<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Santri Ditusuk di Cirebon Dikenal Pendiam dan Disiplin</title><description>Ustadz Sanwani mengungkapkan, Rozian dikenal sebagai pribadi yang pendiam, namun disiplin dan tepat waktu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/08/337/2101985/santri-ditusuk-di-cirebon-dikenal-pendiam-dan-disiplin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/08/337/2101985/santri-ditusuk-di-cirebon-dikenal-pendiam-dan-disiplin"/><item><title>Santri Ditusuk di Cirebon Dikenal Pendiam dan Disiplin</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/08/337/2101985/santri-ditusuk-di-cirebon-dikenal-pendiam-dan-disiplin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/08/337/2101985/santri-ditusuk-di-cirebon-dikenal-pendiam-dan-disiplin</guid><pubDate>Minggu 08 September 2019 00:30 WIB</pubDate><dc:creator>Fathnur Rohman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/07/337/2101985/santri-ditusuk-di-cirebon-dikenal-pendiam-dan-disiplin-4M9nImfvCA.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/07/337/2101985/santri-ditusuk-di-cirebon-dikenal-pendiam-dan-disiplin-4M9nImfvCA.jpeg</image><title>Ilustrasi (Foto: Ist)</title></images><description>CIREBON - Santri bernama Mohammad Rozian dari Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, meregang nyawa setelah ditusuk orang tidak dikenal saat menunggu kedatangan ibunya, di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat 6 September 2019 malam.

Kepala Divisi Humas Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Ustadz Sanwani mengungkapkan, Rozian dikenal sebagai pribadi yang pendiam, namun disiplin dan tepat waktu.

&quot;Beliau merupakan pribadi yang pendiam, disiplin dan tepat waktu, &quot; ujar Sanwani, saat dihubungi Okezone, Sabtu (7/9/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Polisi Buru Pria Bertato Pelaku Penusukan Santri di Cirebon&amp;nbsp;
Dikatakan Sanwani, Rozian memiliki sikap yang sangat tenang dibandingkan ke tiga saudaranya. Bahkan, karena kepergian Rozian, teman-temannya merasa sangat kehilangan.

&quot;Masya Allah, karena kepribadiannya, teman-temannya sangat merasa kehilangan, &quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Lantaran memiliki kepribadian yang bagus, Rozian kerap didapuk sebagai sekretaris pada setiap kegiatan yang ada di pondoknya. &quot;Rozian sering dijadikan sebagai sekertaris kepanitian,&quot; ucap dia.

Rozian sendiri meregang nyawa setelah mendapat luka tusukan dari seorang pria yang tidak dikenal. Pria tersebut menuduh Rozian sudah memukuli temannya.

Pada saat kejadian, Rozian ditemani kedua kawannya. Ketika itu, Rozian bermaksud untuk menunggu kedatangan ibunya di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Jawa Barat pada Jumat 6 September 2019 malam.

Setelah ditusuk, Rozian langsung dibawa ke Rumah Sakit Gunungjati Kota Cirebon agar segera mendapat pertolongan. Namun, nyawa Rozian tidak bisa diselamatkan akibat kehilangan banyak darah.

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan,guna memburu pelaku penusukan tersebut. Pelaku memiliki ciri-ciri berupa sebuah tato yang berada di bagian lehernya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kronologi Penusukan Santri di Cirebon Versi Polisi</description><content:encoded>CIREBON - Santri bernama Mohammad Rozian dari Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, meregang nyawa setelah ditusuk orang tidak dikenal saat menunggu kedatangan ibunya, di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat 6 September 2019 malam.

Kepala Divisi Humas Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Ustadz Sanwani mengungkapkan, Rozian dikenal sebagai pribadi yang pendiam, namun disiplin dan tepat waktu.

&quot;Beliau merupakan pribadi yang pendiam, disiplin dan tepat waktu, &quot; ujar Sanwani, saat dihubungi Okezone, Sabtu (7/9/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Polisi Buru Pria Bertato Pelaku Penusukan Santri di Cirebon&amp;nbsp;
Dikatakan Sanwani, Rozian memiliki sikap yang sangat tenang dibandingkan ke tiga saudaranya. Bahkan, karena kepergian Rozian, teman-temannya merasa sangat kehilangan.

&quot;Masya Allah, karena kepribadiannya, teman-temannya sangat merasa kehilangan, &quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Lantaran memiliki kepribadian yang bagus, Rozian kerap didapuk sebagai sekretaris pada setiap kegiatan yang ada di pondoknya. &quot;Rozian sering dijadikan sebagai sekertaris kepanitian,&quot; ucap dia.

Rozian sendiri meregang nyawa setelah mendapat luka tusukan dari seorang pria yang tidak dikenal. Pria tersebut menuduh Rozian sudah memukuli temannya.

Pada saat kejadian, Rozian ditemani kedua kawannya. Ketika itu, Rozian bermaksud untuk menunggu kedatangan ibunya di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Jawa Barat pada Jumat 6 September 2019 malam.

Setelah ditusuk, Rozian langsung dibawa ke Rumah Sakit Gunungjati Kota Cirebon agar segera mendapat pertolongan. Namun, nyawa Rozian tidak bisa diselamatkan akibat kehilangan banyak darah.

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan,guna memburu pelaku penusukan tersebut. Pelaku memiliki ciri-ciri berupa sebuah tato yang berada di bagian lehernya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kronologi Penusukan Santri di Cirebon Versi Polisi</content:encoded></item></channel></rss>
