<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pedemo di Papua Tak Mau Aksi Lagi karena Merasa Ditipu</title><description>Massa yang berasal dari masyarakat pegunungan Wamena merasa telah ditipu koordinator aksi massa yang berakhir ricuh dan anarkis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/01/337/2099341/pedemo-di-papua-tak-mau-aksi-lagi-karena-merasa-ditipu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/01/337/2099341/pedemo-di-papua-tak-mau-aksi-lagi-karena-merasa-ditipu"/><item><title>Pedemo di Papua Tak Mau Aksi Lagi karena Merasa Ditipu</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/01/337/2099341/pedemo-di-papua-tak-mau-aksi-lagi-karena-merasa-ditipu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/01/337/2099341/pedemo-di-papua-tak-mau-aksi-lagi-karena-merasa-ditipu</guid><pubDate>Minggu 01 September 2019 20:42 WIB</pubDate><dc:creator>Edy Siswanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/01/337/2099341/pedemo-di-papua-tak-mau-aksi-lagi-karena-merasa-ditipu-mIgWSOD1he.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Demo mahasiswa dan pemuda Papua di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/8/2019). (Foto : Ilustrasi/Dok Okezone.com/Arif Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/01/337/2099341/pedemo-di-papua-tak-mau-aksi-lagi-karena-merasa-ditipu-mIgWSOD1he.jpg</image><title>Demo mahasiswa dan pemuda Papua di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/8/2019). (Foto : Ilustrasi/Dok Okezone.com/Arif Julianto)</title></images><description>JAYAPURA &amp;ndash; Sekira 300 orang peserta demo pada 29 Agutus 2019 berkomitmen tidak akan lagi ikut dalam aksi dalam bentuk apapun. Massa yang berasal dari masyarakat pegunungan Wamena merasa telah ditipu koordinator aksi massa yang berakhir ricuh dan anarkis.
Berdasarkan keterangan Kapendam XVII/Cenderawasih, Letnan Kolonel CPL Eko Daryanto, mereka yang sempat bersembunyi di Kompleks Kelurahan Numbay Distrik, Jayapura Selatan, Minggu (1/9/2019) sore, menyampaikan penyesalan dan merasa ketakutan untuk kembali ke tempat tinggal masing-masing di Abepura dan Waena.
&amp;ldquo;Tiga ratusan orang yang merupakan bagian dari massa pendemo sepakat untuk tidak mau lagi ikut-ikutan aksi demo massa dalam bentuk apapun. Kelompok massa pendemo ini merasa telah ditipu oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan isu rasisme,&amp;rdquo; kata Eko Daryanto, dalam keterangannya, Minggu (1/9/2019).

Ia mengatakan, selama 3 hari mereka bersembunyi di wilayah Numbay Distrik Jayapura Selatan. Hal itu karena tidak berani kembali ke Abepura dan Waena dengan alasan takut mendapat aksi balasan dari masyarakat, yang telah menjadi korban aksi penjarahan, pembakaran, pelemparan, maupun perusakan oleh mereka. Aksi penjarahan dan pembakaran itu terjadi saat massa demo yang berujung rusuh dan anarkis sehingga menimbulkan kerusakan dan kerugian material di sepanjang Jalan Waena-Jayapura.
Pada hari Minggu siang, perwakilan kelompok yang sebagian besar berasal dari Wamena tersebut menemui Kepala Dinas Pendidikan Papua, Desman Kogaya, untuk memohon bantuan agar diberikan jaminan keamanan dan angkutan dalam proses mereka kembali ke daerah Abepura dan Waena.
&amp;ldquo;Mereka merasa takut mendapatkan aksi balasan dari masyarakat yang telah mengalami kehilangan/kerusakan aset harta benda yang berharga yang telah mereka rusak/jarah akibat ulah yang anarkis dan brutal,&amp;rdquo; ujarnya.Selanjutnya Desman Kogoya menghubungi Kodam XVII/Cenderawasih dan  perwakilan Komnas HAM wilayah Papua sebagai mediator. Asintel Kasdam  Kolonel Inf JO Sembiring sebagai perwakilan dari Kodam XVII/Cenderawasih  dan Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramanday melakukan mediasi  dan negosiasi untuk memberikan solusi terbaik guna proses evakuasi  terhadap 300-an orang agar terhindar bentrok susulan antarkelompok massa  khususnya di wilayah Jayapura. Hadir pula dalam proses mediasi tersebut  Pendeta, Wakil Bupati Lanny Jaya, anggota MRP.
&amp;ldquo;Kodam XVII/Cenderawasih telah menyiapkan kurang lebih 15 truk  TNI/Polri guna mengangkut massa yang sempat bertahan di wilayah  Kelurahan Numbay pasca aksi demo beberapa hari yang lalu,&amp;rdquo; katanya.

