<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Mayat Dibopong, Walikota Tangerang Revisi Penggunaan Mobil Ambulans   </title><description>Arief Wismansyah segera mengintruksikan Dinas Kesehatan Kota Tangerang untuk segera merevisi tata laksana penggunaan mobil ambulans.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/26/338/2096737/kasus-mayat-dibopong-walikota-tangerang-revisi-penggunaan-mobil-ambulans</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/26/338/2096737/kasus-mayat-dibopong-walikota-tangerang-revisi-penggunaan-mobil-ambulans"/><item><title>Kasus Mayat Dibopong, Walikota Tangerang Revisi Penggunaan Mobil Ambulans   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/26/338/2096737/kasus-mayat-dibopong-walikota-tangerang-revisi-penggunaan-mobil-ambulans</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/26/338/2096737/kasus-mayat-dibopong-walikota-tangerang-revisi-penggunaan-mobil-ambulans</guid><pubDate>Senin 26 Agustus 2019 15:23 WIB</pubDate><dc:creator>Isty Maulidya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/26/338/2096737/kasus-mayat-dibopong-walikota-tangerang-revisi-penggunaan-mobil-ambulans-XjZr3RCGAm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Walikota Tangerang, Arief Wismansyah (foto: Okezone.com/Isty)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/26/338/2096737/kasus-mayat-dibopong-walikota-tangerang-revisi-penggunaan-mobil-ambulans-XjZr3RCGAm.jpg</image><title>Walikota Tangerang, Arief Wismansyah (foto: Okezone.com/Isty)</title></images><description>
TANGERANG - Walikota Tangerang, Arief Wismansyah segera mengintruksikan Dinas Kesehatan Kota Tangerang untuk segera merevisi tata laksana penggunaan mobil ambulans di Kota Tangerang. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari kasus penolakan puskesmas mengantar jenazah. Arif juga membenarkan adanya perbedaan antara mobil ambulans dengan mobil jenazah.

&quot;Kita sudah lakukan evaluasi terkait tata laksana ambulans. Dinkes Kota Tangerang memang membedakan pelayanan ambulans dengan mobil jenazah,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Ditolak Ambulans, Keluarga Husein Kecewa Pelayanan Mobil Jenazah Pemkot Tangerang
Atas kasus tersebut, Arief segera meminta Dinas Kesehatan Kota Tangerang untuk segera melakukan pembenahan terhadap layanan mobil ambulans yang dapat digunakan untuk kepentingan gawat darurat.

&quot;Oleh karena itu saya instruksikan untuk segera di revisi SOP-nya untuk kepentingan masyarakat, jadi bisa dimanfaatkan untuk masyarakat, namanya darurat termasuk kematian dan lain sebagainya, dan untuk itu menjadi bahan evaluasi untuk segera di evaluasi oleh Dinas Kesehatan,&quot; ucapnya.


&amp;nbsp;Baca juga: Jenazah Korban Tenggelam Digendong hingga Rumah Duka, Ini Kata Dinkes Tangerang
Terkait kabar sulitnya menghubungi layanan ambulans melalui call center, Arief mengaku sudah melakukan pemeriksaan dan mencari informasi tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, panggilan kepada nomor 112 tersebut dilakukan untuk meminta nomor mobil jenazah.

&quot;Kemarin kita audit, saya sudah dapat laporannya, laporannya ke Call Center 112 itu cuma minta nomor mobil jenazah bukan minta ambulans, karena ambulansnya sudah ada disini, makanya besok biar diperbaiki SOP-nya sesuai kebutuhan masyarakat,&quot; tutupnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Ditolak Ambulans, Jenazah Korban Tenggelam di Tangerang Digendong hingga Rumah Duka
Selain revisi SOP, Arief juga mengintruksikan agar Dinkes Kota Tangerang menyediakan perlengkapan steril untuk mobil ambulans. Hal tersebut perlu dilakukan agar tidak ada lagi alasan mobil ambulans menjadi kurang steril.

