<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Soal Tudingan Penodaan Simbol Agama, UAS: Saya Tak Perlu Minta Maaf   </title><description>Ustadz Abdul Somad mengaku dirinya tak perlu meminta maaf atas ceramahnya yang diduga menodai sebuah simbol agama.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/21/337/2094899/soal-tudingan-penodaan-simbol-agama-uas-saya-tak-perlu-minta-maaf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/21/337/2094899/soal-tudingan-penodaan-simbol-agama-uas-saya-tak-perlu-minta-maaf"/><item><title> Soal Tudingan Penodaan Simbol Agama, UAS: Saya Tak Perlu Minta Maaf   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/21/337/2094899/soal-tudingan-penodaan-simbol-agama-uas-saya-tak-perlu-minta-maaf</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/21/337/2094899/soal-tudingan-penodaan-simbol-agama-uas-saya-tak-perlu-minta-maaf</guid><pubDate>Rabu 21 Agustus 2019 17:58 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/21/337/2094899/soal-tudingan-penodaan-simbol-agama-uas-saya-tak-perlu-minta-maaf-kcxqUc45ks.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ustadz Abdul Somad (foto: Fadel/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/21/337/2094899/soal-tudingan-penodaan-simbol-agama-uas-saya-tak-perlu-minta-maaf-kcxqUc45ks.jpg</image><title>Ustadz Abdul Somad (foto: Fadel/Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Ustadz Abdul Somad mengaku dirinya tak perlu meminta maaf atas ceramahnya yang diduga menodai sebuah simbol agama. Menurut dia, apa yang disampaikan dalam video yang viral dan berujung dilaporkan ke pihak kepolisian itu merupakan penjelasan dari sebuah ajaran agama Islam.

&quot;Saya menjelaskan tentang akidah agama saya di tengah komunitas umat islam di dalam rumah ibadah (masjid) saya. Bahwa kemudian ada orang yang tersinggung dengan penjelasan saya, apakah saya harus meminta maaf?&quot; kata UAS di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019.

Ia mengibaratkan ucapan itu seperti  makna yang terkandung di dalam surat Al-Maidah-73.

&quot;Artinya, sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: &quot;Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga. Otomatis orang yang mendengar itu tersinggung atau tidak? tersinggung? apakah perlu saya meminta maaf?,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Terkait video ceramahnya yang viral, UAS menyebut bahwa dia tidak berhak untuk meminta kepada jamaahnya untuk menonaktifkan telepon seluler mereka saat dirinya sedang berdakwah.

&quot;Saya (ceramah) dimana-mana, HP orang hidup, merekam, tak bisa saya larang itu. Tak mungkin kemudian saya buat perjanjian 'semua yang masuk sini (tanda tangan) dengan materai 6 ribu, jangan disebarkan'. Payah sekali ceramah ni sekarang,&quot; kata UAS.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Ustadz Abdul Somad mengaku dirinya tak perlu meminta maaf atas ceramahnya yang diduga menodai sebuah simbol agama. Menurut dia, apa yang disampaikan dalam video yang viral dan berujung dilaporkan ke pihak kepolisian itu merupakan penjelasan dari sebuah ajaran agama Islam.

&quot;Saya menjelaskan tentang akidah agama saya di tengah komunitas umat islam di dalam rumah ibadah (masjid) saya. Bahwa kemudian ada orang yang tersinggung dengan penjelasan saya, apakah saya harus meminta maaf?&quot; kata UAS di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019.

Ia mengibaratkan ucapan itu seperti  makna yang terkandung di dalam surat Al-Maidah-73.

&quot;Artinya, sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: &quot;Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga. Otomatis orang yang mendengar itu tersinggung atau tidak? tersinggung? apakah perlu saya meminta maaf?,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Terkait video ceramahnya yang viral, UAS menyebut bahwa dia tidak berhak untuk meminta kepada jamaahnya untuk menonaktifkan telepon seluler mereka saat dirinya sedang berdakwah.

&quot;Saya (ceramah) dimana-mana, HP orang hidup, merekam, tak bisa saya larang itu. Tak mungkin kemudian saya buat perjanjian 'semua yang masuk sini (tanda tangan) dengan materai 6 ribu, jangan disebarkan'. Payah sekali ceramah ni sekarang,&quot; kata UAS.
</content:encoded></item></channel></rss>
