<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Dugaan Ujaran Rasis ke Mahasiswa Papua, Menhan: Hukum Harus Ditegakkan</title><description>Ryamizard mengatakan siapa pun yang melakukan rasisme akan berurusan dengan hukum.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/20/337/2094332/soal-dugaan-ujaran-rasis-ke-mahasiswa-papua-menhan-hukum-harus-ditegakkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/20/337/2094332/soal-dugaan-ujaran-rasis-ke-mahasiswa-papua-menhan-hukum-harus-ditegakkan"/><item><title>Soal Dugaan Ujaran Rasis ke Mahasiswa Papua, Menhan: Hukum Harus Ditegakkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/20/337/2094332/soal-dugaan-ujaran-rasis-ke-mahasiswa-papua-menhan-hukum-harus-ditegakkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/20/337/2094332/soal-dugaan-ujaran-rasis-ke-mahasiswa-papua-menhan-hukum-harus-ditegakkan</guid><pubDate>Selasa 20 Agustus 2019 15:47 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/20/337/2094332/soal-dugaan-ujaran-rasis-ke-mahasiswa-papua-menhan-hukum-harus-ditegakkan-XCKJyYST8o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhan Ryamizard Ryacudu (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/20/337/2094332/soal-dugaan-ujaran-rasis-ke-mahasiswa-papua-menhan-hukum-harus-ditegakkan-XCKJyYST8o.jpg</image><title>Menhan Ryamizard Ryacudu (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu enggan menanggapi lebih jauh mengenai kata-kata rasis dan penghinaan yang diduga dilakukan massa dari beberapa ormas serta aparat saat mengepung asrama mahasiswa Papua di Surabaya.
&quot;Saya belum tahu,&quot; kata Ryamizard di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019).
Namun demikian, Ryamizard mengatakan siapa pun yang melakukan rasisme akan berurusan dengan hukum. Dalam dugaan kasus ini, ia enggan berkomentar lebih jauh.
&quot;Tapi siapa saja mau kita, atau orang Papua salah ya berurusan dengan hukum, itu saja, siapa saja. Saya belum tahu nanti ya dari pada salah-salah. Intinya hukum harus ditegakkan. Itu saja intinya,&quot; jelasnya.

Baca Juga: Ratusan Orang di Sorong Papua Barat Kembali Turun ke Jalan
Masyarakat di Papua dan Papua Barat, Senin 19 Agustus kemarin, berunjuk rasa besar-besaran memprotes penangkapan dan tindakan rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya.
Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya sempat dikepung massa dari beberapa ormas dan pria berpakaian militer atas tuduhan pembuangan bendera merah putih. Saat itulah, penghuni asrama diduga mendapat serangan verbal kata-kata rasis dan penghinaan.Polisi ikut menyambangi Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya dan  menembakkan gas air mata untuk menangkap 43 penghuni asrama itu, dengan  alasan mau diminta keterangan terkait dugaan pembuangan bendera merah  putih. Belakangan polisi melepaskan mereka.
Sebelumnya, warga di Malang juga bentrok dengan mahasiswa asal Papua yang hendak berunjuk rasa menuntut keadilan.
Masyarakat di Papua dan Papua Barat kemarin turun ke jalan memprotes  aksi yang menimpa mahasiswa mereka di Jawa Timur. Demo di Manokwari dan  Sorong diwarnai kerusuhan. Beberapa kantor pemerintahan dibakar,  jalan-jalan utama diblokade dan fasilitas umum ikut dirusak massa.
Pemerintah menyayangkan kerusuhan tersebut dan meminta polisi mengusut siapa pelaku rasis yang memicu kerusuhan.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, kerusuhan terjadi di  Manokwari ada kaitannya dengan peristiwa yang terjadi di Malang dan  Surabaya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu enggan menanggapi lebih jauh mengenai kata-kata rasis dan penghinaan yang diduga dilakukan massa dari beberapa ormas serta aparat saat mengepung asrama mahasiswa Papua di Surabaya.
&quot;Saya belum tahu,&quot; kata Ryamizard di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019).
Namun demikian, Ryamizard mengatakan siapa pun yang melakukan rasisme akan berurusan dengan hukum. Dalam dugaan kasus ini, ia enggan berkomentar lebih jauh.
&quot;Tapi siapa saja mau kita, atau orang Papua salah ya berurusan dengan hukum, itu saja, siapa saja. Saya belum tahu nanti ya dari pada salah-salah. Intinya hukum harus ditegakkan. Itu saja intinya,&quot; jelasnya.

Baca Juga: Ratusan Orang di Sorong Papua Barat Kembali Turun ke Jalan
Masyarakat di Papua dan Papua Barat, Senin 19 Agustus kemarin, berunjuk rasa besar-besaran memprotes penangkapan dan tindakan rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya.
Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya sempat dikepung massa dari beberapa ormas dan pria berpakaian militer atas tuduhan pembuangan bendera merah putih. Saat itulah, penghuni asrama diduga mendapat serangan verbal kata-kata rasis dan penghinaan.Polisi ikut menyambangi Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya dan  menembakkan gas air mata untuk menangkap 43 penghuni asrama itu, dengan  alasan mau diminta keterangan terkait dugaan pembuangan bendera merah  putih. Belakangan polisi melepaskan mereka.
Sebelumnya, warga di Malang juga bentrok dengan mahasiswa asal Papua yang hendak berunjuk rasa menuntut keadilan.
Masyarakat di Papua dan Papua Barat kemarin turun ke jalan memprotes  aksi yang menimpa mahasiswa mereka di Jawa Timur. Demo di Manokwari dan  Sorong diwarnai kerusuhan. Beberapa kantor pemerintahan dibakar,  jalan-jalan utama diblokade dan fasilitas umum ikut dirusak massa.
Pemerintah menyayangkan kerusuhan tersebut dan meminta polisi mengusut siapa pelaku rasis yang memicu kerusuhan.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, kerusuhan terjadi di  Manokwari ada kaitannya dengan peristiwa yang terjadi di Malang dan  Surabaya.</content:encoded></item></channel></rss>
