<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Capim Nawawi Pomolango Bakal Ubah OTT KPK Jika Terpilih</title><description>Menurutnya, perlu ada pencegahan setelah melakukan OTT.&amp;lrm;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/11/337/2103457/capim-nawawi-pomolango-bakal-ubah-ott-kpk-jika-terpilih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/11/337/2103457/capim-nawawi-pomolango-bakal-ubah-ott-kpk-jika-terpilih"/><item><title>Capim Nawawi Pomolango Bakal Ubah OTT KPK Jika Terpilih</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/11/337/2103457/capim-nawawi-pomolango-bakal-ubah-ott-kpk-jika-terpilih</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/11/337/2103457/capim-nawawi-pomolango-bakal-ubah-ott-kpk-jika-terpilih</guid><pubDate>Rabu 11 September 2019 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/11/337/2103457/capim-nawawi-pomolango-bakal-ubah-ott-kpk-jika-terpilih-r9Rk5MuqBQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nawawi Pomolango. (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/11/337/2103457/capim-nawawi-pomolango-bakal-ubah-ott-kpk-jika-terpilih-r9Rk5MuqBQ.jpg</image><title>Nawawi Pomolango. (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango tidak sepakat dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) lembaga antirasuah. Dia mengaku akan mengubah sistem operasi senyap KPK jika terpilih menjadi komisioner.
&quot;Saya tidak mengatakan OTT itu haram. Tapi harus diubah,&quot; kata Nawawi saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Capim KPK, di ruang rapat Komisi III DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/9/2019).
Nawawi mengutip pendapat pakar hukum pidana Romli Atmasasmita terkait perubahan dalam sistem penindakan KPK. Menurutnya, perlu ada pencegahan setelah melakukan OTT.&amp;lrm;
&quot;Usai OTT KPK itu nangkap, bangun sistem di situ (pencegahan). Bukan menangkap, terus kemudian dibiarkan,&amp;lrm; dan dua tahun lagi ditangkapin terjadi OTT,&quot; katanya.

Nawawi menekankan pentingnya segi pencegahan ketimbang penindakan di KPK. Oleh karenanya, dia ingin ada sistem yang diubah terkait OTT.
&quot;Bangun sistem jangan berhenti. KPK harus menjadi korps dari lembaga itu. Jadi OTT harus disempurnakan,&quot; ujarnya.
Nawawi merupakan capim KPK pertama yang menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR. Selain Nawawi, akan ada empat kandidat yang akan diuji hari ini, yakni &amp;lrm;Lili Pintauli Siregar, Sigit Danang Joyo, Nurul Ghufron, dan I Nyoman Wara.</description><content:encoded>JAKARTA - Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango tidak sepakat dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) lembaga antirasuah. Dia mengaku akan mengubah sistem operasi senyap KPK jika terpilih menjadi komisioner.
&quot;Saya tidak mengatakan OTT itu haram. Tapi harus diubah,&quot; kata Nawawi saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Capim KPK, di ruang rapat Komisi III DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/9/2019).
Nawawi mengutip pendapat pakar hukum pidana Romli Atmasasmita terkait perubahan dalam sistem penindakan KPK. Menurutnya, perlu ada pencegahan setelah melakukan OTT.&amp;lrm;
&quot;Usai OTT KPK itu nangkap, bangun sistem di situ (pencegahan). Bukan menangkap, terus kemudian dibiarkan,&amp;lrm; dan dua tahun lagi ditangkapin terjadi OTT,&quot; katanya.

Nawawi menekankan pentingnya segi pencegahan ketimbang penindakan di KPK. Oleh karenanya, dia ingin ada sistem yang diubah terkait OTT.
&quot;Bangun sistem jangan berhenti. KPK harus menjadi korps dari lembaga itu. Jadi OTT harus disempurnakan,&quot; ujarnya.
Nawawi merupakan capim KPK pertama yang menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR. Selain Nawawi, akan ada empat kandidat yang akan diuji hari ini, yakni &amp;lrm;Lili Pintauli Siregar, Sigit Danang Joyo, Nurul Ghufron, dan I Nyoman Wara.</content:encoded></item></channel></rss>
