<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bersebelahan dengan PM China, Kanselir Jerman: Kebebasan Hong Kong Harus Dijamin</title><description>Hong Kong sedang mengalami protes yang digerakkan oleh massa pro-demokrasi selama berbulan-bulan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/07/18/2101895/bersebelahan-dengan-pm-china-kanselir-jerman-kebebasan-hong-kong-harus-dijamin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/07/18/2101895/bersebelahan-dengan-pm-china-kanselir-jerman-kebebasan-hong-kong-harus-dijamin"/><item><title>Bersebelahan dengan PM China, Kanselir Jerman: Kebebasan Hong Kong Harus Dijamin</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/07/18/2101895/bersebelahan-dengan-pm-china-kanselir-jerman-kebebasan-hong-kong-harus-dijamin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/07/18/2101895/bersebelahan-dengan-pm-china-kanselir-jerman-kebebasan-hong-kong-harus-dijamin</guid><pubDate>Sabtu 07 September 2019 16:41 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/07/18/2101895/bersebelahan-dengan-pm-china-kanselir-jerman-kebebasan-hong-kong-harus-dijamin-UXzVfyZIzW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kanselir Jerman Angela Markel dan Perdana Mentri China Li Keqiang. (Foto/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/07/18/2101895/bersebelahan-dengan-pm-china-kanselir-jerman-kebebasan-hong-kong-harus-dijamin-UXzVfyZIzW.jpg</image><title>Kanselir Jerman Angela Markel dan Perdana Mentri China Li Keqiang. (Foto/Reuters)</title></images><description>BEIJING - Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pada Jumat (7/9) bahwa hak dan kebebasan orang di Hong Kong harus dijamin.
Pernyataan itu disampaikannya usai bertemu dengan Perdana Menteri China Li Keqiang di Beijing.
Hong Kong sedang mengalami protes yang digerakkan oleh massa pro-demokrasi selama berbulan-bulan.
Merkel mengatakan dia telah membahas ketegangan di kota bekas jajahan Inggris itu, dan hak-hak sipil warga Hong Kong dengan PM Li.
Baca juga:&amp;nbsp;Aktivis Hong Kong Imbau Kanselir Jerman Hati-Hati Berbisnis dengan China
Baca juga:&amp;nbsp;Hong Kong Sebut China Mendukung Pencabutan RUU Ekstradisi yang Kontroversial

Ia meminta &amp;ldquo;hak-hak dan kebebasan ini tentu saja harus dijamin&quot;.
&quot;Dalam situasi saat ini, segala sesuatu harus dilakukan untuk menghindari kekerasan,&quot; kata Merkel saat konferensi pers bersama dengan Li mengutip AFP, Sabtu (7/9/2019).
&quot;Dan solusinya hanya dapat ditemukan dalam proses politik, artinya melalui dialog.&quot;
Merkel datang ke di China pada Kamis dengan rombongan para pengusaha.
Protes di bandara
Sementara itu, polisi anti huru hara telah siaga di bandara Hong Kong, lokasi titik kumpul para pedemo.
Pada Rabu, pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengejutkan banyak orang dengan mengumumkan dia membatalkan undang-undang ekstradisi (RUU) yang kontroversial hingga memicu demonstrasi berkepanjangan.

Meski telah RUU telah ditarik, demonstran tidak akan berhenti berunjuk rasa karena mereka menuntut adanya penyelidikan kekerasan oleh polisi dan penangkapan lebih dari 1.100 orang.
Pesan yang disebar koordinator demo menyerukan kepada pedemo untuk berkumpul di bandara.
Polisi kemudian merespons dengan meenyisir anak muda serta memeriksa kartu identitas mereka.
Sedangkan di bandara, meski suasananya tenang tetapi penumpang harus mengantre untuk memeriksa tas melakukan boarding pass sebelum diizinkan masuk.
Laporan wartawan AFP melihat seorang pemuda ditahan dan dibawa pergi.
&amp;lt;iframe class=&quot;reuters-vidembed&quot; width=&quot;700&quot; height=&quot;394&quot; src=&quot;https://www.reuters.com/assets/iframe/yovideo?videoId=596819913&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</description><content:encoded>BEIJING - Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pada Jumat (7/9) bahwa hak dan kebebasan orang di Hong Kong harus dijamin.
Pernyataan itu disampaikannya usai bertemu dengan Perdana Menteri China Li Keqiang di Beijing.
Hong Kong sedang mengalami protes yang digerakkan oleh massa pro-demokrasi selama berbulan-bulan.
Merkel mengatakan dia telah membahas ketegangan di kota bekas jajahan Inggris itu, dan hak-hak sipil warga Hong Kong dengan PM Li.
Baca juga:&amp;nbsp;Aktivis Hong Kong Imbau Kanselir Jerman Hati-Hati Berbisnis dengan China
Baca juga:&amp;nbsp;Hong Kong Sebut China Mendukung Pencabutan RUU Ekstradisi yang Kontroversial

Ia meminta &amp;ldquo;hak-hak dan kebebasan ini tentu saja harus dijamin&quot;.
&quot;Dalam situasi saat ini, segala sesuatu harus dilakukan untuk menghindari kekerasan,&quot; kata Merkel saat konferensi pers bersama dengan Li mengutip AFP, Sabtu (7/9/2019).
&quot;Dan solusinya hanya dapat ditemukan dalam proses politik, artinya melalui dialog.&quot;
Merkel datang ke di China pada Kamis dengan rombongan para pengusaha.
Protes di bandara
Sementara itu, polisi anti huru hara telah siaga di bandara Hong Kong, lokasi titik kumpul para pedemo.
Pada Rabu, pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengejutkan banyak orang dengan mengumumkan dia membatalkan undang-undang ekstradisi (RUU) yang kontroversial hingga memicu demonstrasi berkepanjangan.

Meski telah RUU telah ditarik, demonstran tidak akan berhenti berunjuk rasa karena mereka menuntut adanya penyelidikan kekerasan oleh polisi dan penangkapan lebih dari 1.100 orang.
Pesan yang disebar koordinator demo menyerukan kepada pedemo untuk berkumpul di bandara.
Polisi kemudian merespons dengan meenyisir anak muda serta memeriksa kartu identitas mereka.
Sedangkan di bandara, meski suasananya tenang tetapi penumpang harus mengantre untuk memeriksa tas melakukan boarding pass sebelum diizinkan masuk.
Laporan wartawan AFP melihat seorang pemuda ditahan dan dibawa pergi.
&amp;lt;iframe class=&quot;reuters-vidembed&quot; width=&quot;700&quot; height=&quot;394&quot; src=&quot;https://www.reuters.com/assets/iframe/yovideo?videoId=596819913&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
