<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bayi 4 Bulan Diduga Meninggal Akibat ISPA, Gubernur Sumsel Sarankan Autopsi</title><description>Gubernur Sumsel menyebut cara paling jelas untuk memastikan penyebab kematian adalah lewat autopsi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/17/337/2105825/bayi-4-bulan-diduga-meninggal-akibat-ispa-gubernur-sumsel-sarankan-autopsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/17/337/2105825/bayi-4-bulan-diduga-meninggal-akibat-ispa-gubernur-sumsel-sarankan-autopsi"/><item><title>Bayi 4 Bulan Diduga Meninggal Akibat ISPA, Gubernur Sumsel Sarankan Autopsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/17/337/2105825/bayi-4-bulan-diduga-meninggal-akibat-ispa-gubernur-sumsel-sarankan-autopsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/17/337/2105825/bayi-4-bulan-diduga-meninggal-akibat-ispa-gubernur-sumsel-sarankan-autopsi</guid><pubDate>Selasa 17 September 2019 12:12 WIB</pubDate><dc:creator>Melly Puspita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/17/337/2105825/bayi-4-bulan-diduga-meninggal-akibat-ispa-gubernur-sumsel-sarankan-autopsi-Zy598L61P1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/17/337/2105825/bayi-4-bulan-diduga-meninggal-akibat-ispa-gubernur-sumsel-sarankan-autopsi-Zy598L61P1.jpg</image><title>Foto: Istimewa</title></images><description>PALEMBANG - Elsa Pitaloka, bayi berusia 4 bulan meninggal dunia diduga karena paparan kabut asap yang menyerang Kota Palembang. Tim dokter RS Ar-Rasyid tempat Elsa dirawat sempat menyatakan adanya gangguan infeksi di saluran pernapasan korban, namun kemudian data itu disangkal oleh pihak rumah sakit.
Herman Deru, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) yang mendapat kabar perihal meninggalnya Elsa lantas mengatakan, untuk mencari penyebab kematian harus lewat langkah autopsi. Dirinya tidak mau berspekulasi mengenai penyebab kematian Elsa.
&quot;Jadi kita minta untuk rekan-rekan pers juga tidak langsung mengidentikkan dengan ISPA, karena yang berhak itu dokter yang menangani dan yang paling jelas hasil autopsi,&quot; kata Herman Deru kepada wartawan.
Deru juga meminta masyarakat untuk jeli dan bisa membedakan mana penyakit yang menjadi wabah dan berdampak pada banyak orang dengan penyakit yang menyerang perorangan.
&quot;Saya baca dokter spesialisnya masih bilang begini, mungkin itu memang ada penyakit parunya, artinya kecuali hasil autopsi, kecuali juga memang hasil autopsi ya, tapi saya dengar tidak autopsi,&quot; ucap Herman Deru.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, ada 50.862 warga Sumsel menderita ISPA semenjak kondisi udara di Sumsel memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan sejak Agustus 2019.25.855 orang merupakan kelompok di atas usia 50 tahun dan 21.372  orang berusia di bawah 5 tahun. Secara umum jumlah penderita ISPA pun  tercatat meningkat pada bulan Juni yakni 39.683, Juli 40.874 dan Agustus  50.862.
Pihak dari BMKG Provinsi Sumatera Selatan juga telah meningkatkan  status udara masuk dalam katagori &amp;lsquo;Sangat Tidak Sehat&amp;rsquo; dengan nilai  maksimum 319 &amp;micro;gram/m3.
&quot;Konsentrasi PM 10 yang tercatat di Stasiun Klimatologi Palembang 16  Septembar 2019 (00.00-10.00 WIB) tercatat sempat menyentuh kategori  Sangat Tidak Sehat dengan nilai maksimum 319 &amp;micro;gram/m3, sedangkan Nilai  Ambang Batas tidak sehat adalah pada 150 &amp;micro;gram/m3,&quot; ucap Bambang Beny  Setiaji, Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Sumsel.</description><content:encoded>PALEMBANG - Elsa Pitaloka, bayi berusia 4 bulan meninggal dunia diduga karena paparan kabut asap yang menyerang Kota Palembang. Tim dokter RS Ar-Rasyid tempat Elsa dirawat sempat menyatakan adanya gangguan infeksi di saluran pernapasan korban, namun kemudian data itu disangkal oleh pihak rumah sakit.
Herman Deru, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) yang mendapat kabar perihal meninggalnya Elsa lantas mengatakan, untuk mencari penyebab kematian harus lewat langkah autopsi. Dirinya tidak mau berspekulasi mengenai penyebab kematian Elsa.
&quot;Jadi kita minta untuk rekan-rekan pers juga tidak langsung mengidentikkan dengan ISPA, karena yang berhak itu dokter yang menangani dan yang paling jelas hasil autopsi,&quot; kata Herman Deru kepada wartawan.
Deru juga meminta masyarakat untuk jeli dan bisa membedakan mana penyakit yang menjadi wabah dan berdampak pada banyak orang dengan penyakit yang menyerang perorangan.
&quot;Saya baca dokter spesialisnya masih bilang begini, mungkin itu memang ada penyakit parunya, artinya kecuali hasil autopsi, kecuali juga memang hasil autopsi ya, tapi saya dengar tidak autopsi,&quot; ucap Herman Deru.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, ada 50.862 warga Sumsel menderita ISPA semenjak kondisi udara di Sumsel memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan sejak Agustus 2019.25.855 orang merupakan kelompok di atas usia 50 tahun dan 21.372  orang berusia di bawah 5 tahun. Secara umum jumlah penderita ISPA pun  tercatat meningkat pada bulan Juni yakni 39.683, Juli 40.874 dan Agustus  50.862.
Pihak dari BMKG Provinsi Sumatera Selatan juga telah meningkatkan  status udara masuk dalam katagori &amp;lsquo;Sangat Tidak Sehat&amp;rsquo; dengan nilai  maksimum 319 &amp;micro;gram/m3.
&quot;Konsentrasi PM 10 yang tercatat di Stasiun Klimatologi Palembang 16  Septembar 2019 (00.00-10.00 WIB) tercatat sempat menyentuh kategori  Sangat Tidak Sehat dengan nilai maksimum 319 &amp;micro;gram/m3, sedangkan Nilai  Ambang Batas tidak sehat adalah pada 150 &amp;micro;gram/m3,&quot; ucap Bambang Beny  Setiaji, Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Sumsel.</content:encoded></item></channel></rss>
