<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejarah Unik Tradisi Astronot Rusia Kencingi Ban Bus Sebelum Peluncuran  </title><description>Tradisi ini juga dilakukan oleh astronot atau kosmonot perempuan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/31/18/2098777/sejarah-unik-tradisi-astronot-rusia-kencingi-ban-bus-sebelum-peluncuran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/31/18/2098777/sejarah-unik-tradisi-astronot-rusia-kencingi-ban-bus-sebelum-peluncuran"/><item><title>Sejarah Unik Tradisi Astronot Rusia Kencingi Ban Bus Sebelum Peluncuran  </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/31/18/2098777/sejarah-unik-tradisi-astronot-rusia-kencingi-ban-bus-sebelum-peluncuran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/31/18/2098777/sejarah-unik-tradisi-astronot-rusia-kencingi-ban-bus-sebelum-peluncuran</guid><pubDate>Sabtu 31 Agustus 2019 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/30/18/2098777/sejarah-unik-tradisi-astronot-rusia-kencingi-ban-bus-sebelum-peluncuran-1CoalByMrB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Daily Mail.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/30/18/2098777/sejarah-unik-tradisi-astronot-rusia-kencingi-ban-bus-sebelum-peluncuran-1CoalByMrB.jpg</image><title>Foto: Daily Mail.</title></images><description>BAGI para astronot dari negara-negara bekas Uni Soviet, atau yang dikenal sebagai kosmonot, ada sebuah tradisi unik yang selalu dilakukan sebelum mereka terbang ke luar angkasa dari lokasi peluncuran pesawat ulang-alik Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan: kencing di ban belakang sebelah kanan bus yang membawa mereka ke pesawat. Tradisi tersebut ternyata memiliki kaitan dengan sejarah antariksa Uni Soviet, dan negara-negara Commonwealth of Independent States (CIS).
Di Baikonur, dalam perjalanan menuju ke pesawat ulang-alik, bus yang membawa para kosmonot akan berhenti di tengah jalan mereka akan diperintahkan untuk melakukan tradisi, atau ritual itu. Bagi kosmonot perempuan, ritual tersebut dilakukan dengan cara menyiramkan air kencing mereka dari sebuah cangkir ke ban bus.
BACA JUGA: Perdana, Manusia Terbang ke Luar Angkasa
Pada 12 April 1961, Uni Soviet meluncurkan pesawat ulang-alik Vostok-1 yang membawa kosmonot Yuri Alekseyevich Gagarin ke luar angkasa dari Kosmodrom Baikonur. Dalam perjalanan menuju ke roket, Gagarin yang saat itu berusia 27 tahun, merasa harus buang air kecil, dan dari sanalah tradisi itu tercipta.
Gagarin, sebagaimana diketahui, manusia pertama yang berada di luar angkasa dalam Vostok-1.
Menurut mantan astronot NASA Paul Lockhart yang membawa dua pesawat luar angkasa ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dari Baikonur, tradisi yang dilakukan sebagai penghormatan bagi Gagarin itu juga merupakan &amp;ldquo;kegiatan yang menenangkan&amp;rdquo;.

&quot;Orang-orang menjadi sangat nyaman dalam melakukan rutinitas yang sama sebelum diluncurkan,&quot; kata Lockhart sebagaimana dikutip Atlas Obscura. &quot;Dan kadang-kadang itu harus terjadi dua atau tiga kali untuk satu misi, karena peluncuranmu bisa ditunda jika ada cuaca atau jika sistem gagal.&quot;
Ritual kencing itu ternyata bukan satu-satunya tradisi penghormatan yang dilakukan para kosmonot atau astronot yang terbang dari Baikonur, bahkan sebagian besar kegiatan penghormatan itu dilakukan dua pekan sebelum peluncuran.

Para astronot pertama-tama mengunjungi kantor lama Gagarin di Star  City dan mengunjungi makam Gagarin di Moskow. Lima hari sebelum  peluncuran mereka pergi ke sebuah hutan kecil di Baikonur di mana  Gagarin menanam sebuah pohon dan melakukan hal yang sama.

