<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ditolak Ambulans, Keluarga Husein Kecewa Pelayanan Mobil Jenazah Pemkot Tangerang</title><description>Supriyadi berharap ke depannya Pemkot Tangerang dapat meningkatkan pelayanan publik, terutama di puskesmas</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/25/338/2096474/ditolak-ambulans-keluarga-husein-kecewa-pelayanan-mobil-jenazah-pemkot-tangerang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/25/338/2096474/ditolak-ambulans-keluarga-husein-kecewa-pelayanan-mobil-jenazah-pemkot-tangerang"/><item><title>Ditolak Ambulans, Keluarga Husein Kecewa Pelayanan Mobil Jenazah Pemkot Tangerang</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/25/338/2096474/ditolak-ambulans-keluarga-husein-kecewa-pelayanan-mobil-jenazah-pemkot-tangerang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/25/338/2096474/ditolak-ambulans-keluarga-husein-kecewa-pelayanan-mobil-jenazah-pemkot-tangerang</guid><pubDate>Minggu 25 Agustus 2019 22:06 WIB</pubDate><dc:creator>Isty Maulidya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/25/338/2096474/ditolak-ambulans-keluarga-husein-kecewa-pelayanan-mobil-jenazah-pemkot-tangerang-L0mo9fZb26.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi mayat (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/25/338/2096474/ditolak-ambulans-keluarga-husein-kecewa-pelayanan-mobil-jenazah-pemkot-tangerang-L0mo9fZb26.jpg</image><title>Ilustrasi mayat (Shutterstock)</title></images><description>TANGERANG &amp;ndash; Keluarga almarhum Muhammad Husein (8) kecewa terhadap fasilitas mobil jenazah gratis yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.
Pasalnya, pihak keluarga Husein kesulitan menghubungi layanan mobil jenazah milik Pemkot melalui nomor telepon 112, setelah Puskesmas Cikokol menolak mengantarkan jenazah bocah itu menggunakan ambulans.
Paman korban, Supriyadi menuturkan, saat tiba di Puskesmas Cikokol, pada Jumat 23 Agustus 2019, jasad keponakannya itu sedang ditangani petugas. Supriyadi kemudian meminta pihak Puskesmas Cikokol untuk bisa mengantar jenazah Husein ke rumah duka.
Namun, petugas tak dapat mengantar jenazah Husein dengan ambulans di puskesmas karena mobil itu khusus untuk pasien dalam keadaaan gawat darurat.
&quot;Waktu saya minta antar petugasnya bilang mobil yang ada tidak dapat mengantar jenazah dan (ambulans-red) hanya dapat digunakan untuk kegawatdaruratan serta merujuk,&quot; ucapnya, di rumah duka, Kampung kelapa, Kelurahan Kelapa Indah Kecamatan Tangerang, Minggu (25/8/2019).
Setelah itu, Supriyadi meminta bantuan untuk menghubungi layanan mobil jenazah Pemkot Tangerang. Namun, berulang kali mencoba, panggilan tersebut tidak dapat tersambung.
&quot;Pertama dijawab. Kemudian putus, mungkin sinyalnya jelek. Saya coba lagi beberapa kali dan tidak ada respons, di situ saya bingung,&quot; kata dia.



Karena merasa hari sudah semakin sore, Supriyadi akhirnya menggendong jasad Husein untuk dibawa ke rumah duka agar bisa segera dikebumikan.
&quot;Saya cuma kepikiran ini sudah sore, ponakan saya harus segera dikebumikan. Saya sudah dua jam di puskesmas, tapi tidak ada ambulans jadi saya bawa sendiri jenazahnya,&quot; ujarnya.
Atas kejadian ini Supriyadi mengaku kecewa pada pelayanan yang  disediakan Pemkot Tangerang, terlebih pada pelayanan darurat seperti  mobil jenazah dan ambulans.
&quot;Saya paham kondisi dia (petugas ambulans-red) makanya saya bawa  sendiri jenazah Husein. Di Puskesmas juga ponakan saya sudah dibantu  dengan dimandikan dan dibersihkan saya berterima kasih,&quot; ucapnya.
Supriyadi berharap ke depannya Pemkot Tangerang dapat meningkatkan  pelayanan publik, terutama di puskesmas. Apalagi puskesmas kerap kali  menjadi fasilitas yang paling pertama dituju oleh masyarakat dalam  keadaan darurat.

