<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Triad, Kelompok Kriminal yang Berperan dalam Sejarah China dan Hong Kong</title><description>Meski identik dengan kejahatan terorganisir, masyarakat triad ternyata memiliki peran dalam perjalanan sejarah China dan Hong Kong.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/22/18/2094948/triad-kelompok-kriminal-yang-berperan-dalam-sejarah-china-dan-hong-kong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/22/18/2094948/triad-kelompok-kriminal-yang-berperan-dalam-sejarah-china-dan-hong-kong"/><item><title>Triad, Kelompok Kriminal yang Berperan dalam Sejarah China dan Hong Kong</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/22/18/2094948/triad-kelompok-kriminal-yang-berperan-dalam-sejarah-china-dan-hong-kong</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/22/18/2094948/triad-kelompok-kriminal-yang-berperan-dalam-sejarah-china-dan-hong-kong</guid><pubDate>Kamis 22 Agustus 2019 08:00 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/21/18/2094948/triad-kelompok-kriminal-yang-berperan-dalam-sejarah-china-dan-hong-kong-nqcyV41IxH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/21/18/2094948/triad-kelompok-kriminal-yang-berperan-dalam-sejarah-china-dan-hong-kong-nqcyV41IxH.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>DI TENGAH memanasnya demonstrasi yang terjadi di Hong Kong dalam beberapa bulan terakhir, telah terjadi sejumlah aksi kekerasan, baik yang dilakukan oleh polisi terhadap demonstran mau pun sebaliknya.
Namun, salah satu insiden yang menelan korban dari kalangan warga sipil, bahkan warga asing pada Juli memunculkan dugaan akan adanya keterlibatan kelompok terorganisir lain dalam demonstrasi-demonstrasi yang terjadi, kelompok yang dikenal sebagai masyarakat triad.
Pada 21 Juli 2019, sekelompok orang bersenjata tongkat yang mengenakan kaus putih dan topeng melakukan penyerangan terhadap para penumpang kereta di peron stasiun MRT Yuen Long, Hong Kong. Sebanyak 45 orang terluka dalam serangan itu, dengan satu orang dalam keadaan kritis.

Foto: Reuters
Banyak pihak, termasuk dari kalangan pejabat dan politisi Hong Kong menuding triad berada di balik serangan tersebut. Tidak sedikit juga yang mengaitkan kelompok tersebut dengan pemerintah China, mengingat sebagian besar korban adalah orang-orang yang baru saja kembali dari demonstrasi menentang RUU anti-ekstradisi yang didorong Beijing di Hong Kong.
Menurut beberapa sumber yang dikutip Okezone, triad ternyata memiliki sejarah yang panjang dan keterlibatan dalam peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di China dan Hong Kong.
Bagi sebagian besar orang, triad identik dengan organisasi kejahatan yang terorganisir, walaupun ternyata hal itu tidak selalu benar. Sebagai sebuah kelompok, triad memiliki sejarah yang panjang di China, bahkan sebelum negara itu menjadi sebuah republik, dan juga memiliki peran dalam perkembangan Hong Kong.
BACA JUGA: Gerombolan Bersenjata Serang Stasiun Kereta Hong Kong, Lukai Puluhan Orang
Menurut Profesor T. Wing Lo dari departemen ilmu sosial dan perilaku Universitas Hong Kong, triad dibentuk pada abad ke-17 di China dan memiliki &amp;ldquo;doktrin patriotik yang kuat, menekankan pada nilai-nilai seperti kesetiaan, kebenaran, kerahasiaan dan persaudaraan&amp;rdquo;. Pada awal pembentukannya, kelompok itu bertujuan untuk menggulingkan Dinasti Qing yang berkuasa dan mengembalikan pemerintahan Dinasti Ming.
Masyarakat triad pada saat itu dikenal sebagai Masyarakat Surga dan Langit  (Hung Mun, Tien Tei Wei) atau Masyarakat Tiga Serikat (San Ho Hui), yang merujuk pada tiga unsur: surga, bumi dan manusia.
