<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Kisah Horor &quot;KKN di Desa Penari&quot; Jadi Misteri</title><description>Media sosial kembali dihebohkan dengan kisah horor dengan judul &quot;KKN di Desa Penari&quot;. Seperti apa kisahnya?</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/30/337/2098808/viral-kisah-horor-kkn-di-desa-penari-jadi-misteri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/30/337/2098808/viral-kisah-horor-kkn-di-desa-penari-jadi-misteri"/><item><title>Viral Kisah Horor &quot;KKN di Desa Penari&quot; Jadi Misteri</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/30/337/2098808/viral-kisah-horor-kkn-di-desa-penari-jadi-misteri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/30/337/2098808/viral-kisah-horor-kkn-di-desa-penari-jadi-misteri</guid><pubDate>Jum'at 30 Agustus 2019 21:32 WIB</pubDate><dc:creator>Edi Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/30/337/2098808/viral-kisah-horor-kkn-di-desa-penari-jadi-misteri-X8fVsgPIrW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Poster Kisah KKN di Desa Penari (Foto: Twitter @simpleM81378523)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/30/337/2098808/viral-kisah-horor-kkn-di-desa-penari-jadi-misteri-X8fVsgPIrW.jpg</image><title>Poster Kisah KKN di Desa Penari (Foto: Twitter @simpleM81378523)</title></images><description>JAKARTA - Media sosial kembali dihebohkan dengan kisah horor dengan judul &quot;KKN di Desa Penari&quot;. Cerita yang diunggah akun SimpleMan di akun twitter itu menjadi viral karena mengundang berbagai tanda tanya.
Cerita itu berawal dari beberapa mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mereka adalah Widya, Nur, Ayu, Bima, Wahyu dan Anton. Cerita itu kabarnya terjadi pada tahun 2009 akhir.
Setelah mendapat persetujuan dari kampus, mereka akhirnya memulai perjalanan KKN menuju desa yang dituju. Dalam perjalanan menuju desa yang dituju, mereka mulai merasakan berbagai kejadian mistis seperti terdengar suara gamelan hingga orang yang menari.
Mereka pun akhirnya tiba di desa yang dituju hingga akhirnya bertemu kepala desa yang bernama Pak Prabu. Hingga keesokan harinya, Pak Prabu mulai mengajak para calon sarjana itu keliling desa.

Baca Juga: Viral Bus Polisi Tabrak Pemotor
Di perjalanan pertama mereka, Pak Prabu mengajak para mahasiswa KKN itu ke sebuah pemakaman yang aneh. Sebuah pemakaman yang dikelilingi pohon beringin itu, terdapat batu nisan yang ditutupi kain hitam. Bahkan ada sesajen di setiap batu dekat pohon beringinnya.
&quot;Ini itu namanya, Sangkarso. Kepercayaan orang sini, jadi biar tahu, kalau ini loh pemakaman,&quot; kata Pak Prabu menjawab keanehan para mahasiswa itu.
&quot;Orang bodoh juga bisa membedakan kuburan dan lapangan bola pak,&quot; lirih Wahyu dan Anton menjawabnya yang dijawab langsung oleh Pak Prabu. &quot;Semoga saja, kalian tahu yang di omongkan ya,&quot; jawab Pak Prabu.Kemudian mereka diajak kembali untuk melihat tempat-tempat lainnya.  Hingga akhirnya Nur izin pulang ke rumah singgah yang dihantar oleh  Bima. Perjalanan pun dilanjutkan oleh empat orang mahasiswa lainnya.
Hingga pada suatu malam keanehan mulai dirasakan para mahasiswa  tersebut seperti Widya yang mulai menari-nari. Melihat Keanehan itu, pak  Prabu segera membawa para mahasiswa itu seperti Bima, Widya dan Ayu  dengan menggunakan motor ke tempat orang yang dituakan di desa itu yang  disebut Mbah Buyut.
