<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh Bocah 6 Tahun di Bekasi Tewas Usai Di-Bully, Bagaimana Faktanya?</title><description>Kasus kematian bocah yang diduga akibat bully-ing viral di media sosial.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/10/338/2102946/heboh-bocah-6-tahun-di-bekasi-tewas-usai-di-bully-bagaimana-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/10/338/2102946/heboh-bocah-6-tahun-di-bekasi-tewas-usai-di-bully-bagaimana-faktanya"/><item><title>Heboh Bocah 6 Tahun di Bekasi Tewas Usai Di-Bully, Bagaimana Faktanya?</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/10/338/2102946/heboh-bocah-6-tahun-di-bekasi-tewas-usai-di-bully-bagaimana-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/10/338/2102946/heboh-bocah-6-tahun-di-bekasi-tewas-usai-di-bully-bagaimana-faktanya</guid><pubDate>Selasa 10 September 2019 14:00 WIB</pubDate><dc:creator>Wijayakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/10/338/2102946/heboh-bocah-6-tahun-di-bekasi-tewas-usai-di-bully-bagaimana-faktanya-S67Mctn1Xu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/10/338/2102946/heboh-bocah-6-tahun-di-bekasi-tewas-usai-di-bully-bagaimana-faktanya-S67Mctn1Xu.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>BEKASI - Kasus kematian bocah yang diduga akibat bully-ing viral di media sosial. Sang ibu memposting perihal kematian anaknya yang masih berusia 6 tahun itu di akun Facebook milik korban. Korban berinisial FA disebut-sebut meninggal dunia akibat dipukul oleh teman yang lebih tua darinya.

Video korban yang mengerang kesakitan juga sempat beredar di jagat maya. Dalam video korban menyebutkan nama anak yang dianggap menjadi penyebab dirinya sakit. Kepada sang ibu, korban juga mengutarakan keinginan agar anak tersebut ditangkap.

Korban dikabarkan tinggal di sebuah rumah kontrakan di RT 4 RW 5 Kelurahan Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat. Namun sudah seminggu lebih rumah tersebut kosong, lantaran pihak keluarga pulang kampung ke Majalengka, Jawa Barat, untuk memakamkan korban.

Baca Juga: Heboh Video Porno Asal Sumedang, Polisi Kangtongi Identitas Pelaku

Rahmat, Ketua RT setempat menuturkan jika korban meninggal dunia akibat terkena infeksi tetanus. Kabar tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan dokter rumah sakit yang memeriksa korban.

&quot;Dengar cerita meninggalnya itu dia (korban) sakit, kaya semacam infeksi di leher. Itupun warga sekitar jenguk pas dia meninggal. Kata dokter RS Polri sih bilangnya tetanus, udah menjalar ke seluruh badan,&quot; katanya di Bekasi, Selasa (10/9/2019).

Rahmat mengaku mendengar selentingan kabar yang menyebutkan korban mendapat pukulan dari teman main yang masih tetangga korban. Namun ia masih ragu jika hal itu yang menjadi penyebab korban meninggal dunia, lantaran kejadian pemukulan sudah berlangsung lama.

&quot;Cerita berantem itu kejadiannya waktu sebelum 17 an, kan sudah lama. Nah dia meninggalnya itu baru Jum'at 30 Agustus kemarin. Gak mungkin lah kalau tetanus dari hasil berantem. Itu biasanya luka atau kena paku,&quot; ujarnya.

Jasad korban, kata Rahmat, kemudian dibawa oleh pihak keluarga ke  Majalengka untuk dimakamkan. &quot;Habis jumatan kemarin berangkat.  Sebelumnya ke rumah neneknya di Kodau, terus langsung ke Majalengka,&quot;  jelasnya.

Rahmat sendiri mengaku tidak tahu menahu perihal keluarga korban,  lantaran tidak pernah melapor selama tinggal di kediaman tersebut.

&quot;Dia belum pernah laporan ke saya. Jadi saya tahunya ya pas kabar meninggal ini,&quot; akunya.

Sementara pihak keluarga tertuduh yang juga warga setempat, dikatakan  Rahmat membantah kabar yang menyebut anaknya sebagai penyebab tewasnya  korban.

&quot;Orangtuanya ngomong ke saya, karena memang gak merasa (mukulin). Dia  ya pusing aja gitu, bener gak gitu. Kalau memang benar, keluarga si  korban harusnya berani lapor polisi,&quot; imbuhnya.

</description><content:encoded>BEKASI - Kasus kematian bocah yang diduga akibat bully-ing viral di media sosial. Sang ibu memposting perihal kematian anaknya yang masih berusia 6 tahun itu di akun Facebook milik korban. Korban berinisial FA disebut-sebut meninggal dunia akibat dipukul oleh teman yang lebih tua darinya.

Video korban yang mengerang kesakitan juga sempat beredar di jagat maya. Dalam video korban menyebutkan nama anak yang dianggap menjadi penyebab dirinya sakit. Kepada sang ibu, korban juga mengutarakan keinginan agar anak tersebut ditangkap.

Korban dikabarkan tinggal di sebuah rumah kontrakan di RT 4 RW 5 Kelurahan Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat. Namun sudah seminggu lebih rumah tersebut kosong, lantaran pihak keluarga pulang kampung ke Majalengka, Jawa Barat, untuk memakamkan korban.

Baca Juga: Heboh Video Porno Asal Sumedang, Polisi Kangtongi Identitas Pelaku

Rahmat, Ketua RT setempat menuturkan jika korban meninggal dunia akibat terkena infeksi tetanus. Kabar tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan dokter rumah sakit yang memeriksa korban.

&quot;Dengar cerita meninggalnya itu dia (korban) sakit, kaya semacam infeksi di leher. Itupun warga sekitar jenguk pas dia meninggal. Kata dokter RS Polri sih bilangnya tetanus, udah menjalar ke seluruh badan,&quot; katanya di Bekasi, Selasa (10/9/2019).

Rahmat mengaku mendengar selentingan kabar yang menyebutkan korban mendapat pukulan dari teman main yang masih tetangga korban. Namun ia masih ragu jika hal itu yang menjadi penyebab korban meninggal dunia, lantaran kejadian pemukulan sudah berlangsung lama.

&quot;Cerita berantem itu kejadiannya waktu sebelum 17 an, kan sudah lama. Nah dia meninggalnya itu baru Jum'at 30 Agustus kemarin. Gak mungkin lah kalau tetanus dari hasil berantem. Itu biasanya luka atau kena paku,&quot; ujarnya.

Jasad korban, kata Rahmat, kemudian dibawa oleh pihak keluarga ke  Majalengka untuk dimakamkan. &quot;Habis jumatan kemarin berangkat.  Sebelumnya ke rumah neneknya di Kodau, terus langsung ke Majalengka,&quot;  jelasnya.

Rahmat sendiri mengaku tidak tahu menahu perihal keluarga korban,  lantaran tidak pernah melapor selama tinggal di kediaman tersebut.

&quot;Dia belum pernah laporan ke saya. Jadi saya tahunya ya pas kabar meninggal ini,&quot; akunya.

Sementara pihak keluarga tertuduh yang juga warga setempat, dikatakan  Rahmat membantah kabar yang menyebut anaknya sebagai penyebab tewasnya  korban.

&quot;Orangtuanya ngomong ke saya, karena memang gak merasa (mukulin). Dia  ya pusing aja gitu, bener gak gitu. Kalau memang benar, keluarga si  korban harusnya berani lapor polisi,&quot; imbuhnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
