<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Selidiki Pengibaran Bendera Bintang Kejora dalam Demo Tuntut Referendum di Sorong</title><description>Seribuan warga berunjuk rasa di Sorong, Papua Barat menolak rasisme dan menuntut referendum. Mereka ikut mengibarkan bendera bintang kejora.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/28/340/2097590/polisi-selidiki-pengibaran-bendera-bintang-kejora-dalam-demo-tuntut-referendum-di-sorong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/28/340/2097590/polisi-selidiki-pengibaran-bendera-bintang-kejora-dalam-demo-tuntut-referendum-di-sorong"/><item><title>Polisi Selidiki Pengibaran Bendera Bintang Kejora dalam Demo Tuntut Referendum di Sorong</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/28/340/2097590/polisi-selidiki-pengibaran-bendera-bintang-kejora-dalam-demo-tuntut-referendum-di-sorong</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/28/340/2097590/polisi-selidiki-pengibaran-bendera-bintang-kejora-dalam-demo-tuntut-referendum-di-sorong</guid><pubDate>Rabu 28 Agustus 2019 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Chanry Andrew S</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/28/340/2097590/polisi-selidiki-pengibaran-bendera-bintang-kejora-dalam-demo-tuntut-referendum-di-sorong-dDjYRma0ow.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bendera bintang kejora di tengah unjuk rasa massa di Kota Sorong, Papua Barat (Chanry/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/28/340/2097590/polisi-selidiki-pengibaran-bendera-bintang-kejora-dalam-demo-tuntut-referendum-di-sorong-dDjYRma0ow.jpg</image><title>Bendera bintang kejora di tengah unjuk rasa massa di Kota Sorong, Papua Barat (Chanry/Okezone)</title></images><description>SORONG  - Polisi menyelidiki aksi pengibaran bendera bintang kejora dalam unjuk rasa menolak rasisme dan menuntut referendum untuk Papua dilakukan seribuan warga di Kota Sorong, Papua Barat, pada Selasa 27 Agustus kemarin. Polisi menduga ada pergeseran tujuan aksi tersebut.

&amp;ldquo;Seperti yang rekan-rekan lihat kan sudah mulai bergeser, artinya apa, kita akan dalami lagi, kita akan komunikasikan kembali, jadi supaya ini masyarakat juga untuk ketahui, sepertinya setelah ada pergeseran nilai-nilai untuk aksi-aksi,&amp;rdquo; kata Kapolres Sorong Kota, AKBP Mario Christy Siregar, Rabu (28/8/2019).
Baca juga: Komnas HAM Didesak Usut Rasisme Terhadap Mahasiswa Papua di Jatim
Dalam aksi yang berpusat di depan Kantor Wali Kota Sorong kemarin, massa membawa bendera bintang kejora yang identik dengan simbol kebesaran Organisasi Papua Merdeka (OPM).
&amp;nbsp;
Massa terdiri dari Aliansi Mahasiswa Peduli Surabaya-Malang dan warga Papua itu juga membawa spanduk berbentuk bintang kejora bertuliskan &amp;ldquo;penentuan nasib sendiri referendum&amp;rdquo;.

Sementara aparat TNI dan Polri yang mengawal aksi tak memberikan respons terhadap adanya bendera bintang kejora di tengah massa.
Baca juga: Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, 43 Orang Diamankan
Dalam aksinya, massa long march dan berkumpul di Jalan Achmad Yani lalu bergerak lagi ke halaman Kantor Wali Kota Sorong. Massa ikut menampilkan tarian adat Papua.
&amp;nbsp;
Massa mengecam tindakan rasisme dan intimidasi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur. Mereka meminta aparat penegak hukum menindak pelaku.



Selain itu, massa juga mengungkapkan ketidakadilan yang mereka rasakan dari pemerintah, sehingga menuntut digelarnya referendum di Papua dengan opsi merdeka.
&amp;ldquo;Kami hanya datang ke sini meminta satu hal, kami mau merdeka, Papua Merdeka, Papua Merdeka,&amp;rdquo; kata seorang orator massa yang disambut.

Massa menyerahkan pernyataan sikapnya ke Wali Kota Sorong yang diwakili oleh Assisten II. Setelah menyampaikan aspirasi, massa membubarkan diri dengan tertib.

Kapolres Sorong Kota tetap mengapresiasi aksi massa yang berjalan damai. &amp;ldquo;Yang penting tidak ada hal-hal yang anarkis terjadi dalam aksi demo tersebut,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>SORONG  - Polisi menyelidiki aksi pengibaran bendera bintang kejora dalam unjuk rasa menolak rasisme dan menuntut referendum untuk Papua dilakukan seribuan warga di Kota Sorong, Papua Barat, pada Selasa 27 Agustus kemarin. Polisi menduga ada pergeseran tujuan aksi tersebut.

&amp;ldquo;Seperti yang rekan-rekan lihat kan sudah mulai bergeser, artinya apa, kita akan dalami lagi, kita akan komunikasikan kembali, jadi supaya ini masyarakat juga untuk ketahui, sepertinya setelah ada pergeseran nilai-nilai untuk aksi-aksi,&amp;rdquo; kata Kapolres Sorong Kota, AKBP Mario Christy Siregar, Rabu (28/8/2019).
Baca juga: Komnas HAM Didesak Usut Rasisme Terhadap Mahasiswa Papua di Jatim
Dalam aksi yang berpusat di depan Kantor Wali Kota Sorong kemarin, massa membawa bendera bintang kejora yang identik dengan simbol kebesaran Organisasi Papua Merdeka (OPM).
&amp;nbsp;
Massa terdiri dari Aliansi Mahasiswa Peduli Surabaya-Malang dan warga Papua itu juga membawa spanduk berbentuk bintang kejora bertuliskan &amp;ldquo;penentuan nasib sendiri referendum&amp;rdquo;.

Sementara aparat TNI dan Polri yang mengawal aksi tak memberikan respons terhadap adanya bendera bintang kejora di tengah massa.
Baca juga: Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, 43 Orang Diamankan
Dalam aksinya, massa long march dan berkumpul di Jalan Achmad Yani lalu bergerak lagi ke halaman Kantor Wali Kota Sorong. Massa ikut menampilkan tarian adat Papua.
&amp;nbsp;
Massa mengecam tindakan rasisme dan intimidasi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur. Mereka meminta aparat penegak hukum menindak pelaku.



Selain itu, massa juga mengungkapkan ketidakadilan yang mereka rasakan dari pemerintah, sehingga menuntut digelarnya referendum di Papua dengan opsi merdeka.
&amp;ldquo;Kami hanya datang ke sini meminta satu hal, kami mau merdeka, Papua Merdeka, Papua Merdeka,&amp;rdquo; kata seorang orator massa yang disambut.

Massa menyerahkan pernyataan sikapnya ke Wali Kota Sorong yang diwakili oleh Assisten II. Setelah menyampaikan aspirasi, massa membubarkan diri dengan tertib.

Kapolres Sorong Kota tetap mengapresiasi aksi massa yang berjalan damai. &amp;ldquo;Yang penting tidak ada hal-hal yang anarkis terjadi dalam aksi demo tersebut,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
