<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Datangi Konsulat AS, Demonstran Desak Trump Bebaskan Hong Kong dari China</title><description>China telah menuduh AS memainkan peran dalam demonstrasi yang terjadi di Hong Kong.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/09/18/2102406/datangi-konsulat-as-demonstran-desak-trump-bebaskan-hong-kong-dari-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/09/18/2102406/datangi-konsulat-as-demonstran-desak-trump-bebaskan-hong-kong-dari-china"/><item><title>Datangi Konsulat AS, Demonstran Desak Trump Bebaskan Hong Kong dari China</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/09/18/2102406/datangi-konsulat-as-demonstran-desak-trump-bebaskan-hong-kong-dari-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/09/18/2102406/datangi-konsulat-as-demonstran-desak-trump-bebaskan-hong-kong-dari-china</guid><pubDate>Senin 09 September 2019 13:06 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/09/18/2102406/datangi-konsulat-as-demonstran-desak-trump-bebaskan-hong-kong-dari-china-hTc0Rpc4fP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Demonstran membawa plakat yang mendesak Presiden AS, Donald Trump untuk membebaskan Hong Kong, 8 September 2019. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/09/18/2102406/datangi-konsulat-as-demonstran-desak-trump-bebaskan-hong-kong-dari-china-hTc0Rpc4fP.jpg</image><title>Demonstran membawa plakat yang mendesak Presiden AS, Donald Trump untuk membebaskan Hong Kong, 8 September 2019. (Foto: Reuters)</title></images><description>HONG KONG &amp;ndash; Para demonstran di Hong Kong yang kembali bentrok dalam protes terbaru di kota itu menyerukan kepada Amerika Serikat (AS) untuk &amp;ldquo;membebaskan&amp;rdquo; mereka dari Pemerintah China. Aksi para demonstran menimbulkan sebagian orang menduga ada keterlibatan Washington di dalam protes yang telah berlangsung selama beberapa bulan itu.
Diwartakan RT, Senin (9/9/2019), ribuan pengunjuk rasa berbaris ke Konsulat AS di Hong Kong pada Minggu, menyerukan kepada Presiden Donald Trump untuk campur tangan dalam kekacauan politik yang telah berlangsung selama beberapa pekan. Video demonstrasi menunjukkan para pengunjuk rasa mengibarkan bendera AS saat mereka menyanyikan lagu kebangsaan AS dan memainkan 'The Star Spangled Banner' melalui speaker di ponsel mereka.
BACA JUGA: Media China: Segala Upaya untuk Memisahkan Hong Kong &quot;Akan Dihancurkan&quot;
Banyak di antara mereka juga membawa spanduk yang mendesak Trump untuk &quot;membebaskan&quot; Hong Kong. Anggota parlemen AS saat ini sedang mempertimbangkan apa yang disebut 'Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong'. Undang-undang tersebut akan mewajibkan Washington untuk setiap tahun menilai tingkat otonomi Hong Kong dari Beijing dan bereaksi dengan tindakan balasan ekonomi jika daerah otonomi itu terancam bahaya.
Beberapa tanda protes yang digunakan untuk menggalang dukungan untuk masalah ini telah menimbulkan pertanyaan tentang keakuratan pesan yang disampaikan. Menurut Global Times, sebuah spanduk yang terpasang pada jembatan layang keliru mengklaim bahwa &quot;China berutang Amerika USD1 triliun.&quot;
BACA JUGA: Pertemuan Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong dengan Pejabat Konsulat AS Munculkan Kecurigaan
Rekaman dari kota itu juga mendokumentasikan tindakan vandalisme yang menyasar infrastruktur dan transportasi umum. Dalam salah satu video, sebuah tangga dilukis dengan semprotan tulisan &amp;ldquo;berjuang untuk kebebasan,&amp;rdquo; disertai dengan lambang swastika yang identik dengan kelompok Nazi.

