<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Identifikasi 5 Akun Medsos Provokasi Pemicu Demo di Papua Barat</title><description>Polisi mengidentifikasi adanya lima akun medsos berisikan konten provokatif yang diduga sebagai pemicu aksi demonstrasi di Manokwari</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/20/337/2094326/polri-identifikasi-5-akun-medsos-provokasi-pemicu-demo-di-papua-barat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/20/337/2094326/polri-identifikasi-5-akun-medsos-provokasi-pemicu-demo-di-papua-barat"/><item><title>Polri Identifikasi 5 Akun Medsos Provokasi Pemicu Demo di Papua Barat</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/20/337/2094326/polri-identifikasi-5-akun-medsos-provokasi-pemicu-demo-di-papua-barat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/20/337/2094326/polri-identifikasi-5-akun-medsos-provokasi-pemicu-demo-di-papua-barat</guid><pubDate>Selasa 20 Agustus 2019 15:23 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/20/337/2094326/polri-identifikasi-5-akun-medsos-provokasi-pemicu-demo-di-papua-barat-NTgc6cp8td.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Hoax (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/20/337/2094326/polri-identifikasi-5-akun-medsos-provokasi-pemicu-demo-di-papua-barat-NTgc6cp8td.jpg</image><title>Ilustrasi Hoax (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengidentifikasi adanya lima akun media sosial (medsos) berisikan konten provokatif yang diduga sebagai pemicu aksi demonstrasi di Manokwari, Papua Barat.
&quot;Ada lima akun ya. bukan hanya satu, tapi beberapa yang mencoba untuk memviralkan narasi-narasi maupun video provokatif,&quot; kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dikantornya, Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2019).
Dedi mengungkapkan, lima akun itu berasal dari media sosial YouTube, Facebook, dan Instagram. Saat ini, kata Dedi, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap akun tersebut.
&quot;Di Facebook ternyata ada beberapa akun yang mencoba memviralkan narasi atau video provokatif. Kemudian ada akun instagram. Apabila sudah update kita sampaikan,&quot; ujar Dedi.

Baca Juga: Gelar Aksi Demo di Makassar, Mahasiswa Papua: Kami Ingin Pulang
Dedi menegaskan jika foto maupun video yang beredar di media sosial adalah berita bohong alias hoaks. Selain itu, kata Dedi, pihaknya akan mendalami beredarnya selebaran-selebaran ajakan untuk menggelar unjuk rasa.
&quot;Iya foto, maupun video jelas itu hoaks. Kami akan dalami semua, baik data-data maupun bukti-bukti digital maupun yang konvensional untuk mengetahui titik terang, siapa menjadi penyebar, dan terindikasi  yang bersangkutan ada unsur kesengajaan,&quot; tutup Dedi.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengidentifikasi adanya lima akun media sosial (medsos) berisikan konten provokatif yang diduga sebagai pemicu aksi demonstrasi di Manokwari, Papua Barat.
&quot;Ada lima akun ya. bukan hanya satu, tapi beberapa yang mencoba untuk memviralkan narasi-narasi maupun video provokatif,&quot; kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dikantornya, Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2019).
Dedi mengungkapkan, lima akun itu berasal dari media sosial YouTube, Facebook, dan Instagram. Saat ini, kata Dedi, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap akun tersebut.
&quot;Di Facebook ternyata ada beberapa akun yang mencoba memviralkan narasi atau video provokatif. Kemudian ada akun instagram. Apabila sudah update kita sampaikan,&quot; ujar Dedi.

Baca Juga: Gelar Aksi Demo di Makassar, Mahasiswa Papua: Kami Ingin Pulang
Dedi menegaskan jika foto maupun video yang beredar di media sosial adalah berita bohong alias hoaks. Selain itu, kata Dedi, pihaknya akan mendalami beredarnya selebaran-selebaran ajakan untuk menggelar unjuk rasa.
&quot;Iya foto, maupun video jelas itu hoaks. Kami akan dalami semua, baik data-data maupun bukti-bukti digital maupun yang konvensional untuk mengetahui titik terang, siapa menjadi penyebar, dan terindikasi  yang bersangkutan ada unsur kesengajaan,&quot; tutup Dedi.</content:encoded></item></channel></rss>