Triad telah aktif sejak masa awal pendudukan Inggris di Hong Kong pada 1840-an, bahkan kata &amp;lsquo;triad&amp;rsquo; yang saat ini digunakan untuk menyebut masyarakat itu pertama kali digunakan oleh otoritas Inggris pada masa kolonial Hong Kong, merujuk pada simbol segitiga yang digunakan di bendera dan panji-panji yang digunakan kelompok-kelompok rahasia tersebut.


Keberadaan triad ternyata mengganggu pemerintahan kolonial di Hong Kong,  sehingga Inggris mengesahkan undang-undang yang mengkriminalisasi  kelompok-kelompok semacam itu untuk memperkuat pemerintahan mereka di  Hong Kong. Penangkapan terhadap anggota-anggota triad pertama kali  didokumentasikan pada 1840-an.
Di China daratan, masyarakat triad berkontribusi pada Revolusi 1911  atau yang dikenal sebagai Revolusi Xinhai dan menggulingkan Dinasti Qing  sebagai kekaisaran terakhir dan mendorong terbentuknya Republik China.  Dr. Sun Yat Sen yang menjadi presiden pertama Republik China adalah  seorang anggota triad.
Setelah mencapai tujuan politiknya dengan tergulingnya Dinasti Qing,  pada masa Republik China, cara operasi masyarakat triad mulai berubah  mendekati sebuah bisnis atau asosiasi. Dan bagi beberapa orang,  keanggotaan mereka di triad merupakan modal sosial besar yang dapat  dimanfaatkan untuk mendapatkan bantuan dan melakukan monopoli usaha.

Anggota triad pelaku pemukulan di Yuen Long, Hong Kong, 21 Juli 2019. (Foto: Reuters)
Laporan South China Morning Post mengatakan bahwa triad bukanlah  sebuah organisasi yang terpusat secara struktural, melainkan kumpulan  dari jaringan sosial di bawah satu bendera. Karenanya, anggota triad  memiliki kebebasan yang cukup besar dalam melakukan kegiatan bisnis  mereka sendiri, dan operasinya jarang dilakukan pengawasan &quot;eksekutif&quot;.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/7BAaL9RLX-E&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Video: YouTube/Blue Global.
Pada tahun-tahun berikutnya, triad terus melakukan kegiatan bisnisnya di Hong Kong, berpihak pada siapa yang membayar mereka.
Selama penyerangan Jepang terhadap pemerintah kolonial Inggris pada  Pertempuran Hong Kong 1941, triad merencanakan pembantaian orang  Kaukasia dalam upaya untuk mengakhiri konflik. Dokumen rahasia  menunjukkan bahwa intelijen Jepang membayar triad, yang kemudian  memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana tersebut setelah menerima  pembayaran lebih lanjut dari Inggris.
Anggota triad juga dilaporkan turut direkrut oleh Kuomintang selama  perang sipil China, bahkan setelah perang seorang perwira tinggi  Kuomintang, Letnan Jenderal Kot Siu-wong membentuk kelompok triad  terkemuka yang dikenal dengan nama 14K, sebagai sebuah grup anti  komunis.
Antara 1989 dan 1997, pemilik kapal dengan koneksi triad   menyelundupkan para pembangkang keluar dari Tiongkok dengan bayaran   dalam Operasi Burung Kuning. Sedangkan pada 2014, triad diduga mendukung   kelompok anti-Occupy dalam demonstrasi Occupy Movement di Hong Kong.
BACA JUGA: Geng Triad Diduga Jadi Dalang Pemukulan Massa Pro-Demokrasi Hong Kong
Masyarakat triad selalu menjadi masalah di Hong Kong tetapi dapat   ditangani secara cukup baik selama masa pemerintahan Inggris. Namun,   setelah penyerahterimaan Hong Kong ke China, tindakan keras tidak   dilakukan oleh otoritas seperti saat Inggris memegang kendali.
&quot;Sayangnya, selama periode sejak penyerahan 1997, pihak berwenang   Hong Kong belum menindak mereka dengan tingkat yang sama seperti yang   dilakukan oleh pemerintah Inggris sebelumnya,&quot; kata Mantan Kepala Biro   Intelijen Kriminal Kepolisian Hong Kong, Steve Vickers dalam surel yang   dilansir CBC.