Para pengunjuk rasa - banyak dari mereka bertopeng dan dipersenjatai dengan batang logam dan tongkat - juga mendirikan barikade jalanan, yang kemudian dibakar. Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan orang.


Beijing telah berulang kali menuduh Washington memicu kekacauan  politik di Hong Kong. Tuduhan itu semakin mengemuka setelah seorang  diplomat senior AS terlihat bertemu dengan para pemimpin demonstrasi.
Dengan seruan langsung mereka ke Trump, tampak bahwa banyak di antara  demonstran yang idak tertarik untuk bernegosiasi langsung dengan  Pemerintah China. Pekan lalu, pemimpin Hong Kong telah secara resmi  mencabut RUU ekstradisi kontroversial dengan China yang memicu  kerusuhan.</description><content:encoded>HONG KONG &amp;ndash; Para demonstran di Hong Kong yang kembali bentrok dalam protes terbaru di kota itu menyerukan kepada Amerika Serikat (AS) untuk &amp;ldquo;membebaskan&amp;rdquo; mereka dari Pemerintah China. Aksi para demonstran menimbulkan sebagian orang menduga ada keterlibatan Washington di dalam protes yang telah berlangsung selama beberapa bulan itu.
Diwartakan RT, Senin (9/9/2019), ribuan pengunjuk rasa berbaris ke Konsulat AS di Hong Kong pada Minggu, menyerukan kepada Presiden Donald Trump untuk campur tangan dalam kekacauan politik yang telah berlangsung selama beberapa pekan. Video demonstrasi menunjukkan para pengunjuk rasa mengibarkan bendera AS saat mereka menyanyikan lagu kebangsaan AS dan memainkan 'The Star Spangled Banner' melalui speaker di ponsel mereka.
BACA JUGA: Media China: Segala Upaya untuk Memisahkan Hong Kong &quot;Akan Dihancurkan&quot;
Banyak di antara mereka juga membawa spanduk yang mendesak Trump untuk &quot;membebaskan&quot; Hong Kong. Anggota parlemen AS saat ini sedang mempertimbangkan apa yang disebut 'Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong'. Undang-undang tersebut akan mewajibkan Washington untuk setiap tahun menilai tingkat otonomi Hong Kong dari Beijing dan bereaksi dengan tindakan balasan ekonomi jika daerah otonomi itu terancam bahaya.
Beberapa tanda protes yang digunakan untuk menggalang dukungan untuk masalah ini telah menimbulkan pertanyaan tentang keakuratan pesan yang disampaikan. Menurut Global Times, sebuah spanduk yang terpasang pada jembatan layang keliru mengklaim bahwa &quot;China berutang Amerika USD1 triliun.&quot;
BACA JUGA: Pertemuan Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong dengan Pejabat Konsulat AS Munculkan Kecurigaan
Rekaman dari kota itu juga mendokumentasikan tindakan vandalisme yang menyasar infrastruktur dan transportasi umum. Dalam salah satu video, sebuah tangga dilukis dengan semprotan tulisan &amp;ldquo;berjuang untuk kebebasan,&amp;rdquo; disertai dengan lambang swastika yang identik dengan kelompok Nazi.

Para pengunjuk rasa - banyak dari mereka bertopeng dan dipersenjatai dengan batang logam dan tongkat - juga mendirikan barikade jalanan, yang kemudian dibakar. Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan orang.


Beijing telah berulang kali menuduh Washington memicu kekacauan  politik di Hong Kong. Tuduhan itu semakin mengemuka setelah seorang  diplomat senior AS terlihat bertemu dengan para pemimpin demonstrasi.
Dengan seruan langsung mereka ke Trump, tampak bahwa banyak di antara  demonstran yang idak tertarik untuk bernegosiasi langsung dengan  Pemerintah China. Pekan lalu, pemimpin Hong Kong telah secara resmi  mencabut RUU ekstradisi kontroversial dengan China yang memicu  kerusuhan.</content:encoded></item></channel></rss>
