<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Media Asing Diminta Objektif Dalam Memberitakan Kericuhan di Manokwari   </title><description>Kondisi Manokwari, Papua Barat hingga saat ini berangsur kondusif dan aman pasca-kerusuhan yang terjadi.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/19/337/2094039/media-asing-diminta-objektif-dalam-memberitakan-kericuhan-di-manokwari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/19/337/2094039/media-asing-diminta-objektif-dalam-memberitakan-kericuhan-di-manokwari"/><item><title> Media Asing Diminta Objektif Dalam Memberitakan Kericuhan di Manokwari   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/19/337/2094039/media-asing-diminta-objektif-dalam-memberitakan-kericuhan-di-manokwari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/19/337/2094039/media-asing-diminta-objektif-dalam-memberitakan-kericuhan-di-manokwari</guid><pubDate>Senin 19 Agustus 2019 21:58 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/19/337/2094039/media-asing-diminta-objektif-dalam-memberitakan-kericuhan-di-manokwari-imf43lFOH0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Sindo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/19/337/2094039/media-asing-diminta-objektif-dalam-memberitakan-kericuhan-di-manokwari-imf43lFOH0.jpg</image><title>Foto: Sindo</title></images><description>
JAKARTA - Kondisi Manokwari, Papua Barat hingga saat ini berangsur kondusif dan aman pasca-kerusuhan yang terjadi. Namun, Ketua Fraksi NasDem DPR RI, Ahmad Ali menyesalkan pemberitaan sejumlah media Asing yang terkesan membangun narasi bahwa reaksi warga Papua atas kerusuhan yang saat ini terjadi merupakan efek dari kebijakan rasis Indonesia.

&quot;Sangat disesalkan, banyak media asing menggoreng isu kemarahan warga Papua atas perbuatan oknum, sebagai reaksi sebagai kebijakan rasis Indonesia,&quot; ujar Ahmad Ali kepada wartawan, Senin (19/8/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: Soal Papua, Kiai Said Aqil Imbau Antar Umat Beragama Harus Saling Menghormati
Ia meminta kepada media Asing agar obyektif dalam memandang proses dan fakta kebijakan Pemerintah pusat di Papua saat ini. Karena lima tahun terakhir, transformasi besar dilakukan di Papua, mulai dari otonomi khusus, infrastruktur, energi, dan apresiasi kebudayaan, sungguh fokus dilakukan oleh Presiden Jokowi.

&quot;Jadi kalau ada narasi kebijakan rasisme, sungguh sangat disayangkan,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Demo Papua Meluas, Kericuhan Sempat Terjadi di Bandara dan Lapas Sorong

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wOC8xOS8xLzEyMDU1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ia juga menilai, negara sudah memberikan sentuhan yang terbaik di Papua untuk menciptakan kesejajaran Papua dengan daerah lain.

&quot;Yang pertama dilakukan pak Jokowi yang sangat urgen adalah BBM satu Harga, Divestasi Freeport dengan pelibatan saham daerah, pembangunan infrastruktur. Stadion megah dan akan sebentar lagi melaksanakan Pekan Olah Raga Nasional (PON). Lalu pada bagian mana kebijakan negara yang dianggap bersifat rasis,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Kondisi Manokwari, Papua Barat hingga saat ini berangsur kondusif dan aman pasca-kerusuhan yang terjadi. Namun, Ketua Fraksi NasDem DPR RI, Ahmad Ali menyesalkan pemberitaan sejumlah media Asing yang terkesan membangun narasi bahwa reaksi warga Papua atas kerusuhan yang saat ini terjadi merupakan efek dari kebijakan rasis Indonesia.

&quot;Sangat disesalkan, banyak media asing menggoreng isu kemarahan warga Papua atas perbuatan oknum, sebagai reaksi sebagai kebijakan rasis Indonesia,&quot; ujar Ahmad Ali kepada wartawan, Senin (19/8/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: Soal Papua, Kiai Said Aqil Imbau Antar Umat Beragama Harus Saling Menghormati
Ia meminta kepada media Asing agar obyektif dalam memandang proses dan fakta kebijakan Pemerintah pusat di Papua saat ini. Karena lima tahun terakhir, transformasi besar dilakukan di Papua, mulai dari otonomi khusus, infrastruktur, energi, dan apresiasi kebudayaan, sungguh fokus dilakukan oleh Presiden Jokowi.

&quot;Jadi kalau ada narasi kebijakan rasisme, sungguh sangat disayangkan,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Demo Papua Meluas, Kericuhan Sempat Terjadi di Bandara dan Lapas Sorong

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wOC8xOS8xLzEyMDU1Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ia juga menilai, negara sudah memberikan sentuhan yang terbaik di Papua untuk menciptakan kesejajaran Papua dengan daerah lain.

&quot;Yang pertama dilakukan pak Jokowi yang sangat urgen adalah BBM satu Harga, Divestasi Freeport dengan pelibatan saham daerah, pembangunan infrastruktur. Stadion megah dan akan sebentar lagi melaksanakan Pekan Olah Raga Nasional (PON). Lalu pada bagian mana kebijakan negara yang dianggap bersifat rasis,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
