<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengapa Cerita KKN di Desa Penari Begitu Banyak Menarik Perhatian?</title><description>Akhir-akhir ini warganet dihebohkan dengan cerita beraroma mistis yang dituliskan akun Simpleman di Twitter.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/07/337/2101627/mengapa-cerita-kkn-di-desa-penari-begitu-banyak-menarik-perhatian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/07/337/2101627/mengapa-cerita-kkn-di-desa-penari-begitu-banyak-menarik-perhatian"/><item><title>Mengapa Cerita KKN di Desa Penari Begitu Banyak Menarik Perhatian?</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/07/337/2101627/mengapa-cerita-kkn-di-desa-penari-begitu-banyak-menarik-perhatian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/07/337/2101627/mengapa-cerita-kkn-di-desa-penari-begitu-banyak-menarik-perhatian</guid><pubDate>Sabtu 07 September 2019 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Syaiful Islam</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/06/337/2101627/mengapa-cerita-kkn-di-desa-penari-begitu-banyak-menarik-perhatian-Lxr2T5uFMt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kesenian di Banyuwangi (Foto: Disparbud Banyuwangi/Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/06/337/2101627/mengapa-cerita-kkn-di-desa-penari-begitu-banyak-menarik-perhatian-Lxr2T5uFMt.jpg</image><title>Kesenian di Banyuwangi (Foto: Disparbud Banyuwangi/Ist)</title></images><description>SURABAYA - Akhir-akhir ini warganet dihebohkan dengan cerita beraroma mistis yang dituliskan akun Simpleman di twitter. Dimana ada enam mahasiswa yang sedang menjalani kuliah kerja nyata (KKN) di sebuah Desa pada kota yang berawalan B, Jawa Timur 2009 mengalami kejadian aneh berbau mistis.

Viralnya cerita bernuansa horor ini rupanya mendapat tanggapan dari Dr Damba Bestari SpKJ. Menurutnya orang memang suka membaca yang horor-horor, atau yang agak mesum. Sehingga cerita KKN di Desa Penari yang dituliskan akun Simpleman menjadi viral.

&quot;Jadi memang kalau dari segi pembaca kenapa sesuatu yang mistis sering viral. Ini saya cari-cari beberapa teori, pertama karena murni untuk hiburan. Kenapa sesuatu yang mengancam kok jadi menghibur. Sesuai medis kedokteran jiwa, ada yang namanya neurotransmiter, dopamin, dan adrenalin,&quot; terang Damba Bestari pada Okezone.

Dia menjelaskan dopamin biasanya muncul ketika orang sedang jatuh cinta. Dimana sesuatu yang membuat orang senang. Sementara untuk adrenalin untuk aktivitas yang menegangkan dan jantung berdebar.



Kondisi ini sama halnya kenapa orang banyak suka naik jet coaster dan jarum jeram, padahal menyeramkan. Ini karena sifatnya dopamin dan adrenalin. Zat neurotransmiter yang dihasilkan otak manusia saat melihat film horor, itu sifatnya adektif atau ketergantungan.

&quot;Itulah dopamin dan adrenalin sifatnya adektif sama dengan narkoba. Itu zat sama yang produksi ketika lihat horor. Itulah kenapa orang walaupun takut terus pingin lagi dari segi medis dopamin dan adrenalin psiker,&quot; paparnya.

Kemudian, sambung Damba, misalnya dari segi psikologis murni ini salah satu bentuk dari katarsis. Itu secara umum orang curhat atau sharing, dan lebih menyalurkan emosi negatif. Seperti ketika stres, salah satu bentuk penyaluran dari agresifitas yakni nonton film horor.

&quot;Kita semua punya unsur naluri agresifitas. Daripada kita melakukan kriminal, salah satu penyaluran yang bisa diterima masyarakat ya nonton film horor, tidak merugikan siapapun,&quot; paparnya.

Ia menambahkan, sebenarnya akun Simpleman banyak ceritanya. Namun kenapa yang viral KKN di Desa Penari? karena ada unsur kedekatan. Sebab disitu dijelaskan KKN, hampir semua orang yang kuliah pasti KKN.

Jadi ada proximitas, unsur kedekatan dengan masyarakat. Sehingga  orang itu lebih gampang membayangkan ketika saat KKN dulu. Dimana lokasi  KKN yang sepi dan belum dikenal sebelumnya.

