<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sebelum Bakar Suaminya, Aulia Kesuma Kirim Santet dan Niat Beli Senpi</title><description>Santet tersebut tidak berhasil membunuh Edi, sedangkan Aulia Kesuma batal membeli senpi karena uangnya kurang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/02/338/2099733/sebelum-bakar-suaminya-aulia-kesuma-kirim-santet-dan-niat-beli-senpi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/02/338/2099733/sebelum-bakar-suaminya-aulia-kesuma-kirim-santet-dan-niat-beli-senpi"/><item><title>Sebelum Bakar Suaminya, Aulia Kesuma Kirim Santet dan Niat Beli Senpi</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/02/338/2099733/sebelum-bakar-suaminya-aulia-kesuma-kirim-santet-dan-niat-beli-senpi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/02/338/2099733/sebelum-bakar-suaminya-aulia-kesuma-kirim-santet-dan-niat-beli-senpi</guid><pubDate>Senin 02 September 2019 17:34 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/02/338/2099733/sebelum-bakar-suaminya-aulia-kesuma-kirim-santet-dan-niat-beli-senpi-caGNdMakb3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (Foto : Dok Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/02/338/2099733/sebelum-bakar-suaminya-aulia-kesuma-kirim-santet-dan-niat-beli-senpi-caGNdMakb3.jpg</image><title>Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (Foto : Dok Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Aulia Kesuma, istri muda yang membakar suaminya Edi Chandra Purnama alias Pupung dan anak tirinya Adi Pradana dalam mobil di Sukabumi, Jawa Barat, sempat mengirimkan santet untuk menghabisi nyawa pasangannya tersebut. Selain itu, dia sempat membeli senjata api (senpi-red).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menyebut, Aulia harus merogoh kocek Rp40 juta untuk membayar dukun. Namun, santet yang dilayangkan pada sang suami tak ampuh.

Tak kehabisan akal, Aulia memutar otak dan menemukan cara lain untuk menghabisi nyawa Edi. Istri muda Edi tersebut mencari senjata api untuk memuluskan aksinya.

&quot;Tersangka Aulia mencari dukun tuk menyantet korban biar meninggal. Dia mengeluarkan uang Rp40 juta untuk biaya ke dukun. Tapi, suaminya tidak mempan disantet. Dia kemudian mencari senpi untuk menghabisi suaminya. Nanti ada eksekutornya untuk menembak,&quot; kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (2/9/2019).



Untuk mendapatkan senpi, Aulia harus merogoh sakunya lagi sebesar Rp50 juta. Namun, ia hanya mempunyai uang Rp35 juta dan mengurungkan niat membeli senjpi.

&quot;Dia mengeluarkan uang senilai Rp25 juta untuk membeli senpi. Uangnya kurang harga senpinya Rp 50 juta maka ia nambah Rp10 juta. Akhirnya, tidak jadi menembak karena harganya mahal,&quot; ujar Argo.

Argo menyebut, Aulia kembali pada rencana semula yaitu membunuh Edi dengan cara dibakar. Berkat bantuan keponakannya Kelvin dan dua eksekutor asal Lampung, Aulia menghabisi nyawa Edi dan Dana.

&quot;Akhirnya terpikirkan kembali untuk menghabisi dengan membakar. Itu sudah direncanakan dari awal juga. Dia tidak sendiri, dibantu keponakannya, dua tersangka dari Lampung, juga ada orang lain yang ikut serta dalam pembunuhan tersebut,&quot; kata Argo.


Pada kesempatan yang sama, Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya,  Kombes Suyudi Ario Seto, menjelaskan duduk perkara kasus ini.  Utang-piutang senilai Rp10 miliar menjadi motif kasus yang bermuara pada  pembunuhan berencana tersebut.

Aulia berkali-kali membujuk Edi untuk menjual rumah di kawasan Lebak  Bulus, Jakarta Selatan, untuk melunasi utang. Tercatat, Aulia berutang  di dua bank guna keperluan usaha restoran makanan dan bengkel.

Melalui mantan asisten rumah tangganya yang bernama Tini, Aulia  berhasil mendapat dukun santet. Ternyata dukun santet itu ialah suami  Tini yang berinisal RD.



&quot;Dia minta bantuan TN untuk membunuh suami dan anaknya. Kemudian TN  mengenalkan suaminya yang berinisial RD untuk menyantet, tapi tidak  berhasil,&quot; kata Suyudi.

Aulia lantas mencari opsi kedua. Aulia hendak membeli senjata api.  Nantinya, akan ada eksekutor yang memakai senjata api untuk membunuh  Edi.

