<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pot Sering Jadi &quot;Korban&quot; Pengusaha Tak Dapat Proyek, Bupati Luwu Utara Lakukan Ini</title><description>Cerita menarik dipaparkan Bupati Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan, Indah Putri Indriani.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/08/340/2102190/pot-sering-jadi-korban-pengusaha-tak-dapat-proyek-bupati-luwu-utara-lakukan-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/08/340/2102190/pot-sering-jadi-korban-pengusaha-tak-dapat-proyek-bupati-luwu-utara-lakukan-ini"/><item><title>Pot Sering Jadi &quot;Korban&quot; Pengusaha Tak Dapat Proyek, Bupati Luwu Utara Lakukan Ini</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/08/340/2102190/pot-sering-jadi-korban-pengusaha-tak-dapat-proyek-bupati-luwu-utara-lakukan-ini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/08/340/2102190/pot-sering-jadi-korban-pengusaha-tak-dapat-proyek-bupati-luwu-utara-lakukan-ini</guid><pubDate>Minggu 08 September 2019 19:25 WIB</pubDate><dc:creator>Herman Amiruddin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/08/340/2102190/pot-sering-jadi-korban-pengusaha-tak-dapat-proyek-bupati-luwu-utara-lakukan-ini-XSitaUrVUT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/08/340/2102190/pot-sering-jadi-korban-pengusaha-tak-dapat-proyek-bupati-luwu-utara-lakukan-ini-XSitaUrVUT.jpg</image><title>Foto: Ist</title></images><description>LUWU UTARA - Cerita menarik dipaparkan Bupati Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan, Indah Putri Indriani. Sejak dilantik empat tahun lalu, banyak proyek yang sering jadi rebutan banyak pengusaha proyek pembangunan di daerahnya.

&quot;Di Lutra banyak proyek strategis. Ada kekhawatiran dari PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) akan dikriminalisasi oleh kelompok tertentu,&quot; kata Indah, Minggu (8/9/19).

&quot;Katakanlah, ada 10 perusahaan yang berminat terhadap sebuah proyek. Tetapi pemenang tender pasti satu. Nah, dalam pelaksanaannya tentu ada kekhawatiran upaya kriminalisasi dan lain sebagainya,&quot; lanjut Indah.

Indah pun berkelakar bahwa banyak pot bunga depan kantor Pemkab yang rusak karena ditendang pengusaha yang gagal memenangkan tender. Ia pun mengaku berpikir bagaimana caranya agar situasi tersebut tak terus berlanjut.



Pemkab Luwu Utara pun menggandeng Kejaksaan Negeri Masamba untuk membentuk Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D).

&quot;Semua bergurau sekarang pot tanaman di depan kantor lebih panjang usianya karena tidak ada lagi orang menendangnya karena kecewa tidak memenangi tender,&quot; kelakar Indah.

Dia memaparkan salah satu proyek strategis nasional yang mendapat pendampingan TP4D di Luwu Utara, yaitu Bendungan Baliase. Bendungan yang dibangun sejak 2015 itu menggunakan anggaran multiyears. Rencananya rampung antara 2019 dan 2020 dengan anggaran sebesar Rp1,03 triliun.

Progres pembangunan sudah mencapai 96% dan jika beroperasi mampu  mengairi persawahan sekitar 20 ribu hektare di Luwu Utara. Produksi padi  diperkirakan menghasilkan senilai Rp1,7 triliun per tahun dengan asumsi  satu hektare menghasilkan Rp75 juta setahun.

Dengan adanya bendungan warga bisa panen dua kali atau tiga kali  setahun. Bahkan Pemkab Luwu Utara pun melakukan pencetakan sawah baru  pada 2019 seluas 250 hektare bersama 11 kelompok tani sebagai penerima.  Mereka tersebar di Kecamatan Baebunta, Baebunta Selatan, Sabbang  Selatan, dan Mappedeceng. Semua daerah tersebut merupakan jalur irigasi  dari Bendungan Baliase.