Setibanya di rumah Mbah Buyut, para mehasiswa itu diminta meminum  kopi ireng. Ternyata, kopi yang rasanya pahit itu merupakan racikan  untuk memanggil lelembut, demit dan sejenisnya.
Setelah kunjungannya disimpulkan jika ada sosok makhluk gaib yang  mengikuti Widya. &quot;Mohon maaf ya nak, kamu, ada yang mengikuti,&quot; kata Pak  Prabu kepada Widya.
KKN mereka pun tetap berjalan sesuai rencana. Hingga akhirnya Wahyu  dan Widya harus pergi ke kota untuk kebutuhan KKN nya dengan meminjam  motor pak Prabu.
Setelah menembus hutan, mereka pun tiba ke kota dan membeli berbagai  kebutuhannya untuk di desa. Selesai itu, Wahyu dan Widya kembali ke desa  dengan kembali memasuki hutan.
Selama perjalanan menuju desa, motor yang mereka tumpangi mengalami  kerusakan. Setelah beberapa lama, mereka pun bertemu dengan bapak tua  yang mencoba menolongnya.Sambil mencoba memperbaiki motor mereka, Wahyu dan Widya disuguhkan   makanan hingga melihat beberapa penari yang cantik ikut melintas.   Bahkan, Widya dan Wahyu ikut membungkus makanan tersebut.
Namun, sesampainya di desa bungkus makanan tersebut ada kepala monyet   yang masih segar lengkap dengan bau amis dan masih berlendir.
Puncak keanehan terjadi saat Widya melihat sosok Bima yang sedang   mandi di kolam sambil dikelilingi ular yang banyak sekali. Tidak hanya   itu, Widya pun melihat Ayu menari-nari.
Usut punya usut, Bima dan Ayu dinilai sudah melakukan hal yang   dilarang norma dan peraturan di desa tersebut. Sehingga, peristiwa yang   terjadi kepada Bima dan Wahyu merupakan bagian dari hukumannya.
Alhasil, saat itu tubuh Ayu masih terbaring dengan mata melotot seperti orang lumpuh. Sementara tubuh Bima masih kejang-kejang.
Hingga akhirnya rombongan pihak keluarga dan panitia KKN tiba di desa   dan membawa Ayu dan Bima, walaupun sebelumnya Widya sempat meminta  agar  keduanya tetap tinggal di desa.
Namun, keduanya tetap dibawa pulang. Tidak lama berselang keduanya   pun akhirnya dikabarkan meninggal dunia. Hingga kini belum diketahui   kebenaran cerita yang terjadi di sebuah kota berawalan B di Jawa Timur   itu.</description><content:encoded>JAKARTA - Media sosial kembali dihebohkan dengan kisah horor dengan judul &quot;KKN di Desa Penari&quot;. Cerita yang diunggah akun SimpleMan di akun twitter itu menjadi viral karena mengundang berbagai tanda tanya.
Cerita itu berawal dari beberapa mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mereka adalah Widya, Nur, Ayu, Bima, Wahyu dan Anton. Cerita itu kabarnya terjadi pada tahun 2009 akhir.
Setelah mendapat persetujuan dari kampus, mereka akhirnya memulai perjalanan KKN menuju desa yang dituju. Dalam perjalanan menuju desa yang dituju, mereka mulai merasakan berbagai kejadian mistis seperti terdengar suara gamelan hingga orang yang menari.
Mereka pun akhirnya tiba di desa yang dituju hingga akhirnya bertemu kepala desa yang bernama Pak Prabu. Hingga keesokan harinya, Pak Prabu mulai mengajak para calon sarjana itu keliling desa.

Baca Juga: Viral Bus Polisi Tabrak Pemotor
Di perjalanan pertama mereka, Pak Prabu mengajak para mahasiswa KKN itu ke sebuah pemakaman yang aneh. Sebuah pemakaman yang dikelilingi pohon beringin itu, terdapat batu nisan yang ditutupi kain hitam. Bahkan ada sesajen di setiap batu dekat pohon beringinnya.