Saat ini diperkirakan hingga 100.000 anggota triad beroperasi di Hong   Kong, dengan sebagian besar memilih untuk menjauh dari sorotan. Sulit   untuk menentukan secara pasti apakah triad memang terlibat dalam   kekerasan yang terjadi selama demonstrasi besar di Hong Kong beberapa   pekan terakhir, terutama dalam penyerangan terhadap warga sipil yang   terjadi di stasiun kereta Yuen Long pada Juli.</description><content:encoded>DI TENGAH memanasnya demonstrasi yang terjadi di Hong Kong dalam beberapa bulan terakhir, telah terjadi sejumlah aksi kekerasan, baik yang dilakukan oleh polisi terhadap demonstran mau pun sebaliknya.
Namun, salah satu insiden yang menelan korban dari kalangan warga sipil, bahkan warga asing pada Juli memunculkan dugaan akan adanya keterlibatan kelompok terorganisir lain dalam demonstrasi-demonstrasi yang terjadi, kelompok yang dikenal sebagai masyarakat triad.
Pada 21 Juli 2019, sekelompok orang bersenjata tongkat yang mengenakan kaus putih dan topeng melakukan penyerangan terhadap para penumpang kereta di peron stasiun MRT Yuen Long, Hong Kong. Sebanyak 45 orang terluka dalam serangan itu, dengan satu orang dalam keadaan kritis.

Foto: Reuters
Banyak pihak, termasuk dari kalangan pejabat dan politisi Hong Kong menuding triad berada di balik serangan tersebut. Tidak sedikit juga yang mengaitkan kelompok tersebut dengan pemerintah China, mengingat sebagian besar korban adalah orang-orang yang baru saja kembali dari demonstrasi menentang RUU anti-ekstradisi yang didorong Beijing di Hong Kong.
Menurut beberapa sumber yang dikutip Okezone, triad ternyata memiliki sejarah yang panjang dan keterlibatan dalam peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di China dan Hong Kong.
Bagi sebagian besar orang, triad identik dengan organisasi kejahatan yang terorganisir, walaupun ternyata hal itu tidak selalu benar. Sebagai sebuah kelompok, triad memiliki sejarah yang panjang di China, bahkan sebelum negara itu menjadi sebuah republik, dan juga memiliki peran dalam perkembangan Hong Kong.
BACA JUGA: Gerombolan Bersenjata Serang Stasiun Kereta Hong Kong, Lukai Puluhan Orang
Menurut Profesor T. Wing Lo dari departemen ilmu sosial dan perilaku Universitas Hong Kong, triad dibentuk pada abad ke-17 di China dan memiliki &amp;ldquo;doktrin patriotik yang kuat, menekankan pada nilai-nilai seperti kesetiaan, kebenaran, kerahasiaan dan persaudaraan&amp;rdquo;. Pada awal pembentukannya, kelompok itu bertujuan untuk menggulingkan Dinasti Qing yang berkuasa dan mengembalikan pemerintahan Dinasti Ming.
Masyarakat triad pada saat itu dikenal sebagai Masyarakat Surga dan Langit  (Hung Mun, Tien Tei Wei) atau Masyarakat Tiga Serikat (San Ho Hui), yang merujuk pada tiga unsur: surga, bumi dan manusia.
Triad telah aktif sejak masa awal pendudukan Inggris di Hong Kong pada 1840-an, bahkan kata &amp;lsquo;triad&amp;rsquo; yang saat ini digunakan untuk menyebut masyarakat itu pertama kali digunakan oleh otoritas Inggris pada masa kolonial Hong Kong, merujuk pada simbol segitiga yang digunakan di bendera dan panji-panji yang digunakan kelompok-kelompok rahasia tersebut.


Keberadaan triad ternyata mengganggu pemerintahan kolonial di Hong Kong,  sehingga Inggris mengesahkan undang-undang yang mengkriminalisasi  kelompok-kelompok semacam itu untuk memperkuat pemerintahan mereka di  Hong Kong. Penangkapan terhadap anggota-anggota triad pertama kali  didokumentasikan pada 1840-an.
