<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Gowa Harus Ditandu 5 Km ke Puskesmas karena Jalan Rusak Parah</title><description>Jika di musim hujan tiba, kata Fidaus jalan akan dipenuhi lumpur</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/27/609/2097313/warga-gowa-harus-ditandu-5-km-ke-puskesmas-karena-jalan-rusak-parah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/27/609/2097313/warga-gowa-harus-ditandu-5-km-ke-puskesmas-karena-jalan-rusak-parah"/><item><title>Warga Gowa Harus Ditandu 5 Km ke Puskesmas karena Jalan Rusak Parah</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/27/609/2097313/warga-gowa-harus-ditandu-5-km-ke-puskesmas-karena-jalan-rusak-parah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/27/609/2097313/warga-gowa-harus-ditandu-5-km-ke-puskesmas-karena-jalan-rusak-parah</guid><pubDate>Selasa 27 Agustus 2019 17:08 WIB</pubDate><dc:creator>Herman Amiruddin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/27/609/2097313/warga-gowa-harus-ditandu-5-km-ke-puskesmas-karena-jalan-rusak-parah-pch82YRflM.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/27/609/2097313/warga-gowa-harus-ditandu-5-km-ke-puskesmas-karena-jalan-rusak-parah-pch82YRflM.jpg</image><title></title></images><description>MAKASSAR - Daeng Geseng (65) seorang warga di Dusun Pattallassang, Desa Tabbinjai, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa terpaksa ditandu oleh warga lainnya lantaran akses jalan menuju puskesmas terdekat rusak parah. Jarak dari kampung ke Puskesmas terdekat diketahui sejauh 15 Kilometer.

Seorang warga bernama Firdaus Muhammad mengatakan Daeng Geseng terpaksa digotong oleh warga menggunakan tandu buatan ke Puskesmas dengan berjalan kaki sejauh Lima Kilometer. Karena jalan yang dilalui belum bisa diakses kendaraan apalagi roda dua.

&quot;Karena akses jalan di Dusun Pattallassang, Desa Tabbinjai, Kecamatan Tombolopao ini butuh perbaikan. Jalan hanya tanah belum tersentuh aspal,&quot; kata Firdaus Okezone Selasa 27 Agustus 2019.

Jika di musim hujan tiba, kata Fidaus jalan akan dipenuhi lumpur, kondisi jalan kian parah dirasakan 300 kepala keluarga yang hidup menetap di daerah tersebut. Firdaus mengaku di dusun ini juga terdapat jembatan yang biasa dilalui warga berupa jembatan darurat.

Baca Juga: Akses Jalan Sulit, Pasien di Polman Ditandu 15 Kilometer Menuju Puskesmas
 

Jembatan itulah yang biasa dilalui oleh warga kampung yang berpenghunu 300 kepala keluarga yang hidup di daerah tersebut.

&quot;Jika di musim hujan tiba akan dipenuhi lumpur. Sebenarnya kalau musim kemarau bisa ji lewat kendaraan. Tapi itu pun cukup jauh jaraknya karena harus lewat di dusun sebelah. Ada ji juga jembantan penghubung untuk naik motor, tapi cukup menantang untuk bisa dilalui,&quot; ungkap Firdaus.

Warga yang ditandu Daeng Geseng, lanjut Firdaus, mengalami sakit gangguan pernapasan. &quot;Sudah lama sakitnya. Makanya terpaksa ditandu menggunakan bambu untuk dapat berobat di Puskesmas setempat,&quot; sambung Firdaus.

Baca Juga: Alami Gizi Buruk, Setiap Hari Sahrul Hanya Menangis

Dia menjelaskan, kondisi jalanan yang rusak tidak memungkinkan untuk Daeng Geseng memperoleh perawatan secara cepat. Sebab, jarak dari dusun ke Puskesmas setempat sekitar 15 Km.

Beruntung, saat ditandu sejauh 5 km itu, baru ada mobil yang bisa mengantar ke Puskesmas. Selain Daeng Geseng, ia bercerita bahwa sudah banyak warga lainnya terutama ibu hamil yang terpaksa melahirkan di jalan lantaran jauhnya akses yang harus dilalui untuk sampai di Puskesmas.

&quot;Iya banyak mi kasian ibu-ibu melahirkan di perjalanan. Musim kemarau saja na susah akses. Apalagi kalau musim hujan tambah jelek jalan dipenuhi lumpur,&quot; keluhannya.

Dia menyebutkan, selama ini jalanan yang ada di Dusunnya tersebut  memang belum mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Padahal  Firdaus mengaku, jika selama ini warga sudah sering mengusulkan agar ada  perbaikan jalan. Namun, hingga saat ini belum ada respons.

