<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polri Masih Dalami Kabar 6 Warga Tertembak saat Demo di Deiyai Papua</title><description>Polri menyatakan belum dapat konfirmasi kabar ada 6 warga tertembak dalam unjuk rasa di Kantor Bupati Deiyai, Papua.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/28/337/2097786/polri-masih-dalami-kabar-6-warga-tertembak-saat-demo-di-deiyai-papua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/28/337/2097786/polri-masih-dalami-kabar-6-warga-tertembak-saat-demo-di-deiyai-papua"/><item><title>Polri Masih Dalami Kabar 6 Warga Tertembak saat Demo di Deiyai Papua</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/28/337/2097786/polri-masih-dalami-kabar-6-warga-tertembak-saat-demo-di-deiyai-papua</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/28/337/2097786/polri-masih-dalami-kabar-6-warga-tertembak-saat-demo-di-deiyai-papua</guid><pubDate>Rabu 28 Agustus 2019 17:58 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/28/337/2097786/polri-masih-dalami-kabar-6-warga-tertembak-saat-demo-di-deiyai-papua-y5XCFAV3GG.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Brigjen Dedi Prasetyo (Feri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/28/337/2097786/polri-masih-dalami-kabar-6-warga-tertembak-saat-demo-di-deiyai-papua-y5XCFAV3GG.jfif</image><title>Brigjen Dedi Prasetyo (Feri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Enam warga dikabarkan tertembak peluru aparat keamanan dalam unjuk rasa diwarnai kericuhan di Kantor Bupati Deiyai, Papua, Rabu (28/8/2019). Namun, Polri menyebutkan informasi tersebut belum terkonfirmasi keakuratannya.

&quot;Info tersebut belum dapat diklarifikasi dan konfirmasi keakuratannya,&quot; kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi wartawan di Hotel Mercure, Jakarta Utara.

Menurutnya polisi masih mendalami keakuratan informasi tersebut.

Dedi mengatakan yang sudah dapat konfirmasi adalah ada anggota TNI dan Polri menjadi korban saat mengamankan demo tersebut. Mereka diserang dengan panah.

&quot;Informasi yang berhasil kita himpun dari Polda Papua saat ini korban justru dari aparat kemanan. Dari TNI satu gugur, dari Polri lima terkena anak panah,&quot; ujar Dedi.
&amp;nbsp;
Demo di Manokwari, Papua Barat (Istimewa)
Aparat TNI-Polri dan tokoh masyarakat, kata Dedi, masih berupaya keras meredam aksi massa. Ia mengimbau masyarakat tidak terprovokasi sehingga bertindak anarkis.

Aktivis Pusat Studi Masyarakat Adat (Pusaka), Benard Agapa mengaku sudah mendapatkan informasi bahwa ada enam warga tertembak dalam unjuk rasa di Deiyai.

&quot;Pas saat tiba di Kantor (Bupati Deiyai), ada yang ditembak,&quot; kata Benard di Kantor Kontras, Jalan Kramat Raya II, Senen, Jakarta Pusat.
Baca juga: Aktivis Sebut 6 Warga Tertembak dalam Demo di Deiyai Papua
Namun, dia belum mengetahui kondisi warga tersebut. &quot;Saya belum dapat kronologis secara utuh karena akses internet di sana mati,&quot; ujarnya.
Demo di Kantor Bupati Deiyai hari ini merupakan aksi lanjutan dari unjuk rasa sebelumnya di berbagai titik di Papua dan Papua Barat, yakni menuntut penindakan terhadap pelaku rasisme dan penghinaan terhadap ras Papua oleh segelintir oknum di Jawa Timur.
Baca juga: Amankan Demo di Papua, 1 TNI Tewas dan 5 Polisi Terluka Kena Panah
Dalam aksinya, massa menuntut digelar referendum jika pemerintah tak mampu lagi memberikan keadilan terhadap Papua.

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Enam warga dikabarkan tertembak peluru aparat keamanan dalam unjuk rasa diwarnai kericuhan di Kantor Bupati Deiyai, Papua, Rabu (28/8/2019). Namun, Polri menyebutkan informasi tersebut belum terkonfirmasi keakuratannya.

&quot;Info tersebut belum dapat diklarifikasi dan konfirmasi keakuratannya,&quot; kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi wartawan di Hotel Mercure, Jakarta Utara.

Menurutnya polisi masih mendalami keakuratan informasi tersebut.

Dedi mengatakan yang sudah dapat konfirmasi adalah ada anggota TNI dan Polri menjadi korban saat mengamankan demo tersebut. Mereka diserang dengan panah.

&quot;Informasi yang berhasil kita himpun dari Polda Papua saat ini korban justru dari aparat kemanan. Dari TNI satu gugur, dari Polri lima terkena anak panah,&quot; ujar Dedi.
&amp;nbsp;
Demo di Manokwari, Papua Barat (Istimewa)
Aparat TNI-Polri dan tokoh masyarakat, kata Dedi, masih berupaya keras meredam aksi massa. Ia mengimbau masyarakat tidak terprovokasi sehingga bertindak anarkis.

Aktivis Pusat Studi Masyarakat Adat (Pusaka), Benard Agapa mengaku sudah mendapatkan informasi bahwa ada enam warga tertembak dalam unjuk rasa di Deiyai.

&quot;Pas saat tiba di Kantor (Bupati Deiyai), ada yang ditembak,&quot; kata Benard di Kantor Kontras, Jalan Kramat Raya II, Senen, Jakarta Pusat.
Baca juga: Aktivis Sebut 6 Warga Tertembak dalam Demo di Deiyai Papua
Namun, dia belum mengetahui kondisi warga tersebut. &quot;Saya belum dapat kronologis secara utuh karena akses internet di sana mati,&quot; ujarnya.
Demo di Kantor Bupati Deiyai hari ini merupakan aksi lanjutan dari unjuk rasa sebelumnya di berbagai titik di Papua dan Papua Barat, yakni menuntut penindakan terhadap pelaku rasisme dan penghinaan terhadap ras Papua oleh segelintir oknum di Jawa Timur.
Baca juga: Amankan Demo di Papua, 1 TNI Tewas dan 5 Polisi Terluka Kena Panah
Dalam aksinya, massa menuntut digelar referendum jika pemerintah tak mampu lagi memberikan keadilan terhadap Papua.

</content:encoded></item></channel></rss>
