siswa di SDN 19 Telayar tetap mendapatkan pelayanan pendidikan dengan baik,&amp;rdquo; ucapnya.

Istri Wakil Gubernur Kalbar ini juga mengaku tidak ingin anak-anak di  Dusun Telayar terhambat aktivitas belajar mengajarnya, karena bangunan  sekolahnya hangus. Sebab, kata dia, pendidikan sangat penting dalam  menunjang pertumbuhan dan perkembangan generasi muda. Khususnya di  Kabupaten Mempawah.

&amp;ldquo;Apapun kondisi dan kesulitannya, anak-anak tidak boleh putus  belajar. Yang terpenting anak-anak tetap harus belajar dan mendapatkan  pelayanan pendidikan sebaik mungkin,&amp;rdquo; tegasnya.

Sementara itu, Plt Kadisdikporapar Kabupaten Mempawah, Drs. Sawardi  mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Desa Sejegi  untuk mencarikan bangunan sementara yang dapat menampung aktivitas  belajar mengajar siswa-siswi SDN 19 Telayar.

Sambil menunggu, sementara waktu kegiatan belajar mengajar akan  dilaksanakan di Posyandu atau gedung PAUD di sekitar Dusun Telayar.  &quot;Tapi, kita harus meninjau dulu bangunan yang lebih layak untuk  mendukung kegiatan belajar mengajar,&amp;rdquo; tutup dia.
</description><content:encoded>MEMPAWAH - Meski sempat diguyur hujan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat masih saja terjadi. Bahkan yang terparah di Kabupaten Mempawah.

Api yang membakar lahan di sana juga merembet ke bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 19 di Dusun Tekam Telayar, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur. Akhirnya, bangunan sekolah hangus dan sebagain rata dengan tanah.

Beruntung, dua rumah warga yang berada didekat bangunan sekolah dapat diselamatkan dari api. Insiden ini terjadi pada Sabtu 17 Agustus 2019 sekitar pukul 11.00 WIB. Tepat pada peringatan hari kemerdekaan republik ini.

Berdasarkan pantauan dan informasi di lapangan, api memang sudah membakar lahan gambut di kawasan tersebut sejak pekan lalu. Warga dan petugas memang sudah melakukan upaya pemadaman dan segala antisipasi saat itu. Termasuk mengungsikan dua kepala keluarga (KK) yang terpapar asap kala itu.



Namun, teriknya matahari dan kekeringan saat ini membuat api kembali menyala dan merambat. &quot;Seminggu lalu, api memang nyaris melalap bangunan sekolah, tapi dapat diantisipasi warga. Namun kali ini api akibat karhutla tak dapat dibendung. Kandungan gambut tebal menyebabkan api meresap ke dalam dan membakar setiap bangunan yang ada di atasnya,&quot; jelas Sumadi, warga setempat, kemarin.

Menurut pria 40 tahun ini, warga sudah berupaya memadamkan titik api di sekitar bangunan sekolah. Namun, kalah tenaga. Sebab, pada saat kejadian, hanya ada tersisa beberapa warga yang tinggal di sekitar bangunan sekolah itu.

Karena sebagian warga lainnya pergi ke Desa Sejegi untuk menyaksikan perlombaan peringatan HUT ke-74 RI. Pemadaman dilakukan pun dengan menggunakan alat seadanya. Yakni mesin manual yang disiapkan Pemerintah Desa Sejegi dan BPBD Kabupaten Mempawah. &quot;Api dengan cepat menjalar dan membakar bangunan sekolah,&quot; tutur Sumadi.

Mulanya, diceritakan Sumadi, api membakar pondasi dan lantai bangunan SDN 19 Telayar. Kemudian, menjalar ke dinding hingga akhirnya merobohkan bangunan yang terdiri dari empat ruangan itu.



Kepala SDN 19 Telayar, Dedi Setyawan mengatakan, meski ditimpa musibah ini, pihaknya siap memberikan pelayanan pendidikan meskipun harus menumpang ke bangunan lainnya.

&amp;ldquo;Kami masih menunggu petunjuk dari Dinas Pendidikan untuk menentukan lokasi gedung yang akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kita tetap akan melakukan aktivitas belajar mengajar seperti biasanya,&amp;rdquo; ujarnya.

Sementara itu, Bupati Mempawah, Hj Erlina sudah memerintahkan Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disdikporapar) untuk turun ke lapangan dan melihat langsung kondisi sekolah. Hal itu demi mengambil langkah cepat terkuat musibah tersebut.

&amp;ldquo;Kami akan bergerak cepat untuk mengatasi permasalahan ini. Kami akan mengambil langkah tepat agar siswa di SDN 19 Telayar tetap mendapatkan pelayanan pendidikan dengan baik,&amp;rdquo; ucapnya.

Istri Wakil Gubernur Kalbar ini juga mengaku tidak ingin anak-anak di  Dusun Telayar terhambat aktivitas belajar mengajarnya, karena bangunan  sekolahnya hangus. Sebab, kata dia, pendidikan sangat penting dalam  menunjang pertumbuhan dan perkembangan generasi muda. Khususnya di  Kabupaten Mempawah.

&amp;ldquo;Apapun kondisi dan kesulitannya, anak-anak tidak boleh putus  belajar. Yang terpenting anak-anak tetap harus belajar dan mendapatkan  pelayanan pendidikan sebaik mungkin,&amp;rdquo; tegasnya.

Sementara itu, Plt Kadisdikporapar Kabupaten Mempawah, Drs. Sawardi  mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Desa Sejegi  untuk mencarikan bangunan sementara yang dapat menampung aktivitas  belajar mengajar siswa-siswi SDN 19 Telayar.

Sambil menunggu, sementara waktu kegiatan belajar mengajar akan  dilaksanakan di Posyandu atau gedung PAUD di sekitar Dusun Telayar.  &quot;Tapi, kita harus meninjau dulu bangunan yang lebih layak untuk  mendukung kegiatan belajar mengajar,&amp;rdquo; tutup dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