&quot;Ini itu namanya, Sangkarso. Kepercayaan orang sini, jadi biar tahu, kalau ini loh pemakaman,&quot; kata Pak Prabu menjawab keanehan para mahasiswa itu.
&quot;Orang bodoh juga bisa membedakan kuburan dan lapangan bola pak,&quot; lirih Wahyu dan Anton menjawabnya yang dijawab langsung oleh Pak Prabu. &quot;Semoga saja, kalian tahu yang di omongkan ya,&quot; jawab Pak Prabu.Kemudian mereka diajak kembali untuk melihat tempat-tempat lainnya.  Hingga akhirnya Nur izin pulang ke rumah singgah yang dihantar oleh  Bima. Perjalanan pun dilanjutkan oleh empat orang mahasiswa lainnya.
Hingga pada suatu malam keanehan mulai dirasakan para mahasiswa  tersebut seperti Widya yang mulai menari-nari. Melihat Keanehan itu, pak  Prabu segera membawa para mahasiswa itu seperti Bima, Widya dan Ayu  dengan menggunakan motor ke tempat orang yang dituakan di desa itu yang  disebut Mbah Buyut.
Setibanya di rumah Mbah Buyut, para mehasiswa itu diminta meminum  kopi ireng. Ternyata, kopi yang rasanya pahit itu merupakan racikan  untuk memanggil lelembut, demit dan sejenisnya.
Setelah kunjungannya disimpulkan jika ada sosok makhluk gaib yang  mengikuti Widya. &quot;Mohon maaf ya nak, kamu, ada yang mengikuti,&quot; kata Pak  Prabu kepada Widya.
KKN mereka pun tetap berjalan sesuai rencana. Hingga akhirnya Wahyu  dan Widya harus pergi ke kota untuk kebutuhan KKN nya dengan meminjam  motor pak Prabu.
Setelah menembus hutan, mereka pun tiba ke kota dan membeli berbagai  kebutuhannya untuk di desa. Selesai itu, Wahyu dan Widya kembali ke desa  dengan kembali memasuki hutan.
Selama perjalanan menuju desa, motor yang mereka tumpangi mengalami  kerusakan. Setelah beberapa lama, mereka pun bertemu dengan bapak tua  yang mencoba menolongnya.Sambil mencoba memperbaiki motor mereka, Wahyu dan Widya disuguhkan   makanan hingga melihat beberapa penari yang cantik ikut melintas.   Bahkan, Widya dan Wahyu ikut membungkus makanan tersebut.
Namun, sesampainya di desa bungkus makanan tersebut ada kepala monyet   yang masih segar lengkap dengan bau amis dan masih berlendir.
Puncak keanehan terjadi saat Widya melihat sosok Bima yang sedang   mandi di kolam sambil dikelilingi ular yang banyak sekali. Tidak hanya   itu, Widya pun melihat Ayu menari-nari.
Usut punya usut, Bima dan Ayu dinilai sudah melakukan hal yang   dilarang norma dan peraturan di desa tersebut. Sehingga, peristiwa yang   terjadi kepada Bima dan Wahyu merupakan bagian dari hukumannya.
Alhasil, saat itu tubuh Ayu masih terbaring dengan mata melotot seperti orang lumpuh. Sementara tubuh Bima masih kejang-kejang.
Hingga akhirnya rombongan pihak keluarga dan panitia KKN tiba di desa   dan membawa Ayu dan Bima, walaupun sebelumnya Widya sempat meminta  agar  keduanya tetap tinggal di desa.
Namun, keduanya tetap dibawa pulang. Tidak lama berselang keduanya   pun akhirnya dikabarkan meninggal dunia. Hingga kini belum diketahui   kebenaran cerita yang terjadi di sebuah kota berawalan B di Jawa Timur   itu.</content:encoded></item></channel></rss>
