<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kementan Lepas Ekspor Produk Turunan Sawit Bernilai Ratusan Miliar Rupiah   </title><description>Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) melepas 22,8 ribu ton produk turunan sawit asal Sumatera Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/25/1/2096339/kementan-lepas-ekspor-produk-turunan-sawit-bernilai-ratusan-miliar-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/25/1/2096339/kementan-lepas-ekspor-produk-turunan-sawit-bernilai-ratusan-miliar-rupiah"/><item><title>Kementan Lepas Ekspor Produk Turunan Sawit Bernilai Ratusan Miliar Rupiah   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/25/1/2096339/kementan-lepas-ekspor-produk-turunan-sawit-bernilai-ratusan-miliar-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/25/1/2096339/kementan-lepas-ekspor-produk-turunan-sawit-bernilai-ratusan-miliar-rupiah</guid><pubDate>Minggu 25 Agustus 2019 12:51 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/25/1/2096339/kementan-lepas-ekspor-produk-turunan-sawit-bernilai-ratusan-miliar-rupiah-j0iCkXG6LR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: dok.Humas Kementan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/25/1/2096339/kementan-lepas-ekspor-produk-turunan-sawit-bernilai-ratusan-miliar-rupiah-j0iCkXG6LR.jpg</image><title>Foto: dok.Humas Kementan</title></images><description>(ADV)&amp;nbsp;-  Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) melepas 22,8 ribu ton produk turunan sawit asal Sumatera Barat. Produk  tersebut yakni minyak sawit berupa  RBD sebanyak 4.000 ribu ton dan CPO 7,8 ribu ton yang diekspor ke China, serta cangkang  sawit 11 ribu ton dikirim ke Jepang.&amp;nbsp;
&quot;Untuk urusan ekspor, sesuai instruksi Menteri Pertanian harus diberikan 'karpet merah'. Kami pastikan layanan cepat, tepat dan sesuai persyaratan teknis negara tujuan,&quot; kata Ali Jamil, Kepala Barantan saat meninjau industri cangkang sawit di Padang, Sabtu (25/8/2019)
Jamil menjelaskan selaku fasilitator perdagangan produk pertanian, pihaknya menjadi penjamin kesehatan dan keamanan produk pertanian yang  dikirim ke negara mitra dagang. Untuk itu pemeriksaan karantina dilakukan sesuai standar internasional dan persyaratan tiap negara tujuan. &quot;Penguatan sistem perkarantinaan tidak hanya untuk menjaga kelestarian SDA hayati, tapi sekaligus juga untuk mendorong kinerja ekspor pertanian,&quot; tambahnya.

Percepatan Layanan dengan Digitalisasi
Penerapan sertifikasi online atau e-Cert telah dilakukan Barantan untuk menjamin mutu produk pertanian yang dikirim ke luar negeri. Pertukaran data ini memungkinan pemeriksaan pemenuhan persyaratan teknis dilakukan sebelum produk sampai. Sehingga jika ada ketidakkesesuaian dapat segera diantisipasi.
Sementara itu Eka Darnida Yanto, Kepala Karantina Pertanian Padang menyebutkan selain produk turunan sawit, pada hari yang sama juga diekspor produk pertanian lain asal Sumbar. Total ekonominya mencapai Rp212,8 miliar, yang mana terdiri dari lempeng karet sebanyak 604,8 ton, biji kopi 18 ton, kayu manis 95 ton, dan produk turunan kelapa yang terdiri dari santan 83,8 ton, kelapa parut 25 ton, serta air kelapa sebanyak 71,2 ton. Adapun negara tujuan ekspor tersebut antara lain Belanda, Spanyol, Norwegia, Tiongkok, Bangladesh dan Jerman.
Eka juga menjabarkan eksportasi cangkang sawit dari data sistem otomasi perkarantinaan di wilayah kerjanya tercatat adanya peningkatan 28%.  Total ekspor pada  2018 sebanyak 404,8 ribu ton sementara hingga minggu ke-2 Agustus 2019 ekspor cangkang sawit telah telah mencapai  344,4 ribu ton.
Di samping itu Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumbar, Chandra dalam sambutannya mengapresiasi tumbuhnya industri turunan asal sawit berupa cangkang.  Ia berharap Kementan dapat memberikan tambahan bantuan mulai dari benih unggul, budidaya hingga upaya peningkatan kemampuan SDM. (ADV)</description><content:encoded>(ADV)&amp;nbsp;-  Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) melepas 22,8 ribu ton produk turunan sawit asal Sumatera Barat. Produk  tersebut yakni minyak sawit berupa  RBD sebanyak 4.000 ribu ton dan CPO 7,8 ribu ton yang diekspor ke China, serta cangkang  sawit 11 ribu ton dikirim ke Jepang.&amp;nbsp;
&quot;Untuk urusan ekspor, sesuai instruksi Menteri Pertanian harus diberikan 'karpet merah'. Kami pastikan layanan cepat, tepat dan sesuai persyaratan teknis negara tujuan,&quot; kata Ali Jamil, Kepala Barantan saat meninjau industri cangkang sawit di Padang, Sabtu (25/8/2019)
Jamil menjelaskan selaku fasilitator perdagangan produk pertanian, pihaknya menjadi penjamin kesehatan dan keamanan produk pertanian yang  dikirim ke negara mitra dagang. Untuk itu pemeriksaan karantina dilakukan sesuai standar internasional dan persyaratan tiap negara tujuan. &quot;Penguatan sistem perkarantinaan tidak hanya untuk menjaga kelestarian SDA hayati, tapi sekaligus juga untuk mendorong kinerja ekspor pertanian,&quot; tambahnya.

Percepatan Layanan dengan Digitalisasi
Penerapan sertifikasi online atau e-Cert telah dilakukan Barantan untuk menjamin mutu produk pertanian yang dikirim ke luar negeri. Pertukaran data ini memungkinan pemeriksaan pemenuhan persyaratan teknis dilakukan sebelum produk sampai. Sehingga jika ada ketidakkesesuaian dapat segera diantisipasi.
Sementara itu Eka Darnida Yanto, Kepala Karantina Pertanian Padang menyebutkan selain produk turunan sawit, pada hari yang sama juga diekspor produk pertanian lain asal Sumbar. Total ekonominya mencapai Rp212,8 miliar, yang mana terdiri dari lempeng karet sebanyak 604,8 ton, biji kopi 18 ton, kayu manis 95 ton, dan produk turunan kelapa yang terdiri dari santan 83,8 ton, kelapa parut 25 ton, serta air kelapa sebanyak 71,2 ton. Adapun negara tujuan ekspor tersebut antara lain Belanda, Spanyol, Norwegia, Tiongkok, Bangladesh dan Jerman.
Eka juga menjabarkan eksportasi cangkang sawit dari data sistem otomasi perkarantinaan di wilayah kerjanya tercatat adanya peningkatan 28%.  Total ekspor pada  2018 sebanyak 404,8 ribu ton sementara hingga minggu ke-2 Agustus 2019 ekspor cangkang sawit telah telah mencapai  344,4 ribu ton.
Di samping itu Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumbar, Chandra dalam sambutannya mengapresiasi tumbuhnya industri turunan asal sawit berupa cangkang.  Ia berharap Kementan dapat memberikan tambahan bantuan mulai dari benih unggul, budidaya hingga upaya peningkatan kemampuan SDM. (ADV)</content:encoded></item></channel></rss>
