<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AMPG Beberkan Kinerja Airlangga Selama Pimpin Golkar</title><description>Memimpin Golkar di tengah berbagai kasus korupsi yang membelit beberapa pimpinan partai sebelumnya dinilai bukanlah hal mudah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/05/337/2101003/ampg-beberkan-kinerja-airlangga-selama-pimpin-golkar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/05/337/2101003/ampg-beberkan-kinerja-airlangga-selama-pimpin-golkar"/><item><title>AMPG Beberkan Kinerja Airlangga Selama Pimpin Golkar</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/05/337/2101003/ampg-beberkan-kinerja-airlangga-selama-pimpin-golkar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/05/337/2101003/ampg-beberkan-kinerja-airlangga-selama-pimpin-golkar</guid><pubDate>Kamis 05 September 2019 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/05/337/2101003/ampg-beberkan-kinerja-airlangga-selama-pimpin-golkar-3Qwm8HhI5H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Partai Golkar. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/05/337/2101003/ampg-beberkan-kinerja-airlangga-selama-pimpin-golkar-3Qwm8HhI5H.jpg</image><title>Partai Golkar. (Ist)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Irwan Kurniawan, menilai memimpin Partai Golkar bukan mudah. Terlebih, partai tersebut sempat dihantam berbagai kasus korupsi, yang menimpa beberapa pimpinan partai sebelumnya.
&amp;ldquo;Satu setengah tahun memimpin Partai Golkar, bukannya dilalui Airlangga Hartarto tanpa hambatan. Dinamika yang terjadi di internal partai berlambang beringin, menguras energi dan menguji talenta politik Airlangga Hartarto yang juga diberi amanah menjabat Menteri Perindustrian oleh Presiden Jokowi,&amp;rdquo; kata Irwan di Jakarta, Kamis (5/9/2019).
Ia mengatakan, Airlangga mampu mengantar partai yang dipimpinnya meraih kursi terbesar ke dua pada Pileg 2019 sebanyak 85 kursi dengan perolehan suara 17.229.789 atau 12,31%.
&amp;ldquo;Kepiawaiannya dalam berpolitik menuntunnya pada jalan kemenangan saat memutuskan menjadi partai pengusung pasangan Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf Amin pada Pilpres 2019,&amp;rdquo; ucapnya.
Ia menjelaskan, Golkar yang pasca-Reformasi selalu mengalami kegagalan dalam mencalonkan presiden, saat ini mampu mengantarkan Jokowi menjadi presiden pada Pilpres 2019.

Irwan mengatakan, mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tanjung pun melayangkan apresiasinya terhadap kepemimpinan Airlangga Hartarto yang dinilainya sangat spektakuler karena di tengah hantaman badai, Golkar tetap mampu bertahan.



&amp;ldquo;Keberhasilan ini patut mendapat apresiasi yang tinggi dalam menjalankan roda organisasi Golkar. Ajakan pribadi serta kesadaran ini seyogianya bisa tertular secara masif kepada kader dan simpatisan,&amp;rdquo; ucapnya.
Tidak ada alasan lagi bagi siapa pun untuk mempersoalkan prestasi Partai Golkar. Saat ini, kader yang tersebar di DPD provinsi, kabupaten/kota hingga desa wajib mengikuti keberhasilan ini dan diharapkan bisa belajar dari keberhasilan nasional.
Menurutnya, tidak dapat dipungkiri ada beberapa daerah yang gencar melancarkan kritik. Namun yang bersangkutan lupa melakukan introspeksi pada lingkungannya sendiri. Bahkan menjadi rahasia umum kalau kegagalan total itu terjadi.
Para pengurus daerah Golkar tertentu tersebut sebaiknya tabayun agar tidak salah kaprah bahwa seakan berhasil, padahal gatot (gagal total).


&amp;ldquo;Kita sama-sama mengetahui bahwa kegagalan konsolidasi Golkar pada  daerah-daerah tertentu itu bukti ternyata para petinggi Golkar di daerah  tersebutlah yang harus dievaluasi,&amp;rdquo; ucapnya.
Sebagai kader yang dipercayakan atau mendapat amanah mengamankan  kebijakan Partai Golkar di daerah harus mampu membuktikan keberhasilan  kepemimpinannya, bukan malah selalu mencari kelemahan pada pengurus di  tingkat nasional.