Di China daratan, masyarakat triad berkontribusi pada Revolusi 1911  atau yang dikenal sebagai Revolusi Xinhai dan menggulingkan Dinasti Qing  sebagai kekaisaran terakhir dan mendorong terbentuknya Republik China.  Dr. Sun Yat Sen yang menjadi presiden pertama Republik China adalah  seorang anggota triad.
Setelah mencapai tujuan politiknya dengan tergulingnya Dinasti Qing,  pada masa Republik China, cara operasi masyarakat triad mulai berubah  mendekati sebuah bisnis atau asosiasi. Dan bagi beberapa orang,  keanggotaan mereka di triad merupakan modal sosial besar yang dapat  dimanfaatkan untuk mendapatkan bantuan dan melakukan monopoli usaha.

Anggota triad pelaku pemukulan di Yuen Long, Hong Kong, 21 Juli 2019. (Foto: Reuters)
Laporan South China Morning Post mengatakan bahwa triad bukanlah  sebuah organisasi yang terpusat secara struktural, melainkan kumpulan  dari jaringan sosial di bawah satu bendera. Karenanya, anggota triad  memiliki kebebasan yang cukup besar dalam melakukan kegiatan bisnis  mereka sendiri, dan operasinya jarang dilakukan pengawasan &quot;eksekutif&quot;.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/7BAaL9RLX-E&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Video: YouTube/Blue Global.
Pada tahun-tahun berikutnya, triad terus melakukan kegiatan bisnisnya di Hong Kong, berpihak pada siapa yang membayar mereka.
Selama penyerangan Jepang terhadap pemerintah kolonial Inggris pada  Pertempuran Hong Kong 1941, triad merencanakan pembantaian orang  Kaukasia dalam upaya untuk mengakhiri konflik. Dokumen rahasia  menunjukkan bahwa intelijen Jepang membayar triad, yang kemudian  memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana tersebut setelah menerima  pembayaran lebih lanjut dari Inggris.
Anggota triad juga dilaporkan turut direkrut oleh Kuomintang selama  perang sipil China, bahkan setelah perang seorang perwira tinggi  Kuomintang, Letnan Jenderal Kot Siu-wong membentuk kelompok triad  terkemuka yang dikenal dengan nama 14K, sebagai sebuah grup anti  komunis.
Antara 1989 dan 1997, pemilik kapal dengan koneksi triad   menyelundupkan para pembangkang keluar dari Tiongkok dengan bayaran   dalam Operasi Burung Kuning. Sedangkan pada 2014, triad diduga mendukung   kelompok anti-Occupy dalam demonstrasi Occupy Movement di Hong Kong.
BACA JUGA: Geng Triad Diduga Jadi Dalang Pemukulan Massa Pro-Demokrasi Hong Kong
Masyarakat triad selalu menjadi masalah di Hong Kong tetapi dapat   ditangani secara cukup baik selama masa pemerintahan Inggris. Namun,   setelah penyerahterimaan Hong Kong ke China, tindakan keras tidak   dilakukan oleh otoritas seperti saat Inggris memegang kendali.
&quot;Sayangnya, selama periode sejak penyerahan 1997, pihak berwenang   Hong Kong belum menindak mereka dengan tingkat yang sama seperti yang   dilakukan oleh pemerintah Inggris sebelumnya,&quot; kata Mantan Kepala Biro   Intelijen Kriminal Kepolisian Hong Kong, Steve Vickers dalam surel yang   dilansir CBC.
Saat ini diperkirakan hingga 100.000 anggota triad beroperasi di Hong   Kong, dengan sebagian besar memilih untuk menjauh dari sorotan. Sulit   untuk menentukan secara pasti apakah triad memang terlibat dalam   kekerasan yang terjadi selama demonstrasi besar di Hong Kong beberapa   pekan terakhir, terutama dalam penyerangan terhadap warga sipil yang   terjadi di stasiun kereta Yuen Long pada Juli.</content:encoded></item></channel></rss>
