<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Dinilai Tak Perlu Bentuk Kementerian Investasi</title><description>Kementerian Investasi dinilai tidak perlu karena saat ini sudah ada BKPM.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/23/337/2095570/jokowi-dinilai-tak-perlu-bentuk-kementerian-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/23/337/2095570/jokowi-dinilai-tak-perlu-bentuk-kementerian-investasi"/><item><title>Jokowi Dinilai Tak Perlu Bentuk Kementerian Investasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/23/337/2095570/jokowi-dinilai-tak-perlu-bentuk-kementerian-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/23/337/2095570/jokowi-dinilai-tak-perlu-bentuk-kementerian-investasi</guid><pubDate>Jum'at 23 Agustus 2019 09:13 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/23/337/2095570/jokowi-dinilai-tak-perlu-bentuk-kementerian-investasi-0HwDJSFYT5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi. (Foto : Arif Julianto/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/23/337/2095570/jokowi-dinilai-tak-perlu-bentuk-kementerian-investasi-0HwDJSFYT5.jpg</image><title>Presiden Jokowi. (Foto : Arif Julianto/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai tidak perlu membentuk Kementerian Investasi. Pasalnya, saat ini sudah ada lembaga setingkat menteri, yaitu Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang dikepalai Thomas Trikasih Lembong.
&quot;Untuk Kementerian Investasi tidak terlalu perlu dan urgen karena sudah ada BKPM,&quot; kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin kepada Okezone, Jumat (23/8/2019).

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/08/17/58446/298892_medium.jpg&quot; alt=&quot;Penampilan Jokowi Pakai Baju Adat Bali di Upacara HUT ke-74 RI&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ujang berpendapat, lebih baik kinerja BKPM dan lembaga terkait lainnya dimaksimalkan. Dengan begitu, tidak terjadi tumpang tindih kewenangan apabila hendak membuat kementerian baru.
&quot;Tinggal dimaksimalkan saja kerja-kerja BKPM dan lembaga terkait lainnya,&quot; ucapnya.

Baca Juga : PDIP Nilai Rencana Jokowi Bentuk Dua Kementerian Baru sebagai Langkah Inovatif

Sementara itu, Ujang menilai Jokowi sah-sah saja bila ingin membentuk Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif. Pasalnya, saat ini tantangan zaman ke depan memang berbasiskan digitalisasi sebagaimana revolusi industri 4.0.
&quot;Untuk Kementerian Digital dan Ekonomi perlu dan bagus-bagus saja karena untuk menghadapi tantangan zaman saat ini dan ke depan,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Jatah 45% Kabinet untuk Parpol, PDIP Yakin Dapat Paling Banyak
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai tidak perlu membentuk Kementerian Investasi. Pasalnya, saat ini sudah ada lembaga setingkat menteri, yaitu Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang dikepalai Thomas Trikasih Lembong.
&quot;Untuk Kementerian Investasi tidak terlalu perlu dan urgen karena sudah ada BKPM,&quot; kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin kepada Okezone, Jumat (23/8/2019).

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/08/17/58446/298892_medium.jpg&quot; alt=&quot;Penampilan Jokowi Pakai Baju Adat Bali di Upacara HUT ke-74 RI&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ujang berpendapat, lebih baik kinerja BKPM dan lembaga terkait lainnya dimaksimalkan. Dengan begitu, tidak terjadi tumpang tindih kewenangan apabila hendak membuat kementerian baru.
&quot;Tinggal dimaksimalkan saja kerja-kerja BKPM dan lembaga terkait lainnya,&quot; ucapnya.

Baca Juga : PDIP Nilai Rencana Jokowi Bentuk Dua Kementerian Baru sebagai Langkah Inovatif

Sementara itu, Ujang menilai Jokowi sah-sah saja bila ingin membentuk Kementerian Digital dan Ekonomi Kreatif. Pasalnya, saat ini tantangan zaman ke depan memang berbasiskan digitalisasi sebagaimana revolusi industri 4.0.
&quot;Untuk Kementerian Digital dan Ekonomi perlu dan bagus-bagus saja karena untuk menghadapi tantangan zaman saat ini dan ke depan,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Jatah 45% Kabinet untuk Parpol, PDIP Yakin Dapat Paling Banyak
</content:encoded></item></channel></rss>