&quot;Bisa dipahami ngerinya, dan namanya orang baru penuh dengan  ketidakpastian. Ini dari segi pembaca. Sedangkan dari segi tokoh-tokoh  lebih simple, tidak hanya KKN desa penari. Itu lebih ke sesuatu yang  mistis,&quot; ungkapnya.

Dimana ada unsur menyembah sesuatu yang tidak seharusnya disembah  (syirik), tidak hanya menghormati. Dirinya melihat dari teori Froit  bahwa manusia dalam dekomentasi mental itu akan kembali pada tiga hal,  yang merupakan naluri primitif yakni seks, spritual dan agresifitas.

&quot;Kita akan kembali pada tiga itu. Ini kita ngomong pada masalah  tokohnya dan simpleman secara keseluruhan. Ini yang dicari spiritual.  Salah satu cara mencari spiritual ini dengan kultus menyembah sesuatu  yang seharusnya tidak disembah. Dalam islam syirik ini dosa besar,&quot;  urainya.



Dalam cerita mahasiswa yang bernama Bima dan Ayu meninggal. Dimana  keduanya digambarkan seorang yang religius. Disinggung mahasiswa yang  mengalami kejadian mistis apa karena berhalusinasi? Damba menyebutkan  memang ada gangguan jiwa yang massal.

Namun jika dilihat dari cara penceritaan akun Simpleman, apalagi  sampai ada yang meninggal dan seluruh desa sudah percaya, serta ada  ritual sebelumnya, jadi tidak bisa dibilang sebagai gangguan mental.  Dalam cerita Si Nur juga disebutkan bisa melihat hal yang gaib  sebelumnya, tidak ujuk-ujuk bisa melihat saat itu.

&quot;Jika ujuk-ujuk bisa dikatakan halusinasi. Biasanya anak SMP atau SMA  pas pengumuman unas tiba-tiba kesurupan massal, itu bisa dikatakan  halusinasi. Tapi dalam cerita ini beda, karena memang ada ritual, dibawa  ke dukun dan kuburannya diselubung kain hitam. Kalau sudah ada ritual  mau tidak mau kita harus percaya karena itu hal-hal metafisika dan  hal-hal gaib itu memang nyata. Dokumentasi mental dari psikologi, kalau  sisi pembaca kedekatan,&quot; tandasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengabdian dan Pengembanhan Masyarakat   (LPPM) Unair Surabaya, Eko Supeno, menjelaskan konsep KKN yang terapkan   di Unair Surabaya saat ini mengembangkan berbagai banyak skill. Dimana   pihaknya menekankan pada nilai manfaat.

&quot;Terlalu ke pelosok mungkin nilai manfaatnya pada hal tertentu tidak   maksimal. Oleh karena itu konsepnya kita bagi skill. Ada KKN back to   village itu memungkinkan juga mereka pergi ke pelosok, itu kan KKN   berbasis asal dari mahasiswa. Kalau mereka dari Gorontalo ya ke   Gorontalo, lalu mereka bentuk tim,&quot; ucap Eko.

Menurut Eko, mereka mau mengembangkan wilayahnya. Sebelum   melaksanakan KKN, mahasiswa harus menyusun proposal dan dikoreksi serta   dievaluasi pihak kampus. Ketika tidak ada persoalan, mereka akan   berangkat KKN ke daerah asal.

Sedangkan untuk KKN reguler itu kecenderungannya wilayah itu   ditentukan secara bersama-sama dengan pemilik wilayah. Misal Bojonegoro   punya wilayah-wilayah yang perlu disentuh oleh pihak-pihak eksternal.   Semua KKN baik reguler maupun back to village berbasis tematik.

Dimana program yang dikerjakan kontennya fokus pada suatu tertentu.   Misal temanya menyangkut obat-obatan, maka anak-anak yang ikut KKN   kesana berorintasi pada kesehatan. Durasi KKN sendiri selama satu bulan   di lapangan.

&quot;Kalau di kita mewajibkan mahasiswa ikut KKN, dari segi filosofi KKN   adalah salah satu kesempatan mahasiswa bekerja multi disiplin dengan   teman lain. Tujuan pertama dari KKN adalah proses pembelajaran. Kedua   karena proses belajarnya di tengah-tengah masyarakat maka mahasiswa   turut serta membantu bukan ambil alih tugas pemerintah, memecahnkan   masalah di masyarakat,&quot; ungkapnya.

Disinggung apa mahasiswa yang sudah ikut KKN pernah ada yang   mengalami hal mistis, ia menyatakan hampir semua kehidupan di negara   yang masih mengakui mistis, ini tidak bisa dihindarkan. Bahkan menjadi   sebuah kemasan menarik buat sebagain mahasiswa dan menjadi tantangan.

