<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Jaringan Internet Jadi Masalah</title><description>Pemerintah diminta menyiapkan prasarana jaringan telekomunikasi di Kalimantan Timur yang segera menjadi Ibu Kota Negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/29/337/2098151/ibu-kota-pindah-ke-kaltim-jaringan-internet-jadi-masalah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/29/337/2098151/ibu-kota-pindah-ke-kaltim-jaringan-internet-jadi-masalah"/><item><title>Ibu Kota Pindah ke Kaltim, Jaringan Internet Jadi Masalah</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/29/337/2098151/ibu-kota-pindah-ke-kaltim-jaringan-internet-jadi-masalah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/29/337/2098151/ibu-kota-pindah-ke-kaltim-jaringan-internet-jadi-masalah</guid><pubDate>Kamis 29 Agustus 2019 15:13 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/29/337/2098151/ibu-kota-pindah-ke-kaltim-jaringan-internet-jadi-masalah-PF50ENXbIU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Apjatel, Arif Angga (Foto: Okezone.com/Taufik Budi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/29/337/2098151/ibu-kota-pindah-ke-kaltim-jaringan-internet-jadi-masalah-PF50ENXbIU.jpg</image><title>Ketua Apjatel, Arif Angga (Foto: Okezone.com/Taufik Budi)</title></images><description>SEMARANG - Pemerintah diminta menyiapkan prasarana jaringan telekomunikasi di Kalimantan Timur yang segera menjadi Ibu Kota Negara. Sebab, selama ini jaringan telekomunikasi di daerah-daerah selama ini masih minim dan tanpa perencanaan memadai.

&quot;Di Kalimantan ini kita ketahui pemetrasi jaringan telekomunikasi masih sangat minim. Ibaratnya telefon seluler saja itu belum bisa mencakup semua area, apalagi jaringan (internet),&quot; kata Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Telekomunikasi (Apjatel), Arif Angga, di sela kegiatan &quot;Forum Sinergitas Telekomunikasi, Logistik dan IoT dalam Mendukung Ekonomi Digital pada Sektor Pertanian, Perindustrian dan UMKM&quot; di Semarang, Kamis (29/8/2019).

&quot;Jadi kalau memang ibu kota pindah persiapannya harus matang dan benar,&quot; tambahnya.

Dia berharap, pihaknya dilibatkan dalam perencanaan pembangunan sarana infrastruktur jaringan internet. Dengan perencanaan yang baik, tidak hanya jaringan yang bisa dinikmati seluruh masyarakat tetapi juga tertata rapi.



&quot;Harapannya  kita bisa dilibatkan agar infrastruktur ini jaringannya tidak seperti di kota-kota lainnya. Selama ini kotanya sudah ada, jaringannya baru ngikut. Akhirnya kerapiannya lebih sulit (ditata),&quot; terangnya.

&quot;Tapi kalau kota ini kan masih baru, jadi kalau bisa asosiasi penyedia jaringan dilibatkan dari awal sehingga kita bener-bener bisa menata. Ibu kota baru ini dari awal bener-bener kita siap untuk menggelar jaringan di sana,&quot; harapnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan harapan agar infrastruktur jaringan melalui bawah tanah. Pihaknya pun siap bergerak cepat menggelar jaringan fiber optic, untuk melayani kebutuhan sarana telekomunikasi di ibu kota baru nanti.

&quot;Kalau mau rapi teratur itu lewat bawah tanah. Sehingga kita akan lebih mudah untuk melakukan penetrasi jaringan. Untuk penggelaran kabel tidak butuh waktu lama. Itu butuh 2 atau 3 tahun cukup,&quot; tandasnya.


</description><content:encoded>SEMARANG - Pemerintah diminta menyiapkan prasarana jaringan telekomunikasi di Kalimantan Timur yang segera menjadi Ibu Kota Negara. Sebab, selama ini jaringan telekomunikasi di daerah-daerah selama ini masih minim dan tanpa perencanaan memadai.

&quot;Di Kalimantan ini kita ketahui pemetrasi jaringan telekomunikasi masih sangat minim. Ibaratnya telefon seluler saja itu belum bisa mencakup semua area, apalagi jaringan (internet),&quot; kata Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Telekomunikasi (Apjatel), Arif Angga, di sela kegiatan &quot;Forum Sinergitas Telekomunikasi, Logistik dan IoT dalam Mendukung Ekonomi Digital pada Sektor Pertanian, Perindustrian dan UMKM&quot; di Semarang, Kamis (29/8/2019).

&quot;Jadi kalau memang ibu kota pindah persiapannya harus matang dan benar,&quot; tambahnya.

Dia berharap, pihaknya dilibatkan dalam perencanaan pembangunan sarana infrastruktur jaringan internet. Dengan perencanaan yang baik, tidak hanya jaringan yang bisa dinikmati seluruh masyarakat tetapi juga tertata rapi.



&quot;Harapannya  kita bisa dilibatkan agar infrastruktur ini jaringannya tidak seperti di kota-kota lainnya. Selama ini kotanya sudah ada, jaringannya baru ngikut. Akhirnya kerapiannya lebih sulit (ditata),&quot; terangnya.

&quot;Tapi kalau kota ini kan masih baru, jadi kalau bisa asosiasi penyedia jaringan dilibatkan dari awal sehingga kita bener-bener bisa menata. Ibu kota baru ini dari awal bener-bener kita siap untuk menggelar jaringan di sana,&quot; harapnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan harapan agar infrastruktur jaringan melalui bawah tanah. Pihaknya pun siap bergerak cepat menggelar jaringan fiber optic, untuk melayani kebutuhan sarana telekomunikasi di ibu kota baru nanti.

&quot;Kalau mau rapi teratur itu lewat bawah tanah. Sehingga kita akan lebih mudah untuk melakukan penetrasi jaringan. Untuk penggelaran kabel tidak butuh waktu lama. Itu butuh 2 atau 3 tahun cukup,&quot; tandasnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