Baca Juga : Ditolak Ambulans, Jenazah Korban Tenggelam di Tangerang Digendong hingga Rumah Duka

&quot;Semoga dengan adanya kejadian ini ke depannya puskesmas menambah  fasilitas seperti mobil jenazah. Karena mau gimanapun orang yang sudah  meninggal harus segera dikebumikan,&quot; katanya.
Sebelumnya diberitakan, Puskesmas Cikokol Tangerang menolak mengantar  jasad Husein menggunakan mobil ambulans. Hal tersebut dikarenakan  adanya standar operasi prosedur (SOP) yang memisahkan antara mobil  ambulans untuk pasien dan mobil jenazah. Husein sendiri merupakan salah  satu dari korban yang tenggelam di Sungai Cisadane pada Jumat, 23  Agustus 2019.

Baca Juga : Jenazah Korban Tenggelam Digendong hingga Rumah Duka, Ini Kata Dinkes Tangerang</description><content:encoded>TANGERANG &amp;ndash; Keluarga almarhum Muhammad Husein (8) kecewa terhadap fasilitas mobil jenazah gratis yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.
Pasalnya, pihak keluarga Husein kesulitan menghubungi layanan mobil jenazah milik Pemkot melalui nomor telepon 112, setelah Puskesmas Cikokol menolak mengantarkan jenazah bocah itu menggunakan ambulans.
Paman korban, Supriyadi menuturkan, saat tiba di Puskesmas Cikokol, pada Jumat 23 Agustus 2019, jasad keponakannya itu sedang ditangani petugas. Supriyadi kemudian meminta pihak Puskesmas Cikokol untuk bisa mengantar jenazah Husein ke rumah duka.
Namun, petugas tak dapat mengantar jenazah Husein dengan ambulans di puskesmas karena mobil itu khusus untuk pasien dalam keadaaan gawat darurat.
&quot;Waktu saya minta antar petugasnya bilang mobil yang ada tidak dapat mengantar jenazah dan (ambulans-red) hanya dapat digunakan untuk kegawatdaruratan serta merujuk,&quot; ucapnya, di rumah duka, Kampung kelapa, Kelurahan Kelapa Indah Kecamatan Tangerang, Minggu (25/8/2019).
Setelah itu, Supriyadi meminta bantuan untuk menghubungi layanan mobil jenazah Pemkot Tangerang. Namun, berulang kali mencoba, panggilan tersebut tidak dapat tersambung.
&quot;Pertama dijawab. Kemudian putus, mungkin sinyalnya jelek. Saya coba lagi beberapa kali dan tidak ada respons, di situ saya bingung,&quot; kata dia.



Karena merasa hari sudah semakin sore, Supriyadi akhirnya menggendong jasad Husein untuk dibawa ke rumah duka agar bisa segera dikebumikan.
&quot;Saya cuma kepikiran ini sudah sore, ponakan saya harus segera dikebumikan. Saya sudah dua jam di puskesmas, tapi tidak ada ambulans jadi saya bawa sendiri jenazahnya,&quot; ujarnya.
Atas kejadian ini Supriyadi mengaku kecewa pada pelayanan yang  disediakan Pemkot Tangerang, terlebih pada pelayanan darurat seperti  mobil jenazah dan ambulans.
&quot;Saya paham kondisi dia (petugas ambulans-red) makanya saya bawa  sendiri jenazah Husein. Di Puskesmas juga ponakan saya sudah dibantu  dengan dimandikan dan dibersihkan saya berterima kasih,&quot; ucapnya.
Supriyadi berharap ke depannya Pemkot Tangerang dapat meningkatkan  pelayanan publik, terutama di puskesmas. Apalagi puskesmas kerap kali  menjadi fasilitas yang paling pertama dituju oleh masyarakat dalam  keadaan darurat.

Baca Juga : Ditolak Ambulans, Jenazah Korban Tenggelam di Tangerang Digendong hingga Rumah Duka

&quot;Semoga dengan adanya kejadian ini ke depannya puskesmas menambah  fasilitas seperti mobil jenazah. Karena mau gimanapun orang yang sudah  meninggal harus segera dikebumikan,&quot; katanya.
Sebelumnya diberitakan, Puskesmas Cikokol Tangerang menolak mengantar  jasad Husein menggunakan mobil ambulans. Hal tersebut dikarenakan  adanya standar operasi prosedur (SOP) yang memisahkan antara mobil  ambulans untuk pasien dan mobil jenazah. Husein sendiri merupakan salah  satu dari korban yang tenggelam di Sungai Cisadane pada Jumat, 23  Agustus 2019.

Baca Juga : Jenazah Korban Tenggelam Digendong hingga Rumah Duka, Ini Kata Dinkes Tangerang</content:encoded></item></channel></rss>
