<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Nyoman Wara, Auditor Investigasi BPK yang Ingin Pimpin KPK </title><description>Nyoman Wara pernah terlibat dalam audit investigasi kasus-kasus korupsi besar. Berikut profilnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/04/337/2100420/mengenal-nyoman-wara-auditor-investigasi-bpk-yang-ingin-pimpin-kpk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/04/337/2100420/mengenal-nyoman-wara-auditor-investigasi-bpk-yang-ingin-pimpin-kpk"/><item><title>Mengenal Nyoman Wara, Auditor Investigasi BPK yang Ingin Pimpin KPK </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/04/337/2100420/mengenal-nyoman-wara-auditor-investigasi-bpk-yang-ingin-pimpin-kpk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/04/337/2100420/mengenal-nyoman-wara-auditor-investigasi-bpk-yang-ingin-pimpin-kpk</guid><pubDate>Rabu 04 September 2019 09:30 WIB</pubDate><dc:creator>Salman Mardira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/04/337/2100420/mengenal-nyoman-wara-auditor-investigasi-bpk-yang-ingin-pimpin-kpk-PEBFAJd4hL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Auditor BPK I Nyoman Wara saat jadi saksi ahli di sidang kasus SKL BLBI di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/04/337/2100420/mengenal-nyoman-wara-auditor-investigasi-bpk-yang-ingin-pimpin-kpk-PEBFAJd4hL.jpg</image><title>Auditor BPK I Nyoman Wara saat jadi saksi ahli di sidang kasus SKL BLBI di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto Sindo)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi sudah menyetujui 10 calon pimpinan (capim) KPK yang disaring panitia seleksi (pansel) dan akan mengirimkannya ke DPR untuk diuji kelayakannya. Satu di antara 10 nama itu adalah I Nyoman Wara.
Nyoman Wara merupakan satu-satunya Auditor Utama Investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang lolos seleksi tahap akhir di pansel. &amp;lrm;
Nama Nyoman Wara sempat jadi perbincangan saat sidang kasus korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dengan terdakwa Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung.
&amp;lrm;Nyoman Wara dihadirkan oleh KPK sebagai saksi ahli dalam persidangan Syafruddin Arsyad Temanggung di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Agustus 2018. Dia diminta menjelaskan soal audit BPK atas kasus BLBI. Berdasarkan audit investigasi BPK, kasus BLBI merugikan negara Rp4,58 triliun.
Sidang kasus SKL BLBI dengan terdakwa Syafruddin Arsyad Temanggung di Pengadilan Tipikor Jakarta (Arie/Okezone)
Syafruddin Arsyad Temanggung divonis 13 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta karena dinyatakan terbukti melakukan korupsi dalam penerbitan SKL BLBI. Hukumannya bertambah jadi 15 tahun oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta di tingkat banding. Namun, Mahkamah Agung membebaskan dia setelah menjalani 1,7 tahun penjara.
Baca juga: Alexander Marwata, Eks Hakim Tipikor Jadi Pimpin KPK
Nyoman Wara ikut digugat oleh Sjamsul Nursalim terkait hasil audit BPK yang menyimpulkan adanya kerugian negara di kasus BLBI. Sjamsul Nursalim merupakan tersangka skandal korupsi BLBI yang masih buron.
Baca juga: Firli Bahuri, Polisi dengan Kekayaan Rp18,2 Miliar Ingin Jadi Pimpinan KPK
Selain kasus SKL BLBI, Nyoman Wara juga berpengalaman dalam memeriksa secara investigatif perkara-perkara korupsi besar lainnya termasuk menghitung tingkat kerugian negara. Di antaranya kasus Bank Century, kasus Wisma Atlet Hambalang, kasus mobile crane PT Pelindo II, kasus dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI), kasus dana pensiunan Pertamina dan lainnya.
Nyoman Wara berkarir di BPK sejak pertengahan 2010. Saat itu dia dipercaya jadi Kepala BPK Perwakilan Banten. Namun, profesinya sebagai auditor sudah digeluti 1989. Dia bertindak sebagai auditor BUMN selama 13 tahun.
Sebelum masuk BPK, pria kelahiran Karangasem, Bali, 9 Juli 1967 itu pernah jadi audito di Bank Indonesia, Kementerian Keuangan  dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.
Nyoman Wara pernah mengenyam pendidikan D III di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dan selesai 1989. Kemudian lanjut lagi ke jenjang S1 hingga memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada 1994.