Sekira pukul 17.00 WIT, dilakukan evakuasi gelombang pertama sebanyak  116 orang dan pukul 19.50 WIT evakuasi gelombang kedua sebanyak 172  orang. Sementara 1 orang yang diduga pelaku penjarahan diamankan Polres  Jayapura karena pada saat pemeriksaan ditemukan kunci sepeda motor baru  di kantongnya.
&amp;ldquo;Proses evakuasi pemulangan berjalan aman dan lancar dengan pengawalan ketat dari Kodam XVII/Cen dan Polda Papua,&amp;rdquo; tuturnya.</description><content:encoded>JAYAPURA &amp;ndash; Sekira 300 orang peserta demo pada 29 Agutus 2019 berkomitmen tidak akan lagi ikut dalam aksi dalam bentuk apapun. Massa yang berasal dari masyarakat pegunungan Wamena merasa telah ditipu koordinator aksi massa yang berakhir ricuh dan anarkis.
Berdasarkan keterangan Kapendam XVII/Cenderawasih, Letnan Kolonel CPL Eko Daryanto, mereka yang sempat bersembunyi di Kompleks Kelurahan Numbay Distrik, Jayapura Selatan, Minggu (1/9/2019) sore, menyampaikan penyesalan dan merasa ketakutan untuk kembali ke tempat tinggal masing-masing di Abepura dan Waena.
&amp;ldquo;Tiga ratusan orang yang merupakan bagian dari massa pendemo sepakat untuk tidak mau lagi ikut-ikutan aksi demo massa dalam bentuk apapun. Kelompok massa pendemo ini merasa telah ditipu oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan isu rasisme,&amp;rdquo; kata Eko Daryanto, dalam keterangannya, Minggu (1/9/2019).

Ia mengatakan, selama 3 hari mereka bersembunyi di wilayah Numbay Distrik Jayapura Selatan. Hal itu karena tidak berani kembali ke Abepura dan Waena dengan alasan takut mendapat aksi balasan dari masyarakat, yang telah menjadi korban aksi penjarahan, pembakaran, pelemparan, maupun perusakan oleh mereka. Aksi penjarahan dan pembakaran itu terjadi saat massa demo yang berujung rusuh dan anarkis sehingga menimbulkan kerusakan dan kerugian material di sepanjang Jalan Waena-Jayapura.
Pada hari Minggu siang, perwakilan kelompok yang sebagian besar berasal dari Wamena tersebut menemui Kepala Dinas Pendidikan Papua, Desman Kogaya, untuk memohon bantuan agar diberikan jaminan keamanan dan angkutan dalam proses mereka kembali ke daerah Abepura dan Waena.
&amp;ldquo;Mereka merasa takut mendapatkan aksi balasan dari masyarakat yang telah mengalami kehilangan/kerusakan aset harta benda yang berharga yang telah mereka rusak/jarah akibat ulah yang anarkis dan brutal,&amp;rdquo; ujarnya.Selanjutnya Desman Kogoya menghubungi Kodam XVII/Cenderawasih dan  perwakilan Komnas HAM wilayah Papua sebagai mediator. Asintel Kasdam  Kolonel Inf JO Sembiring sebagai perwakilan dari Kodam XVII/Cenderawasih  dan Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Ramanday melakukan mediasi  dan negosiasi untuk memberikan solusi terbaik guna proses evakuasi  terhadap 300-an orang agar terhindar bentrok susulan antarkelompok massa  khususnya di wilayah Jayapura. Hadir pula dalam proses mediasi tersebut  Pendeta, Wakil Bupati Lanny Jaya, anggota MRP.
&amp;ldquo;Kodam XVII/Cenderawasih telah menyiapkan kurang lebih 15 truk  TNI/Polri guna mengangkut massa yang sempat bertahan di wilayah  Kelurahan Numbay pasca aksi demo beberapa hari yang lalu,&amp;rdquo; katanya.

Sekira pukul 17.00 WIT, dilakukan evakuasi gelombang pertama sebanyak  116 orang dan pukul 19.50 WIT evakuasi gelombang kedua sebanyak 172  orang. Sementara 1 orang yang diduga pelaku penjarahan diamankan Polres  Jayapura karena pada saat pemeriksaan ditemukan kunci sepeda motor baru  di kantongnya.
&amp;ldquo;Proses evakuasi pemulangan berjalan aman dan lancar dengan pengawalan ketat dari Kodam XVII/Cen dan Polda Papua,&amp;rdquo; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