Dua hari sebelum meninggalkan bumi, anggota kru potong rambut. Pada  malam sebelum peluncuran, mereka menonton film 1969 White Sun of the  Desert, sebuah kisah aksi berlatar belakang perang saudara Rusia. Di  hari peluncuran, anggota kru meninggalkan Hotel Cosmonaut,  menandatangani pintu kamar mereka saat mereka pergi. Semua ini meniru  perilaku Gagarin sebelum penerbangan bersejarah dengan Vostok-1 pada  1961.
Prestasi Gagarin merupakan tonggak penting dalam sejarah ruang  angkasa Uni Soviet, yang saat itu berhasil bangkit dari kehancuran  selama Perang Dunia II. Namun, peran dari pencapaian itu tidak hanya  penting bagi Uni Soviet, tetapi juga komunitas antariksa di seluruh  dunia dan memiliki pengaruh besar bagi perkembangan eksplorasi ruang  angkasa sampai saat ini.</description><content:encoded>BAGI para astronot dari negara-negara bekas Uni Soviet, atau yang dikenal sebagai kosmonot, ada sebuah tradisi unik yang selalu dilakukan sebelum mereka terbang ke luar angkasa dari lokasi peluncuran pesawat ulang-alik Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan: kencing di ban belakang sebelah kanan bus yang membawa mereka ke pesawat. Tradisi tersebut ternyata memiliki kaitan dengan sejarah antariksa Uni Soviet, dan negara-negara Commonwealth of Independent States (CIS).
Di Baikonur, dalam perjalanan menuju ke pesawat ulang-alik, bus yang membawa para kosmonot akan berhenti di tengah jalan mereka akan diperintahkan untuk melakukan tradisi, atau ritual itu. Bagi kosmonot perempuan, ritual tersebut dilakukan dengan cara menyiramkan air kencing mereka dari sebuah cangkir ke ban bus.
BACA JUGA: Perdana, Manusia Terbang ke Luar Angkasa
Pada 12 April 1961, Uni Soviet meluncurkan pesawat ulang-alik Vostok-1 yang membawa kosmonot Yuri Alekseyevich Gagarin ke luar angkasa dari Kosmodrom Baikonur. Dalam perjalanan menuju ke roket, Gagarin yang saat itu berusia 27 tahun, merasa harus buang air kecil, dan dari sanalah tradisi itu tercipta.
Gagarin, sebagaimana diketahui, manusia pertama yang berada di luar angkasa dalam Vostok-1.
Menurut mantan astronot NASA Paul Lockhart yang membawa dua pesawat luar angkasa ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dari Baikonur, tradisi yang dilakukan sebagai penghormatan bagi Gagarin itu juga merupakan &amp;ldquo;kegiatan yang menenangkan&amp;rdquo;.

&quot;Orang-orang menjadi sangat nyaman dalam melakukan rutinitas yang sama sebelum diluncurkan,&quot; kata Lockhart sebagaimana dikutip Atlas Obscura. &quot;Dan kadang-kadang itu harus terjadi dua atau tiga kali untuk satu misi, karena peluncuranmu bisa ditunda jika ada cuaca atau jika sistem gagal.&quot;
Ritual kencing itu ternyata bukan satu-satunya tradisi penghormatan yang dilakukan para kosmonot atau astronot yang terbang dari Baikonur, bahkan sebagian besar kegiatan penghormatan itu dilakukan dua pekan sebelum peluncuran.

Para astronot pertama-tama mengunjungi kantor lama Gagarin di Star  City dan mengunjungi makam Gagarin di Moskow. Lima hari sebelum  peluncuran mereka pergi ke sebuah hutan kecil di Baikonur di mana  Gagarin menanam sebuah pohon dan melakukan hal yang sama.

Dua hari sebelum meninggalkan bumi, anggota kru potong rambut. Pada  malam sebelum peluncuran, mereka menonton film 1969 White Sun of the  Desert, sebuah kisah aksi berlatar belakang perang saudara Rusia. Di  hari peluncuran, anggota kru meninggalkan Hotel Cosmonaut,  menandatangani pintu kamar mereka saat mereka pergi. Semua ini meniru  perilaku Gagarin sebelum penerbangan bersejarah dengan Vostok-1 pada  1961.
Prestasi Gagarin merupakan tonggak penting dalam sejarah ruang  angkasa Uni Soviet, yang saat itu berhasil bangkit dari kehancuran  selama Perang Dunia II. Namun, peran dari pencapaian itu tidak hanya  penting bagi Uni Soviet, tetapi juga komunitas antariksa di seluruh  dunia dan memiliki pengaruh besar bagi perkembangan eksplorasi ruang  angkasa sampai saat ini.</content:encoded></item></channel></rss>