&quot;Saya rasa hal itu bisa ditanggulangi, beli alat sterilisasi. Pakai alkohol juga bisa, banyak hal yang sebenernya secata terknis bisa dilakukan. Jadi, saya pikir tinggal sejauh mana sistem ini mampu memfasilitasi tugas pokok dan fungsi aparatur dilingkungan tanpa harus melawan aturan juga,&quot; ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kota Tangerang Liza Puspadewi menuturkan bahwa ambulans untuk pasien dan mobil jenazah dibedakan karena kondisi alat medis dalam ambulans harus tetap steril. Jika digunakan untuk mengangkut jenazah dikhawatirkan akan berdampak negatif bagi pasien lain.</description><content:encoded>
TANGERANG - Walikota Tangerang, Arief Wismansyah segera mengintruksikan Dinas Kesehatan Kota Tangerang untuk segera merevisi tata laksana penggunaan mobil ambulans di Kota Tangerang. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari kasus penolakan puskesmas mengantar jenazah. Arif juga membenarkan adanya perbedaan antara mobil ambulans dengan mobil jenazah.

&quot;Kita sudah lakukan evaluasi terkait tata laksana ambulans. Dinkes Kota Tangerang memang membedakan pelayanan ambulans dengan mobil jenazah,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Ditolak Ambulans, Keluarga Husein Kecewa Pelayanan Mobil Jenazah Pemkot Tangerang
Atas kasus tersebut, Arief segera meminta Dinas Kesehatan Kota Tangerang untuk segera melakukan pembenahan terhadap layanan mobil ambulans yang dapat digunakan untuk kepentingan gawat darurat.

&quot;Oleh karena itu saya instruksikan untuk segera di revisi SOP-nya untuk kepentingan masyarakat, jadi bisa dimanfaatkan untuk masyarakat, namanya darurat termasuk kematian dan lain sebagainya, dan untuk itu menjadi bahan evaluasi untuk segera di evaluasi oleh Dinas Kesehatan,&quot; ucapnya.


&amp;nbsp;Baca juga: Jenazah Korban Tenggelam Digendong hingga Rumah Duka, Ini Kata Dinkes Tangerang
Terkait kabar sulitnya menghubungi layanan ambulans melalui call center, Arief mengaku sudah melakukan pemeriksaan dan mencari informasi tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, panggilan kepada nomor 112 tersebut dilakukan untuk meminta nomor mobil jenazah.

&quot;Kemarin kita audit, saya sudah dapat laporannya, laporannya ke Call Center 112 itu cuma minta nomor mobil jenazah bukan minta ambulans, karena ambulansnya sudah ada disini, makanya besok biar diperbaiki SOP-nya sesuai kebutuhan masyarakat,&quot; tutupnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Ditolak Ambulans, Jenazah Korban Tenggelam di Tangerang Digendong hingga Rumah Duka
Selain revisi SOP, Arief juga mengintruksikan agar Dinkes Kota Tangerang menyediakan perlengkapan steril untuk mobil ambulans. Hal tersebut perlu dilakukan agar tidak ada lagi alasan mobil ambulans menjadi kurang steril.

&quot;Saya rasa hal itu bisa ditanggulangi, beli alat sterilisasi. Pakai alkohol juga bisa, banyak hal yang sebenernya secata terknis bisa dilakukan. Jadi, saya pikir tinggal sejauh mana sistem ini mampu memfasilitasi tugas pokok dan fungsi aparatur dilingkungan tanpa harus melawan aturan juga,&quot; ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kota Tangerang Liza Puspadewi menuturkan bahwa ambulans untuk pasien dan mobil jenazah dibedakan karena kondisi alat medis dalam ambulans harus tetap steril. Jika digunakan untuk mengangkut jenazah dikhawatirkan akan berdampak negatif bagi pasien lain.</content:encoded></item></channel></rss>
