<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Amankan Demo di Papua, 1 TNI Tewas dan 5 Polisi Terluka Kena Panah</title><description>Aksi demo kembali terjadi di Papua, 1 orang anggota TNI AD meninggal dunia dan 5 orang polisi menjadi korban akibat serangan anak panah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/28/337/2097719/amankan-demo-di-papua-1-tni-tewas-dan-5-polisi-terluka-kena-panah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/28/337/2097719/amankan-demo-di-papua-1-tni-tewas-dan-5-polisi-terluka-kena-panah"/><item><title>Amankan Demo di Papua, 1 TNI Tewas dan 5 Polisi Terluka Kena Panah</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/28/337/2097719/amankan-demo-di-papua-1-tni-tewas-dan-5-polisi-terluka-kena-panah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/28/337/2097719/amankan-demo-di-papua-1-tni-tewas-dan-5-polisi-terluka-kena-panah</guid><pubDate>Rabu 28 Agustus 2019 15:57 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/28/337/2097719/amankan-demo-di-papua-1-tni-tewas-dan-5-polisi-terluka-kena-panah-0nOpDJwFHV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Heru Haryono/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/28/337/2097719/amankan-demo-di-papua-1-tni-tewas-dan-5-polisi-terluka-kena-panah-0nOpDJwFHV.jpg</image><title>Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Heru Haryono/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Aksi unjuk rasa sebagai buntut dari penangkapan mahasiswa Papua di Jawa Timur kembali terjadi, di Kabupaten Deiyai, Rabu (28/8/2019). Dalam aksi tersebut 1 orang anggota TNI AD dikabarkan meninggal dunia dan 5 orang polisi menjadi korban akibat serangan anak panah.
&quot;Satu anggota TNI AD gugur, dan 5 anggota polisi terluka akibat anak panah,&quot; kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Hotel Mercure, Jakarta Utara, Rabu (28/8/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Polisi Periksa 21 Saksi Kasus Ujaran Rasis ke Mahasiswa Papua&amp;nbsp;
Dedi mengatakan, penyerangan terhadap anggota TNI-Polri tersebut diduga berasal dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang masuk dalam barisan aksi. Saat ini petugas masih melakukan evakuasi terhadap korban dan terus melakukan pengamanan di lokasi.
&quot;Saat ini sedang proses evakuasi, dan aparat kemaann TNI-Polri berupaya semaksimal mungkin mengendalikan situasi kamtibmas di Deiyai,&quot; paparnya.


&amp;nbsp;

Dedi menjelaskan, aksi sendiri awalnya hanya dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang berjumlah 150 orang. Mereka menuntut agar bupati menandatangani persetujuan referendum.
&quot;Namun, dari 150 orang itu berhasil dinegosiasi oleh aparat kepolisian,&quot; paparnya.
Saat negosiasi sedang berlangsung lanjut Dedi, muncul ribuan masyarakat dari berbagai tempar dengan membawa senjata tajam seperti panah dan melakukan penyerangan terhadap aparat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kapolri Beberkan Alasan Pemerintah Masih Blokir Internet di Papua&amp;nbsp;
&quot;Sehingga jatuh korban dari aparat TNI kemudian dari aparat kepolisian,&quot; tambahnya.
Adapun terkait informasi adanya korban dsri sipil pihaknya masih belum bisa mengkonfirmasi hal tersebut. &quot;Terkait menyangkut masalah adanya korban dari masyarakat sipil, itu belum terkonfirmasi kebenarannya, jadi informasi tersebut masih terus akan dicek oleh Polda Papua,&quot; ucap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Aksi unjuk rasa sebagai buntut dari penangkapan mahasiswa Papua di Jawa Timur kembali terjadi, di Kabupaten Deiyai, Rabu (28/8/2019). Dalam aksi tersebut 1 orang anggota TNI AD dikabarkan meninggal dunia dan 5 orang polisi menjadi korban akibat serangan anak panah.
&quot;Satu anggota TNI AD gugur, dan 5 anggota polisi terluka akibat anak panah,&quot; kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Hotel Mercure, Jakarta Utara, Rabu (28/8/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Polisi Periksa 21 Saksi Kasus Ujaran Rasis ke Mahasiswa Papua&amp;nbsp;
Dedi mengatakan, penyerangan terhadap anggota TNI-Polri tersebut diduga berasal dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang masuk dalam barisan aksi. Saat ini petugas masih melakukan evakuasi terhadap korban dan terus melakukan pengamanan di lokasi.
&quot;Saat ini sedang proses evakuasi, dan aparat kemaann TNI-Polri berupaya semaksimal mungkin mengendalikan situasi kamtibmas di Deiyai,&quot; paparnya.


&amp;nbsp;

Dedi menjelaskan, aksi sendiri awalnya hanya dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang berjumlah 150 orang. Mereka menuntut agar bupati menandatangani persetujuan referendum.
&quot;Namun, dari 150 orang itu berhasil dinegosiasi oleh aparat kepolisian,&quot; paparnya.
Saat negosiasi sedang berlangsung lanjut Dedi, muncul ribuan masyarakat dari berbagai tempar dengan membawa senjata tajam seperti panah dan melakukan penyerangan terhadap aparat.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kapolri Beberkan Alasan Pemerintah Masih Blokir Internet di Papua&amp;nbsp;
&quot;Sehingga jatuh korban dari aparat TNI kemudian dari aparat kepolisian,&quot; tambahnya.
Adapun terkait informasi adanya korban dsri sipil pihaknya masih belum bisa mengkonfirmasi hal tersebut. &quot;Terkait menyangkut masalah adanya korban dari masyarakat sipil, itu belum terkonfirmasi kebenarannya, jadi informasi tersebut masih terus akan dicek oleh Polda Papua,&quot; ucap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