Kedua menjadi sebuah isu yang membuat mereka semacam guyonan,   cerita-cerita kehidupan mereka ke depan. Selama dirinya menangani   mahasiswa KKN belum pernah menjadi isu seperti sekarang.

&quot;Kayak kemarin mahasiswa di Sumatera. Saat dia capek bisa saja   mengalami masa-masa blank. Kesurupan ada aspek mistis dan psikis. Jadi   menurut saya bukan sesuatu yang berlebihan tapi ada. Tapi itu asyiknya,   pernak perniknya,&quot; tukas Eko.

</description><content:encoded>SURABAYA - Akhir-akhir ini warganet dihebohkan dengan cerita beraroma mistis yang dituliskan akun Simpleman di twitter. Dimana ada enam mahasiswa yang sedang menjalani kuliah kerja nyata (KKN) di sebuah Desa pada kota yang berawalan B, Jawa Timur 2009 mengalami kejadian aneh berbau mistis.

Viralnya cerita bernuansa horor ini rupanya mendapat tanggapan dari Dr Damba Bestari SpKJ. Menurutnya orang memang suka membaca yang horor-horor, atau yang agak mesum. Sehingga cerita KKN di Desa Penari yang dituliskan akun Simpleman menjadi viral.

&quot;Jadi memang kalau dari segi pembaca kenapa sesuatu yang mistis sering viral. Ini saya cari-cari beberapa teori, pertama karena murni untuk hiburan. Kenapa sesuatu yang mengancam kok jadi menghibur. Sesuai medis kedokteran jiwa, ada yang namanya neurotransmiter, dopamin, dan adrenalin,&quot; terang Damba Bestari pada Okezone.

Dia menjelaskan dopamin biasanya muncul ketika orang sedang jatuh cinta. Dimana sesuatu yang membuat orang senang. Sementara untuk adrenalin untuk aktivitas yang menegangkan dan jantung berdebar.



Kondisi ini sama halnya kenapa orang banyak suka naik jet coaster dan jarum jeram, padahal menyeramkan. Ini karena sifatnya dopamin dan adrenalin. Zat neurotransmiter yang dihasilkan otak manusia saat melihat film horor, itu sifatnya adektif atau ketergantungan.

&quot;Itulah dopamin dan adrenalin sifatnya adektif sama dengan narkoba. Itu zat sama yang produksi ketika lihat horor. Itulah kenapa orang walaupun takut terus pingin lagi dari segi medis dopamin dan adrenalin psiker,&quot; paparnya.

Kemudian, sambung Damba, misalnya dari segi psikologis murni ini salah satu bentuk dari katarsis. Itu secara umum orang curhat atau sharing, dan lebih menyalurkan emosi negatif. Seperti ketika stres, salah satu bentuk penyaluran dari agresifitas yakni nonton film horor.

&quot;Kita semua punya unsur naluri agresifitas. Daripada kita melakukan kriminal, salah satu penyaluran yang bisa diterima masyarakat ya nonton film horor, tidak merugikan siapapun,&quot; paparnya.

Ia menambahkan, sebenarnya akun Simpleman banyak ceritanya. Namun kenapa yang viral KKN di Desa Penari? karena ada unsur kedekatan. Sebab disitu dijelaskan KKN, hampir semua orang yang kuliah pasti KKN.

Jadi ada proximitas, unsur kedekatan dengan masyarakat. Sehingga  orang itu lebih gampang membayangkan ketika saat KKN dulu. Dimana lokasi  KKN yang sepi dan belum dikenal sebelumnya.

&quot;Bisa dipahami ngerinya, dan namanya orang baru penuh dengan  ketidakpastian. Ini dari segi pembaca. Sedangkan dari segi tokoh-tokoh  lebih simple, tidak hanya KKN desa penari. Itu lebih ke sesuatu yang  mistis,&quot; ungkapnya.

Dimana ada unsur menyembah sesuatu yang tidak seharusnya disembah  (syirik), tidak hanya menghormati. Dirinya melihat dari teori Froit  bahwa manusia dalam dekomentasi mental itu akan kembali pada tiga hal,  yang merupakan naluri primitif yakni seks, spritual dan agresifitas.

&quot;Kita akan kembali pada tiga itu. Ini kita ngomong pada masalah  tokohnya dan simpleman secara keseluruhan. Ini yang dicari spiritual.  Salah satu cara mencari spiritual ini dengan kultus menyembah sesuatu  yang seharusnya tidak disembah. Dalam islam syirik ini dosa besar,&quot;  urainya.



