<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG Nilai Udara Pekanbaru Tidak Sehat Akibat Asap</title><description>Kabut asap yang terjadi di Kota Pekanbaru dinilai semakin pekat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/26/340/2096502/bmkg-nilai-udara-pekanbaru-tidak-sehat-akibat-asap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/26/340/2096502/bmkg-nilai-udara-pekanbaru-tidak-sehat-akibat-asap"/><item><title>BMKG Nilai Udara Pekanbaru Tidak Sehat Akibat Asap</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/26/340/2096502/bmkg-nilai-udara-pekanbaru-tidak-sehat-akibat-asap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/26/340/2096502/bmkg-nilai-udara-pekanbaru-tidak-sehat-akibat-asap</guid><pubDate>Senin 26 Agustus 2019 01:09 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/26/340/2096502/bmkg-nilai-udara-pekanbaru-tidak-sehat-akibat-asap-46nn9LEtXY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Kabut Asap (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/26/340/2096502/bmkg-nilai-udara-pekanbaru-tidak-sehat-akibat-asap-46nn9LEtXY.jpg</image><title>Ilustrasi Kabut Asap (Foto: Okezone)</title></images><description>PEKANBARU - Kabut asap yang terjadi di Kota Pekanbaru dinilai semakin pekat. Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan menyebabkan kondisi udara di Kota Bertuah-Julukan Pekanbaru- menunjukan kondisi udara tidak sehat.
&quot;Informasi yang terpantau oleh satelit kita dari pukul 13.00 WIB, udara di Pekanbaru sudah menunjukan udara tidak sehat,&quot; kata petugas Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Mia Vadila Minggu (25/8/2019).
Sementara itu dari pantauan satelit, terpantau sebanyak 58 titik panas di Riau hingga Minggu 25 Agustus 2019. Titik panas terpantau ada di delapan daerah.
(Foto: Ilustrasi Asap/Okezone)
Baca Juga: Pekanbaru Diselimuti Asap Akibat Karhutla, Jarak Pandang Makin Menurun
Daerah paling banyak ditemukan titik panas yakni di Kabupaten Pelalawan dengan jumlah 20 titik dan Bengkalis dengan jumlah 15 titik.
&quot;Kemudian Indragiri Hilir dengan jumlah 13 titik panas, Meranti 5 titik, Rohil 2 titik, Siak, Kampar dan Inhu masing masing satu titik,&quot; kata Mia melanjutkan.
Sementara itu kondisi asap yang kian parah di Riau mulai dikeluhkan warga. Asap begitu sangat terasa menyegat. Pemerintah diminta serius menangani kebakaran.
&quot;Sudah berbulan bulan kabut asap belum bisa ditangani. Kita minta pemerintah serius. Bau asap kebakaran sangat terasa,&quot; keluh Indra Isnaini warga Panam, Pekanbaru.</description><content:encoded>PEKANBARU - Kabut asap yang terjadi di Kota Pekanbaru dinilai semakin pekat. Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan menyebabkan kondisi udara di Kota Bertuah-Julukan Pekanbaru- menunjukan kondisi udara tidak sehat.
&quot;Informasi yang terpantau oleh satelit kita dari pukul 13.00 WIB, udara di Pekanbaru sudah menunjukan udara tidak sehat,&quot; kata petugas Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Mia Vadila Minggu (25/8/2019).
Sementara itu dari pantauan satelit, terpantau sebanyak 58 titik panas di Riau hingga Minggu 25 Agustus 2019. Titik panas terpantau ada di delapan daerah.
(Foto: Ilustrasi Asap/Okezone)
Baca Juga: Pekanbaru Diselimuti Asap Akibat Karhutla, Jarak Pandang Makin Menurun
Daerah paling banyak ditemukan titik panas yakni di Kabupaten Pelalawan dengan jumlah 20 titik dan Bengkalis dengan jumlah 15 titik.
&quot;Kemudian Indragiri Hilir dengan jumlah 13 titik panas, Meranti 5 titik, Rohil 2 titik, Siak, Kampar dan Inhu masing masing satu titik,&quot; kata Mia melanjutkan.
Sementara itu kondisi asap yang kian parah di Riau mulai dikeluhkan warga. Asap begitu sangat terasa menyegat. Pemerintah diminta serius menangani kebakaran.
&quot;Sudah berbulan bulan kabut asap belum bisa ditangani. Kita minta pemerintah serius. Bau asap kebakaran sangat terasa,&quot; keluh Indra Isnaini warga Panam, Pekanbaru.</content:encoded></item></channel></rss>
