<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sandiaga Minta Semua Pihak Tidak Terprovokasi soal Ceramah UAS</title><description>Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu meminta agar semua pihak menahan diri dan tidak terprovokasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/22/337/2095271/sandiaga-minta-semua-pihak-tidak-terprovokasi-soal-ceramah-uas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/22/337/2095271/sandiaga-minta-semua-pihak-tidak-terprovokasi-soal-ceramah-uas"/><item><title>Sandiaga Minta Semua Pihak Tidak Terprovokasi soal Ceramah UAS</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/22/337/2095271/sandiaga-minta-semua-pihak-tidak-terprovokasi-soal-ceramah-uas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/22/337/2095271/sandiaga-minta-semua-pihak-tidak-terprovokasi-soal-ceramah-uas</guid><pubDate>Kamis 22 Agustus 2019 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/22/337/2095271/sandiaga-minta-semua-pihak-tidak-terprovokasi-soal-ceramah-uas-eh07xPIQbQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sandiaga Uno (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/22/337/2095271/sandiaga-minta-semua-pihak-tidak-terprovokasi-soal-ceramah-uas-eh07xPIQbQ.jpg</image><title>Sandiaga Uno (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sandiaga Solahudin Uno enggan menanggapi banyak perihal video ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) yang belakangan viral lantaran dianggap melecehkan salah satu simbol agama. Namun ia meminta agar persoalan tersebut tidak dibesar-besarkan.
&quot;Saya enggak berkompeten sih untuk berkomentar tentang ustadz Abdul Somad. Saya enggak memiliki kemampuan untuk berkomentar mengenai topik yang diangkat, itu ranahnya MUI,&quot; kata Sandi usai menghadiri diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/8/2018).
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu meminta agar semua pihak menahan diri dan tidak terprovokasi. &quot;Saya ingin kita sejukkan suasana, janganlah kita terlalu membesar-besarkan, mari kita terus merajut tenun kebangsaan kita,&quot; ungkapnya.
Baca Juga: Soal Tudingan Penodaan Simbol Agama, UAS: Saya Tak Perlu Minta Maaf

UAS sendiri sebelumnya sudah memberikan klarifikasi bahwa ceramahnya tersebut dalam konteks menjawab pertanyaan jamaah pengajian, bukan karena dibuat-dibuat oleh dirinya sendiri. Menurut UAS, ini yang harus dipahami dengan baik.
&quot;Yang kedua, itu pengajian di dalam masjid tertutup, bukan di stadion, bukan di lapangan sepakbola, bukan di TV, tapi untuk intern umat Islam untuk menjelaskan pertanyaan tentang patung dan tentang kedudukan Nabi Isa Alaihissalam. Untuk orang Islam dalam Alquran dan Sunnah Nabi Shallallahu`alaihi Wa Sallam,&quot; ujar Ustadz Abdul Somad dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Senin (19/8/2019).Ketiga, sambung UAS, pengajian tersebut terjadi lebih dari tiga tahun  lalu. Sebuah kajian subuh pada hari Sabtu di Masjid An-Nur Pekanbaru.  Di mana, selepas pengajian selama satu jam akan dilanjutkan dengan sesi  tanya jawab dengan jamaah.
&quot;Kenapa diviralkan sekarang? Kenapa dituntut sekarang? Saya serahkan  kepada Allah SWT. Sebagai warga yang baik, saya tidak akan lari, saya  tidak akan mengadu, saya tidak akan takut, karena saya tidak pernah  merasa salah,&quot; tutur Ustadz Abdul Somad.
UAS memastikan, isi ceramah yang disampaikan itu sama sekali tidak ada keinginan untuk merusak persatuan dan kesatuan bangsa.</description><content:encoded>JAKARTA - Sandiaga Solahudin Uno enggan menanggapi banyak perihal video ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) yang belakangan viral lantaran dianggap melecehkan salah satu simbol agama. Namun ia meminta agar persoalan tersebut tidak dibesar-besarkan.
&quot;Saya enggak berkompeten sih untuk berkomentar tentang ustadz Abdul Somad. Saya enggak memiliki kemampuan untuk berkomentar mengenai topik yang diangkat, itu ranahnya MUI,&quot; kata Sandi usai menghadiri diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/8/2018).
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu meminta agar semua pihak menahan diri dan tidak terprovokasi. &quot;Saya ingin kita sejukkan suasana, janganlah kita terlalu membesar-besarkan, mari kita terus merajut tenun kebangsaan kita,&quot; ungkapnya.
Baca Juga: Soal Tudingan Penodaan Simbol Agama, UAS: Saya Tak Perlu Minta Maaf

UAS sendiri sebelumnya sudah memberikan klarifikasi bahwa ceramahnya tersebut dalam konteks menjawab pertanyaan jamaah pengajian, bukan karena dibuat-dibuat oleh dirinya sendiri. Menurut UAS, ini yang harus dipahami dengan baik.
&quot;Yang kedua, itu pengajian di dalam masjid tertutup, bukan di stadion, bukan di lapangan sepakbola, bukan di TV, tapi untuk intern umat Islam untuk menjelaskan pertanyaan tentang patung dan tentang kedudukan Nabi Isa Alaihissalam. Untuk orang Islam dalam Alquran dan Sunnah Nabi Shallallahu`alaihi Wa Sallam,&quot; ujar Ustadz Abdul Somad dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Senin (19/8/2019).Ketiga, sambung UAS, pengajian tersebut terjadi lebih dari tiga tahun  lalu. Sebuah kajian subuh pada hari Sabtu di Masjid An-Nur Pekanbaru.  Di mana, selepas pengajian selama satu jam akan dilanjutkan dengan sesi  tanya jawab dengan jamaah.
&quot;Kenapa diviralkan sekarang? Kenapa dituntut sekarang? Saya serahkan  kepada Allah SWT. Sebagai warga yang baik, saya tidak akan lari, saya  tidak akan mengadu, saya tidak akan takut, karena saya tidak pernah  merasa salah,&quot; tutur Ustadz Abdul Somad.
UAS memastikan, isi ceramah yang disampaikan itu sama sekali tidak ada keinginan untuk merusak persatuan dan kesatuan bangsa.</content:encoded></item></channel></rss>