&quot;Sebenarnya warga sudah sering mengusulkan agar ada perbaikan jalan  saat Musrenbang di desa. Tapi belum ada sampai sekarang belum ada  kejelasan. Terakhir saya dengar sudah ada dari pihak Dinas PU Kabupaten  Gowa yang melakukan survei,&quot; ujarnya.

Firdaus pun berharap, pemerintah secepatnya merespon keluhan dari  warga dengan memperbaiki jalan dusun dan membangun jembatan permanen.  Terutama jembatan permanen bisa segera di adakan supaya hal tersebut  mampu meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Sementara itu, Kapala Dinas PUPR Gowa, Mundoap yang ingin dikonfirmasi melalui telefon selularnya tidak menjawab.
</description><content:encoded>MAKASSAR - Daeng Geseng (65) seorang warga di Dusun Pattallassang, Desa Tabbinjai, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa terpaksa ditandu oleh warga lainnya lantaran akses jalan menuju puskesmas terdekat rusak parah. Jarak dari kampung ke Puskesmas terdekat diketahui sejauh 15 Kilometer.

Seorang warga bernama Firdaus Muhammad mengatakan Daeng Geseng terpaksa digotong oleh warga menggunakan tandu buatan ke Puskesmas dengan berjalan kaki sejauh Lima Kilometer. Karena jalan yang dilalui belum bisa diakses kendaraan apalagi roda dua.

&quot;Karena akses jalan di Dusun Pattallassang, Desa Tabbinjai, Kecamatan Tombolopao ini butuh perbaikan. Jalan hanya tanah belum tersentuh aspal,&quot; kata Firdaus Okezone Selasa 27 Agustus 2019.

Jika di musim hujan tiba, kata Fidaus jalan akan dipenuhi lumpur, kondisi jalan kian parah dirasakan 300 kepala keluarga yang hidup menetap di daerah tersebut. Firdaus mengaku di dusun ini juga terdapat jembatan yang biasa dilalui warga berupa jembatan darurat.

Baca Juga: Akses Jalan Sulit, Pasien di Polman Ditandu 15 Kilometer Menuju Puskesmas
 

Jembatan itulah yang biasa dilalui oleh warga kampung yang berpenghunu 300 kepala keluarga yang hidup di daerah tersebut.

&quot;Jika di musim hujan tiba akan dipenuhi lumpur. Sebenarnya kalau musim kemarau bisa ji lewat kendaraan. Tapi itu pun cukup jauh jaraknya karena harus lewat di dusun sebelah. Ada ji juga jembantan penghubung untuk naik motor, tapi cukup menantang untuk bisa dilalui,&quot; ungkap Firdaus.

Warga yang ditandu Daeng Geseng, lanjut Firdaus, mengalami sakit gangguan pernapasan. &quot;Sudah lama sakitnya. Makanya terpaksa ditandu menggunakan bambu untuk dapat berobat di Puskesmas setempat,&quot; sambung Firdaus.

Baca Juga: Alami Gizi Buruk, Setiap Hari Sahrul Hanya Menangis

Dia menjelaskan, kondisi jalanan yang rusak tidak memungkinkan untuk Daeng Geseng memperoleh perawatan secara cepat. Sebab, jarak dari dusun ke Puskesmas setempat sekitar 15 Km.

Beruntung, saat ditandu sejauh 5 km itu, baru ada mobil yang bisa mengantar ke Puskesmas. Selain Daeng Geseng, ia bercerita bahwa sudah banyak warga lainnya terutama ibu hamil yang terpaksa melahirkan di jalan lantaran jauhnya akses yang harus dilalui untuk sampai di Puskesmas.

&quot;Iya banyak mi kasian ibu-ibu melahirkan di perjalanan. Musim kemarau saja na susah akses. Apalagi kalau musim hujan tambah jelek jalan dipenuhi lumpur,&quot; keluhannya.

Dia menyebutkan, selama ini jalanan yang ada di Dusunnya tersebut  memang belum mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Padahal  Firdaus mengaku, jika selama ini warga sudah sering mengusulkan agar ada  perbaikan jalan. Namun, hingga saat ini belum ada respons.

&quot;Sebenarnya warga sudah sering mengusulkan agar ada perbaikan jalan  saat Musrenbang di desa. Tapi belum ada sampai sekarang belum ada  kejelasan. Terakhir saya dengar sudah ada dari pihak Dinas PU Kabupaten  Gowa yang melakukan survei,&quot; ujarnya.

Firdaus pun berharap, pemerintah secepatnya merespon keluhan dari  warga dengan memperbaiki jalan dusun dan membangun jembatan permanen.  Terutama jembatan permanen bisa segera di adakan supaya hal tersebut  mampu meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.

Sementara itu, Kapala Dinas PUPR Gowa, Mundoap yang ingin dikonfirmasi melalui telefon selularnya tidak menjawab.
</content:encoded></item></channel></rss>