Baca Juga : Dana Berencana Nikahi Kekasihnya Sebelum Dibunuh Aulia Kesuma

Selnjutnya, RD bertolak menuju Yogyakarta untuk mencari eksekutor.  Karena mahalnya harga senjata api, rencana pembunuhan itu urung  dilakukan.

&quot;Sebagai opsi kedua, pembunuhan dilakukan dengan menembak, mencari  eksekutor, dan menyiapkan uang Rp25 juta. RD pun berangkat ke Yogyakarta  untuk mencari eksekutor, tapi tidak berhasil,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Utang Rp10 Miliar dan Sakit Hati Jadi Alasan Istri Bunuh Suami dan Anak Tirinya</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Aulia Kesuma, istri muda yang membakar suaminya Edi Chandra Purnama alias Pupung dan anak tirinya Adi Pradana dalam mobil di Sukabumi, Jawa Barat, sempat mengirimkan santet untuk menghabisi nyawa pasangannya tersebut. Selain itu, dia sempat membeli senjata api (senpi-red).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menyebut, Aulia harus merogoh kocek Rp40 juta untuk membayar dukun. Namun, santet yang dilayangkan pada sang suami tak ampuh.

Tak kehabisan akal, Aulia memutar otak dan menemukan cara lain untuk menghabisi nyawa Edi. Istri muda Edi tersebut mencari senjata api untuk memuluskan aksinya.

&quot;Tersangka Aulia mencari dukun tuk menyantet korban biar meninggal. Dia mengeluarkan uang Rp40 juta untuk biaya ke dukun. Tapi, suaminya tidak mempan disantet. Dia kemudian mencari senpi untuk menghabisi suaminya. Nanti ada eksekutornya untuk menembak,&quot; kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (2/9/2019).



Untuk mendapatkan senpi, Aulia harus merogoh sakunya lagi sebesar Rp50 juta. Namun, ia hanya mempunyai uang Rp35 juta dan mengurungkan niat membeli senjpi.

&quot;Dia mengeluarkan uang senilai Rp25 juta untuk membeli senpi. Uangnya kurang harga senpinya Rp 50 juta maka ia nambah Rp10 juta. Akhirnya, tidak jadi menembak karena harganya mahal,&quot; ujar Argo.

Argo menyebut, Aulia kembali pada rencana semula yaitu membunuh Edi dengan cara dibakar. Berkat bantuan keponakannya Kelvin dan dua eksekutor asal Lampung, Aulia menghabisi nyawa Edi dan Dana.

&quot;Akhirnya terpikirkan kembali untuk menghabisi dengan membakar. Itu sudah direncanakan dari awal juga. Dia tidak sendiri, dibantu keponakannya, dua tersangka dari Lampung, juga ada orang lain yang ikut serta dalam pembunuhan tersebut,&quot; kata Argo.


Pada kesempatan yang sama, Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya,  Kombes Suyudi Ario Seto, menjelaskan duduk perkara kasus ini.  Utang-piutang senilai Rp10 miliar menjadi motif kasus yang bermuara pada  pembunuhan berencana tersebut.

Aulia berkali-kali membujuk Edi untuk menjual rumah di kawasan Lebak  Bulus, Jakarta Selatan, untuk melunasi utang. Tercatat, Aulia berutang  di dua bank guna keperluan usaha restoran makanan dan bengkel.

Melalui mantan asisten rumah tangganya yang bernama Tini, Aulia  berhasil mendapat dukun santet. Ternyata dukun santet itu ialah suami  Tini yang berinisal RD.



&quot;Dia minta bantuan TN untuk membunuh suami dan anaknya. Kemudian TN  mengenalkan suaminya yang berinisial RD untuk menyantet, tapi tidak  berhasil,&quot; kata Suyudi.

Aulia lantas mencari opsi kedua. Aulia hendak membeli senjata api.  Nantinya, akan ada eksekutor yang memakai senjata api untuk membunuh  Edi.

Baca Juga : Dana Berencana Nikahi Kekasihnya Sebelum Dibunuh Aulia Kesuma

Selnjutnya, RD bertolak menuju Yogyakarta untuk mencari eksekutor.  Karena mahalnya harga senjata api, rencana pembunuhan itu urung  dilakukan.

&quot;Sebagai opsi kedua, pembunuhan dilakukan dengan menembak, mencari  eksekutor, dan menyiapkan uang Rp25 juta. RD pun berangkat ke Yogyakarta  untuk mencari eksekutor, tapi tidak berhasil,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Utang Rp10 Miliar dan Sakit Hati Jadi Alasan Istri Bunuh Suami dan Anak Tirinya</content:encoded></item></channel></rss>
