<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satukan Barongsai &amp; Tumpeng Jawa Jadi Potret Kerukunan di Panggung Lor</title><description>Beragam suku dan agama menjadi ciri khas kelurahan yang terdapat di Kecamatan Semarang Utara ini</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/27/512/2096989/satukan-barongsai-tumpeng-jawa-jadi-potret-kerukunan-di-panggung-lor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/27/512/2096989/satukan-barongsai-tumpeng-jawa-jadi-potret-kerukunan-di-panggung-lor"/><item><title>Satukan Barongsai &amp; Tumpeng Jawa Jadi Potret Kerukunan di Panggung Lor</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/27/512/2096989/satukan-barongsai-tumpeng-jawa-jadi-potret-kerukunan-di-panggung-lor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/27/512/2096989/satukan-barongsai-tumpeng-jawa-jadi-potret-kerukunan-di-panggung-lor</guid><pubDate>Selasa 27 Agustus 2019 02:11 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/27/512/2096989/satukan-barongsai-tumpeng-jawa-jadi-potret-kerukunan-di-panggung-lor-4upmwKPUHX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Barongsai di Jawa Tengah (Foto: Okezone/Taufik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/27/512/2096989/satukan-barongsai-tumpeng-jawa-jadi-potret-kerukunan-di-panggung-lor-4upmwKPUHX.jpg</image><title>Barongsai di Jawa Tengah (Foto: Okezone/Taufik)</title></images><description>SEMARANG &amp;ndash; Kerukunan bangsa acapkali terkoyak ketika diserang isu-isu SARA. Namun, gesekan-gesekan itu tak terjadi di sebuah kampung yang terdapat di Kota Semarang Jawa Tengah. Kampung itu bernama Panggung Lor.
Panggung Lor dikenal dengan daerah yang dihuni warga multienis. Beragam suku dan agama menjadi ciri khas kelurahan yang terdapat di Kecamatan Semarang Utara ini. Setidaknya itu terlihat saat ribuan warga bersatu untuk merayakan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Warga mengenakan pakaian serbamerah yang menyimbolkan semangat menjaga persatuan bangsa. Mereka berjalan keliling kampung dengan diiringi pertunjukan seni barongsai. Kesenian khas Tionghoa yang kini juga banyak dimainkan oleh warga beragam etnis.
Tak hanya meriah, jalan sehat itu juga menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi antarwarga. Meluangkan satu hari, terlepas dari rutinitas pekerjaan. Merayakan hari kemerdekaan sekaligus menunjukkan kuatnya persatuan warga.
Baca Juga: Tokoh Adat dan Ribuan Mahasiswa Serukan Perdamaian untuk Tanah Papua

Kegembiaraan warga bertambah ketika mereka disambut dengan aneka jajanan pasar tradisional dan makanan khas soto Semarang serta nasi tumpeng. Bahkan, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi juga turut hadir dan ikut dalam barisan jalan sehat.
&amp;ldquo;Alhamdulillah hari ini kompak warga berseragam (merah) untuk memeringati HUT Kemerdekaan ke-74 RI,&amp;rdquo; kata pria yang akrab disapa Hendi itu.
&amp;ldquo;Maka harapan saya, wilayah-wilayah seperti Panggung Lor ini bisa menjadi role model, ditiru daerah lain yang masih mempersoalkan tentang etnis, suku, agama, ras, dan antargolongan. Saya rasa Indonesia sudah bersepakat 714 suku bergabung menjadi satu itulah kekuatan kita,&amp;rdquo; tegasnya.Dia pun menyampaikan, warga terus menjaga persatuan dan kesatuan.  Selain itu diminta tak mudah terpengaruh dengan pihak-pihak yang gemar  merusak kerukunan bangsa. Terlebih, bila ada kalangan yang hendak  mengganti ideologi Pancasila.
&amp;ldquo;Kalau dia enggak suka sama  Indonesia, carilah tempat lain jangan malah merongsorong NKRI yang sudah  diisi terus pengambangunan, masyarakat semakin sejahtera,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;ldquo;Jadi  hal seperti ini harus dikelola dengan baik. Kalau kita tinggal di  sebuah wilayah, kita harus jaga wilayah itu kita hargai adat istiadat,  kita hargai budaya dan kita majukan wilayah tersebut,&amp;rdquo; tandas dia.