TP4D juga mendampingi Pemkab Lutra dalam pembangunan perluasan  landasan pacu bandara perintis di Kecamatan Seko. Landasan bandara di  Seko akan dipanjangkan dari 1.000 menjadi 1.900 meter agar pesawat jenis  ATR 27 bisa mendarat. Pemkab sudah menyiapkan lahan 28 hektare dan  semua proses didampingi TP4D.

Wakil Bupati Lutra, Tahar Rum, menambahkan kehadiran TP4D itu sangat  membantu dalam hal pengawasan. Karena di Lutra ada pembanguan bendungan,  jembatan, dan sejumlah infrastruktur lain. &quot;Pembangunan Pasar Sabbang  dan Bone-bone yang sempat amburadul berkat TP4D menjadi lebih baik dalam  perencanaan maupun pelaksanaan,&quot; tandas Tahar.


</description><content:encoded>LUWU UTARA - Cerita menarik dipaparkan Bupati Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan, Indah Putri Indriani. Sejak dilantik empat tahun lalu, banyak proyek yang sering jadi rebutan banyak pengusaha proyek pembangunan di daerahnya.

&quot;Di Lutra banyak proyek strategis. Ada kekhawatiran dari PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) akan dikriminalisasi oleh kelompok tertentu,&quot; kata Indah, Minggu (8/9/19).

&quot;Katakanlah, ada 10 perusahaan yang berminat terhadap sebuah proyek. Tetapi pemenang tender pasti satu. Nah, dalam pelaksanaannya tentu ada kekhawatiran upaya kriminalisasi dan lain sebagainya,&quot; lanjut Indah.

Indah pun berkelakar bahwa banyak pot bunga depan kantor Pemkab yang rusak karena ditendang pengusaha yang gagal memenangkan tender. Ia pun mengaku berpikir bagaimana caranya agar situasi tersebut tak terus berlanjut.



Pemkab Luwu Utara pun menggandeng Kejaksaan Negeri Masamba untuk membentuk Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D).

&quot;Semua bergurau sekarang pot tanaman di depan kantor lebih panjang usianya karena tidak ada lagi orang menendangnya karena kecewa tidak memenangi tender,&quot; kelakar Indah.

Dia memaparkan salah satu proyek strategis nasional yang mendapat pendampingan TP4D di Luwu Utara, yaitu Bendungan Baliase. Bendungan yang dibangun sejak 2015 itu menggunakan anggaran multiyears. Rencananya rampung antara 2019 dan 2020 dengan anggaran sebesar Rp1,03 triliun.

Progres pembangunan sudah mencapai 96% dan jika beroperasi mampu  mengairi persawahan sekitar 20 ribu hektare di Luwu Utara. Produksi padi  diperkirakan menghasilkan senilai Rp1,7 triliun per tahun dengan asumsi  satu hektare menghasilkan Rp75 juta setahun.

Dengan adanya bendungan warga bisa panen dua kali atau tiga kali  setahun. Bahkan Pemkab Luwu Utara pun melakukan pencetakan sawah baru  pada 2019 seluas 250 hektare bersama 11 kelompok tani sebagai penerima.  Mereka tersebar di Kecamatan Baebunta, Baebunta Selatan, Sabbang  Selatan, dan Mappedeceng. Semua daerah tersebut merupakan jalur irigasi  dari Bendungan Baliase.

TP4D juga mendampingi Pemkab Lutra dalam pembangunan perluasan  landasan pacu bandara perintis di Kecamatan Seko. Landasan bandara di  Seko akan dipanjangkan dari 1.000 menjadi 1.900 meter agar pesawat jenis  ATR 27 bisa mendarat. Pemkab sudah menyiapkan lahan 28 hektare dan  semua proses didampingi TP4D.

Wakil Bupati Lutra, Tahar Rum, menambahkan kehadiran TP4D itu sangat  membantu dalam hal pengawasan. Karena di Lutra ada pembanguan bendungan,  jembatan, dan sejumlah infrastruktur lain. &quot;Pembangunan Pasar Sabbang  dan Bone-bone yang sempat amburadul berkat TP4D menjadi lebih baik dalam  perencanaan maupun pelaksanaan,&quot; tandas Tahar.


</content:encoded></item></channel></rss>
