<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MUI: Jangan Percaya Cerita KKN di Desa Penari, Buat Hiburan Saja</title><description>MUI mengimbau masyarakat tidak memercayai cerita KKN di Desa Penari yang belakangan viral di sejumlah media.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/07/337/2101858/mui-jangan-percaya-cerita-kkn-di-desa-penari-buat-hiburan-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/07/337/2101858/mui-jangan-percaya-cerita-kkn-di-desa-penari-buat-hiburan-saja"/><item><title>MUI: Jangan Percaya Cerita KKN di Desa Penari, Buat Hiburan Saja</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/07/337/2101858/mui-jangan-percaya-cerita-kkn-di-desa-penari-buat-hiburan-saja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/07/337/2101858/mui-jangan-percaya-cerita-kkn-di-desa-penari-buat-hiburan-saja</guid><pubDate>Sabtu 07 September 2019 14:15 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/07/337/2101858/mui-jangan-percaya-cerita-kkn-di-desa-penari-buat-hiburan-saja-g4U8pSeLZM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/07/337/2101858/mui-jangan-percaya-cerita-kkn-di-desa-penari-buat-hiburan-saja-g4U8pSeLZM.jpg</image><title>Ilustrasi Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Masyarakat sedang dihebohkan dengan cerita yang berjudul 'KKN di Desa Penari'. Kisah tersebut berisi sekelompok mahasiwa yang melakukan kuliah kerja nyata yang penuh aroma mistis.
Viralnya cerita KKN di Desa Penari setidaknya menunjukkan masyarakat Indonesia memang mempunyai kecendrungan menyukai cerita yang bernuansa horor dan mistis. Lantas, apa kata pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait cerita ini?
Baca juga:  Menerka Lokasi Mistis Cerita KKN Desa Penari di Banyuwangi&amp;nbsp;
 
Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundangan MUI Ikhsan Abdullah menyayangkan ada cerita yang dilakukan oleh beberapa tokoh karena dianggap menyekutukan Tuhan.
&quot;Seharusnya sebagai Muslim atau pemeluk agama lain harus tunduk dan taat kepada tuhannya. Bukan percaya kepada mistis alam gaib dan sebagainya,&quot; kata Ikhsan ketika berbincang dengan Okezone, belum lama ini.

Kemudian ia juga turut menilai beberapa karakter dalam cerita KKN di Desa Penari sangat mencerminkan sosok mahasiswa yang berpikir rasional.
Sebut saja melakukan hal yang melanggar norma dan aturan di sebuah tempat. Hingga akhirnya, mereka mendapat hukuman akibat perbuatan yang dilakukan.
Baca juga:   Cerita Seperti KKN Desa Penari Lindungi Situs Plangon Cirebon dari Perbuatan Asusila&amp;nbsp;
 
&quot;Yang lebih penting saya kira kita berpikir nalar dan rasional ya. Sebenarnya perbuatan yang sudah dirancang, tokoh-tokoh ini yang ada sudah niatan kurang baik,&quot; jelas Ikhsan.
&quot;Karena di mana pun, namanya tempat-tempat di Indonesia ada juga tempat yang dianggap sebagai tempat keramat ya, tetapi enggak layak digunakan perbuatan seperti itu,&quot; tambahnya.Diketahui dalam cerita KKN di Desa Penari terdapat dua tokoh yang dianggap sudah melakukan hal dilarang norma dan peraturan di lokasi tersebut. Sehingga, muncullah beberapa peristiwa yang terjadi hingga kedua tokoh dikabarkan meninggal dunia.
Baca juga:   Unsur Mistis Tari Seblang di Cerita KKN, Penari Diminta Menari 7 Hari Terus Menerus&amp;nbsp;
 
Selain itu, Ikhsan menginginkan masyarakat tidak terlalu tertarik ke dalam cerita KKN di Desa Penari. Ia mengimbau cerita tersebut dijadikan sebuah hiburan saja.
&quot;Jadi hendaknya masyarakat tidak memercayai seperti ini (cerita KKN di Desa Penari). Jadikan saja sebagai hiburan ya,&quot; tandasnya.
Baca juga:   Sejumlah Warga Banyuwangi Tak Percaya Alur Cerita Mistis KKN Desa Penari&amp;nbsp;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Masyarakat sedang dihebohkan dengan cerita yang berjudul 'KKN di Desa Penari'. Kisah tersebut berisi sekelompok mahasiwa yang melakukan kuliah kerja nyata yang penuh aroma mistis.
Viralnya cerita KKN di Desa Penari setidaknya menunjukkan masyarakat Indonesia memang mempunyai kecendrungan menyukai cerita yang bernuansa horor dan mistis. Lantas, apa kata pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait cerita ini?
Baca juga:  Menerka Lokasi Mistis Cerita KKN Desa Penari di Banyuwangi&amp;nbsp;
 
Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundangan MUI Ikhsan Abdullah menyayangkan ada cerita yang dilakukan oleh beberapa tokoh karena dianggap menyekutukan Tuhan.
&quot;Seharusnya sebagai Muslim atau pemeluk agama lain harus tunduk dan taat kepada tuhannya. Bukan percaya kepada mistis alam gaib dan sebagainya,&quot; kata Ikhsan ketika berbincang dengan Okezone, belum lama ini.

Kemudian ia juga turut menilai beberapa karakter dalam cerita KKN di Desa Penari sangat mencerminkan sosok mahasiswa yang berpikir rasional.
Sebut saja melakukan hal yang melanggar norma dan aturan di sebuah tempat. Hingga akhirnya, mereka mendapat hukuman akibat perbuatan yang dilakukan.
Baca juga:   Cerita Seperti KKN Desa Penari Lindungi Situs Plangon Cirebon dari Perbuatan Asusila&amp;nbsp;
 
&quot;Yang lebih penting saya kira kita berpikir nalar dan rasional ya. Sebenarnya perbuatan yang sudah dirancang, tokoh-tokoh ini yang ada sudah niatan kurang baik,&quot; jelas Ikhsan.
&quot;Karena di mana pun, namanya tempat-tempat di Indonesia ada juga tempat yang dianggap sebagai tempat keramat ya, tetapi enggak layak digunakan perbuatan seperti itu,&quot; tambahnya.Diketahui dalam cerita KKN di Desa Penari terdapat dua tokoh yang dianggap sudah melakukan hal dilarang norma dan peraturan di lokasi tersebut. Sehingga, muncullah beberapa peristiwa yang terjadi hingga kedua tokoh dikabarkan meninggal dunia.
Baca juga:   Unsur Mistis Tari Seblang di Cerita KKN, Penari Diminta Menari 7 Hari Terus Menerus&amp;nbsp;
 
Selain itu, Ikhsan menginginkan masyarakat tidak terlalu tertarik ke dalam cerita KKN di Desa Penari. Ia mengimbau cerita tersebut dijadikan sebuah hiburan saja.
&quot;Jadi hendaknya masyarakat tidak memercayai seperti ini (cerita KKN di Desa Penari). Jadikan saja sebagai hiburan ya,&quot; tandasnya.
Baca juga:   Sejumlah Warga Banyuwangi Tak Percaya Alur Cerita Mistis KKN Desa Penari&amp;nbsp;
</content:encoded></item></channel></rss>