Ketua  Panitia Haryanto Haryawan, menambahkan, pesta rakyat itu diikuti sekira  2.000 warga. Mereka saling bahu-membahu sejak masa persiapan hingga  terselenggaranya acara.
&amp;ldquo;Warga guyub, rukun, bergotong-royong.  Pada dasarnya ini satu hal yang luar biasa, bahwa kerukunan di Panggung  Lor adalah contoh Kebhinekaan yang luar biasa. Warga bisa guyup, meski  agama berbeda tapi rukun bersama,&amp;rdquo; lugasnya.</description><content:encoded>SEMARANG &amp;ndash; Kerukunan bangsa acapkali terkoyak ketika diserang isu-isu SARA. Namun, gesekan-gesekan itu tak terjadi di sebuah kampung yang terdapat di Kota Semarang Jawa Tengah. Kampung itu bernama Panggung Lor.
Panggung Lor dikenal dengan daerah yang dihuni warga multienis. Beragam suku dan agama menjadi ciri khas kelurahan yang terdapat di Kecamatan Semarang Utara ini. Setidaknya itu terlihat saat ribuan warga bersatu untuk merayakan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Warga mengenakan pakaian serbamerah yang menyimbolkan semangat menjaga persatuan bangsa. Mereka berjalan keliling kampung dengan diiringi pertunjukan seni barongsai. Kesenian khas Tionghoa yang kini juga banyak dimainkan oleh warga beragam etnis.
Tak hanya meriah, jalan sehat itu juga menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi antarwarga. Meluangkan satu hari, terlepas dari rutinitas pekerjaan. Merayakan hari kemerdekaan sekaligus menunjukkan kuatnya persatuan warga.
Baca Juga: Tokoh Adat dan Ribuan Mahasiswa Serukan Perdamaian untuk Tanah Papua

Kegembiaraan warga bertambah ketika mereka disambut dengan aneka jajanan pasar tradisional dan makanan khas soto Semarang serta nasi tumpeng. Bahkan, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi juga turut hadir dan ikut dalam barisan jalan sehat.
&amp;ldquo;Alhamdulillah hari ini kompak warga berseragam (merah) untuk memeringati HUT Kemerdekaan ke-74 RI,&amp;rdquo; kata pria yang akrab disapa Hendi itu.
&amp;ldquo;Maka harapan saya, wilayah-wilayah seperti Panggung Lor ini bisa menjadi role model, ditiru daerah lain yang masih mempersoalkan tentang etnis, suku, agama, ras, dan antargolongan. Saya rasa Indonesia sudah bersepakat 714 suku bergabung menjadi satu itulah kekuatan kita,&amp;rdquo; tegasnya.Dia pun menyampaikan, warga terus menjaga persatuan dan kesatuan.  Selain itu diminta tak mudah terpengaruh dengan pihak-pihak yang gemar  merusak kerukunan bangsa. Terlebih, bila ada kalangan yang hendak  mengganti ideologi Pancasila.
&amp;ldquo;Kalau dia enggak suka sama  Indonesia, carilah tempat lain jangan malah merongsorong NKRI yang sudah  diisi terus pengambangunan, masyarakat semakin sejahtera,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;ldquo;Jadi  hal seperti ini harus dikelola dengan baik. Kalau kita tinggal di  sebuah wilayah, kita harus jaga wilayah itu kita hargai adat istiadat,  kita hargai budaya dan kita majukan wilayah tersebut,&amp;rdquo; tandas dia.
Ketua  Panitia Haryanto Haryawan, menambahkan, pesta rakyat itu diikuti sekira  2.000 warga. Mereka saling bahu-membahu sejak masa persiapan hingga  terselenggaranya acara.
&amp;ldquo;Warga guyub, rukun, bergotong-royong.  Pada dasarnya ini satu hal yang luar biasa, bahwa kerukunan di Panggung  Lor adalah contoh Kebhinekaan yang luar biasa. Warga bisa guyup, meski  agama berbeda tapi rukun bersama,&amp;rdquo; lugasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
