<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Musim Kemarau, Curug Green Canyon di Bogor Kering</title><description>Lokasi wisata alam Curug Ciomas Tonjong atau yang lebih dikenal dengan Curug Green Canyon di Kampung Tonjong, mengering.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/28/338/2097793/musim-kemarau-curug-green-canyon-di-bogor-kering</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/28/338/2097793/musim-kemarau-curug-green-canyon-di-bogor-kering"/><item><title>Musim Kemarau, Curug Green Canyon di Bogor Kering</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/28/338/2097793/musim-kemarau-curug-green-canyon-di-bogor-kering</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/28/338/2097793/musim-kemarau-curug-green-canyon-di-bogor-kering</guid><pubDate>Rabu 28 Agustus 2019 18:10 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/28/338/2097793/musim-kemarau-curug-green-canyon-di-bogor-kering-w9t22eUGQY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Curug Green Canyon di Bogor, Jawa Barat, Kekeringan Akibat Musim Kemarau (foto: Okezone.com/Putra RA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/28/338/2097793/musim-kemarau-curug-green-canyon-di-bogor-kering-w9t22eUGQY.jpg</image><title>Curug Green Canyon di Bogor, Jawa Barat, Kekeringan Akibat Musim Kemarau (foto: Okezone.com/Putra RA)</title></images><description>BOGOR - Lokasi wisata alam Curug Ciomas Tonjong atau yang lebih dikenal dengan Curug Green Canyon di Kampung Tonjong, Desa Cikutamani, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengering.

Ketua Pengelola Curug Ciomas Tonjong Warta Wijaya mengatakan kondisi tersebut terjadi secara bertahap semenjak wilayah Bogor memasuki musim kemarau dalam kurun waktu empat bulan terakhir.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini 21 Daerah di Jakarta yang Berpotensi Kekeringan&amp;nbsp;

&quot;Sudah empat bulan curugnya kering enggak ngalir. Kalau dibawahnya masih ada sih sedikit sisa airnya,&quot; kata Warta kepada Okezone, Rabu (28/8/2019).

Warta menambahkan, bahwa kondisi seperti ini merupakan yang terparah sejak dibukanya lokasi wisata tersebut pada 2014 lalu. Alhasil, jumlah pengunjung yang datang ke curug menurun drastis.

&quot;Bahkan beberapa hari gak ada (pengunjung) yang dateng, sekalinya datang cuma 2 atau 3 orang. Pas liat curug kering balik lagi kecewa,&quot; tambahnya.

Selain itu, keringnya aliran curug tersebut juga berdampak kepada warung-warung makanan milik warga sekitar yang memilih untuk tutup sementara karena tidak ada adanya pengunjung yang datang.

&quot;Ada yang buka satu, gak lama tutup lagi. Ya gak ada pengunjung siapa yang mau beli?,&quot; ungkap Warta.
Baca Juga:&amp;nbsp;Imbauan BMKG Antisipasi Kekeringan di Puncak Musim Kemarau
&amp;nbsp;
Saat ini, pihaknya hanya bisa memanfaatkan kondisi tersebut untuk membersihkan lokasi di sekitar curug. Bagi pengunjung yang tetap ingin datang ke curug dibebaskan dari biaya masuk sampai kondii normal.

&quot;Sementara ini yang datang tidak bayar, karena kasian bayar tapi gak ada airnya. Kita sekarang cuma bersih-bersih aja sampai airnya ngalir lagi,&quot; tutur Warta.</description><content:encoded>BOGOR - Lokasi wisata alam Curug Ciomas Tonjong atau yang lebih dikenal dengan Curug Green Canyon di Kampung Tonjong, Desa Cikutamani, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengering.

Ketua Pengelola Curug Ciomas Tonjong Warta Wijaya mengatakan kondisi tersebut terjadi secara bertahap semenjak wilayah Bogor memasuki musim kemarau dalam kurun waktu empat bulan terakhir.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ini 21 Daerah di Jakarta yang Berpotensi Kekeringan&amp;nbsp;

&quot;Sudah empat bulan curugnya kering enggak ngalir. Kalau dibawahnya masih ada sih sedikit sisa airnya,&quot; kata Warta kepada Okezone, Rabu (28/8/2019).

Warta menambahkan, bahwa kondisi seperti ini merupakan yang terparah sejak dibukanya lokasi wisata tersebut pada 2014 lalu. Alhasil, jumlah pengunjung yang datang ke curug menurun drastis.

&quot;Bahkan beberapa hari gak ada (pengunjung) yang dateng, sekalinya datang cuma 2 atau 3 orang. Pas liat curug kering balik lagi kecewa,&quot; tambahnya.

Selain itu, keringnya aliran curug tersebut juga berdampak kepada warung-warung makanan milik warga sekitar yang memilih untuk tutup sementara karena tidak ada adanya pengunjung yang datang.

&quot;Ada yang buka satu, gak lama tutup lagi. Ya gak ada pengunjung siapa yang mau beli?,&quot; ungkap Warta.
Baca Juga:&amp;nbsp;Imbauan BMKG Antisipasi Kekeringan di Puncak Musim Kemarau
&amp;nbsp;
Saat ini, pihaknya hanya bisa memanfaatkan kondisi tersebut untuk membersihkan lokasi di sekitar curug. Bagi pengunjung yang tetap ingin datang ke curug dibebaskan dari biaya masuk sampai kondii normal.

&quot;Sementara ini yang datang tidak bayar, karena kasian bayar tapi gak ada airnya. Kita sekarang cuma bersih-bersih aja sampai airnya ngalir lagi,&quot; tutur Warta.</content:encoded></item></channel></rss>