Selama menjadi auditor, Nyoman Wara pernah mendapat beberapa penghargaan. Di antaranya atas keberhasilan melakukan audit investigas kasus BLBI dia diganjar penghargaan Satyalancana Wira Karya, kemudian dapat penghargaan Ketua BPK untuk aliran dana BIdan audit kasus Bank Century.
Cita-cita Nyoman Wara menjadi pimpinan KPK bisa jadi akan terwujud. Kalau hasil fit and proper test di Komisi III DPR RI hasilnya lolos. Uji kelayakan di parlemen akan dilakukan oleh anggota DPR periode 2019-2024 yang rencananya dilantik pada 1 Oktober nanti.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi sudah menyetujui 10 calon pimpinan (capim) KPK yang disaring panitia seleksi (pansel) dan akan mengirimkannya ke DPR untuk diuji kelayakannya. Satu di antara 10 nama itu adalah I Nyoman Wara.
Nyoman Wara merupakan satu-satunya Auditor Utama Investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang lolos seleksi tahap akhir di pansel. &amp;lrm;
Nama Nyoman Wara sempat jadi perbincangan saat sidang kasus korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dengan terdakwa Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung.
&amp;lrm;Nyoman Wara dihadirkan oleh KPK sebagai saksi ahli dalam persidangan Syafruddin Arsyad Temanggung di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Agustus 2018. Dia diminta menjelaskan soal audit BPK atas kasus BLBI. Berdasarkan audit investigasi BPK, kasus BLBI merugikan negara Rp4,58 triliun.
Sidang kasus SKL BLBI dengan terdakwa Syafruddin Arsyad Temanggung di Pengadilan Tipikor Jakarta (Arie/Okezone)
Syafruddin Arsyad Temanggung divonis 13 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta karena dinyatakan terbukti melakukan korupsi dalam penerbitan SKL BLBI. Hukumannya bertambah jadi 15 tahun oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta di tingkat banding. Namun, Mahkamah Agung membebaskan dia setelah menjalani 1,7 tahun penjara.
Baca juga: Alexander Marwata, Eks Hakim Tipikor Jadi Pimpin KPK
Nyoman Wara ikut digugat oleh Sjamsul Nursalim terkait hasil audit BPK yang menyimpulkan adanya kerugian negara di kasus BLBI. Sjamsul Nursalim merupakan tersangka skandal korupsi BLBI yang masih buron.
Baca juga: Firli Bahuri, Polisi dengan Kekayaan Rp18,2 Miliar Ingin Jadi Pimpinan KPK
Selain kasus SKL BLBI, Nyoman Wara juga berpengalaman dalam memeriksa secara investigatif perkara-perkara korupsi besar lainnya termasuk menghitung tingkat kerugian negara. Di antaranya kasus Bank Century, kasus Wisma Atlet Hambalang, kasus mobile crane PT Pelindo II, kasus dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI), kasus dana pensiunan Pertamina dan lainnya.
Nyoman Wara berkarir di BPK sejak pertengahan 2010. Saat itu dia dipercaya jadi Kepala BPK Perwakilan Banten. Namun, profesinya sebagai auditor sudah digeluti 1989. Dia bertindak sebagai auditor BUMN selama 13 tahun.
Sebelum masuk BPK, pria kelahiran Karangasem, Bali, 9 Juli 1967 itu pernah jadi audito di Bank Indonesia, Kementerian Keuangan  dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.
Nyoman Wara pernah mengenyam pendidikan D III di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dan selesai 1989. Kemudian lanjut lagi ke jenjang S1 hingga memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada 1994.
Selama menjadi auditor, Nyoman Wara pernah mendapat beberapa penghargaan. Di antaranya atas keberhasilan melakukan audit investigas kasus BLBI dia diganjar penghargaan Satyalancana Wira Karya, kemudian dapat penghargaan Ketua BPK untuk aliran dana BIdan audit kasus Bank Century.
Cita-cita Nyoman Wara menjadi pimpinan KPK bisa jadi akan terwujud. Kalau hasil fit and proper test di Komisi III DPR RI hasilnya lolos. Uji kelayakan di parlemen akan dilakukan oleh anggota DPR periode 2019-2024 yang rencananya dilantik pada 1 Oktober nanti.
</content:encoded></item></channel></rss>