Baca Juga : Golkar Akan Gelar Rapat Korbid Evaluasi Capaian Partai

&amp;ldquo;Semoga ada kesadaran untuk dapat merenungi atas kegagalan yang  tercipta di daerahnya tersebut dan memberikan kesempatan kepada para  pengurus partai di kabupaten/kota lebih leluasa untuk berekspresi dalam  pilihan politik,&amp;rdquo; tuturnya.

Baca Juga : AMPG Lakukan Penyegaran Kepengurusan demi Produktivitas Organisasi</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Irwan Kurniawan, menilai memimpin Partai Golkar bukan mudah. Terlebih, partai tersebut sempat dihantam berbagai kasus korupsi, yang menimpa beberapa pimpinan partai sebelumnya.
&amp;ldquo;Satu setengah tahun memimpin Partai Golkar, bukannya dilalui Airlangga Hartarto tanpa hambatan. Dinamika yang terjadi di internal partai berlambang beringin, menguras energi dan menguji talenta politik Airlangga Hartarto yang juga diberi amanah menjabat Menteri Perindustrian oleh Presiden Jokowi,&amp;rdquo; kata Irwan di Jakarta, Kamis (5/9/2019).
Ia mengatakan, Airlangga mampu mengantar partai yang dipimpinnya meraih kursi terbesar ke dua pada Pileg 2019 sebanyak 85 kursi dengan perolehan suara 17.229.789 atau 12,31%.
&amp;ldquo;Kepiawaiannya dalam berpolitik menuntunnya pada jalan kemenangan saat memutuskan menjadi partai pengusung pasangan Jokowi-Ma&amp;rsquo;ruf Amin pada Pilpres 2019,&amp;rdquo; ucapnya.
Ia menjelaskan, Golkar yang pasca-Reformasi selalu mengalami kegagalan dalam mencalonkan presiden, saat ini mampu mengantarkan Jokowi menjadi presiden pada Pilpres 2019.

Irwan mengatakan, mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tanjung pun melayangkan apresiasinya terhadap kepemimpinan Airlangga Hartarto yang dinilainya sangat spektakuler karena di tengah hantaman badai, Golkar tetap mampu bertahan.



&amp;ldquo;Keberhasilan ini patut mendapat apresiasi yang tinggi dalam menjalankan roda organisasi Golkar. Ajakan pribadi serta kesadaran ini seyogianya bisa tertular secara masif kepada kader dan simpatisan,&amp;rdquo; ucapnya.
Tidak ada alasan lagi bagi siapa pun untuk mempersoalkan prestasi Partai Golkar. Saat ini, kader yang tersebar di DPD provinsi, kabupaten/kota hingga desa wajib mengikuti keberhasilan ini dan diharapkan bisa belajar dari keberhasilan nasional.
Menurutnya, tidak dapat dipungkiri ada beberapa daerah yang gencar melancarkan kritik. Namun yang bersangkutan lupa melakukan introspeksi pada lingkungannya sendiri. Bahkan menjadi rahasia umum kalau kegagalan total itu terjadi.
Para pengurus daerah Golkar tertentu tersebut sebaiknya tabayun agar tidak salah kaprah bahwa seakan berhasil, padahal gatot (gagal total).


&amp;ldquo;Kita sama-sama mengetahui bahwa kegagalan konsolidasi Golkar pada  daerah-daerah tertentu itu bukti ternyata para petinggi Golkar di daerah  tersebutlah yang harus dievaluasi,&amp;rdquo; ucapnya.
Sebagai kader yang dipercayakan atau mendapat amanah mengamankan  kebijakan Partai Golkar di daerah harus mampu membuktikan keberhasilan  kepemimpinannya, bukan malah selalu mencari kelemahan pada pengurus di  tingkat nasional.

Baca Juga : Golkar Akan Gelar Rapat Korbid Evaluasi Capaian Partai

&amp;ldquo;Semoga ada kesadaran untuk dapat merenungi atas kegagalan yang  tercipta di daerahnya tersebut dan memberikan kesempatan kepada para  pengurus partai di kabupaten/kota lebih leluasa untuk berekspresi dalam  pilihan politik,&amp;rdquo; tuturnya.

Baca Juga : AMPG Lakukan Penyegaran Kepengurusan demi Produktivitas Organisasi</content:encoded></item></channel></rss>