Dalam cerita mahasiswa yang bernama Bima dan Ayu meninggal. Dimana  keduanya digambarkan seorang yang religius. Disinggung mahasiswa yang  mengalami kejadian mistis apa karena berhalusinasi? Damba menyebutkan  memang ada gangguan jiwa yang massal.

Namun jika dilihat dari cara penceritaan akun Simpleman, apalagi  sampai ada yang meninggal dan seluruh desa sudah percaya, serta ada  ritual sebelumnya, jadi tidak bisa dibilang sebagai gangguan mental.  Dalam cerita Si Nur juga disebutkan bisa melihat hal yang gaib  sebelumnya, tidak ujuk-ujuk bisa melihat saat itu.

&quot;Jika ujuk-ujuk bisa dikatakan halusinasi. Biasanya anak SMP atau SMA  pas pengumuman unas tiba-tiba kesurupan massal, itu bisa dikatakan  halusinasi. Tapi dalam cerita ini beda, karena memang ada ritual, dibawa  ke dukun dan kuburannya diselubung kain hitam. Kalau sudah ada ritual  mau tidak mau kita harus percaya karena itu hal-hal metafisika dan  hal-hal gaib itu memang nyata. Dokumentasi mental dari psikologi, kalau  sisi pembaca kedekatan,&quot; tandasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengabdian dan Pengembanhan Masyarakat   (LPPM) Unair Surabaya, Eko Supeno, menjelaskan konsep KKN yang terapkan   di Unair Surabaya saat ini mengembangkan berbagai banyak skill. Dimana   pihaknya menekankan pada nilai manfaat.

&quot;Terlalu ke pelosok mungkin nilai manfaatnya pada hal tertentu tidak   maksimal. Oleh karena itu konsepnya kita bagi skill. Ada KKN back to   village itu memungkinkan juga mereka pergi ke pelosok, itu kan KKN   berbasis asal dari mahasiswa. Kalau mereka dari Gorontalo ya ke   Gorontalo, lalu mereka bentuk tim,&quot; ucap Eko.

Menurut Eko, mereka mau mengembangkan wilayahnya. Sebelum   melaksanakan KKN, mahasiswa harus menyusun proposal dan dikoreksi serta   dievaluasi pihak kampus. Ketika tidak ada persoalan, mereka akan   berangkat KKN ke daerah asal.

Sedangkan untuk KKN reguler itu kecenderungannya wilayah itu   ditentukan secara bersama-sama dengan pemilik wilayah. Misal Bojonegoro   punya wilayah-wilayah yang perlu disentuh oleh pihak-pihak eksternal.   Semua KKN baik reguler maupun back to village berbasis tematik.

Dimana program yang dikerjakan kontennya fokus pada suatu tertentu.   Misal temanya menyangkut obat-obatan, maka anak-anak yang ikut KKN   kesana berorintasi pada kesehatan. Durasi KKN sendiri selama satu bulan   di lapangan.

&quot;Kalau di kita mewajibkan mahasiswa ikut KKN, dari segi filosofi KKN   adalah salah satu kesempatan mahasiswa bekerja multi disiplin dengan   teman lain. Tujuan pertama dari KKN adalah proses pembelajaran. Kedua   karena proses belajarnya di tengah-tengah masyarakat maka mahasiswa   turut serta membantu bukan ambil alih tugas pemerintah, memecahnkan   masalah di masyarakat,&quot; ungkapnya.

Disinggung apa mahasiswa yang sudah ikut KKN pernah ada yang   mengalami hal mistis, ia menyatakan hampir semua kehidupan di negara   yang masih mengakui mistis, ini tidak bisa dihindarkan. Bahkan menjadi   sebuah kemasan menarik buat sebagain mahasiswa dan menjadi tantangan.

Kedua menjadi sebuah isu yang membuat mereka semacam guyonan,   cerita-cerita kehidupan mereka ke depan. Selama dirinya menangani   mahasiswa KKN belum pernah menjadi isu seperti sekarang.

&quot;Kayak kemarin mahasiswa di Sumatera. Saat dia capek bisa saja   mengalami masa-masa blank. Kesurupan ada aspek mistis dan psikis. Jadi   menurut saya bukan sesuatu yang berlebihan tapi ada. Tapi itu asyiknya,   pernak perniknya,&quot; tukas Eko.

</content:encoded></item></channel></rss>
