<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Poin Pidato soal Karhutla di Riau, Jokowi Akui Jajarannya Lalai</title><description>Berikut beberapa poin penting dari pidato Jokowi saat membuka ratas soal penanganan karhutla di Riau.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/17/337/2105862/4-poin-pidato-soal-karhutla-di-riau-jokowi-akui-jajarannya-lalai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/09/17/337/2105862/4-poin-pidato-soal-karhutla-di-riau-jokowi-akui-jajarannya-lalai"/><item><title>4 Poin Pidato soal Karhutla di Riau, Jokowi Akui Jajarannya Lalai</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/09/17/337/2105862/4-poin-pidato-soal-karhutla-di-riau-jokowi-akui-jajarannya-lalai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/09/17/337/2105862/4-poin-pidato-soal-karhutla-di-riau-jokowi-akui-jajarannya-lalai</guid><pubDate>Selasa 17 September 2019 13:19 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/17/337/2105862/4-poin-pidato-soal-karhutla-di-riau-jokowi-akui-jajarannya-lalai-GLLj1rxwnm.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Tangkapan layar di video unggahan Biro Pers Media dan Informasi Setpres.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/17/337/2105862/4-poin-pidato-soal-karhutla-di-riau-jokowi-akui-jajarannya-lalai-GLLj1rxwnm.JPG</image><title>Tangkapan layar di video unggahan Biro Pers Media dan Informasi Setpres.</title></images><description>PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) terbang ke Pekanbaru, Riau untuk kemudian meninjau langsung kondisi kebakaran hutan di sana. Jokowi terlebih dulu menggelar rapat terbatas di Pekanbaru bersama jajarannya.
Berikut beberapa poin penting dari pidato Jokowi tersebut.&amp;nbsp;
1. Tekankan Pencegahan
 
Jokowi dalam rapat tersebut meningatkan kembali rapat pada 15 Juli 2019 tentang kebakaran hutan dan lahan. Jokowi menyayangkan langkah-langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak dilakukan secara efektif. Padahal menurut Jokowi, instrumen yang dibutuhkan semuanya tersedia.
&quot;Karena kalau terjadi sudah kebakaran, apalagi lahan gambut, pengalaman bertahun-tahun sudah mengalaminya, sangat sulit menyelesaikan,&quot; kata Jokowi, Senin 16 September 2019.
&quot;Kita memiliki semuanya, tapi perangkat ini tidak diaktifkan secara baik, kalau infrastruktur ini diaktifkan secara baik, saya yakin yang namanya satu titik api, ketahuan dulu sebelum menjadi ratusan titik api, itu sudah saya ingatkan berkali-kali, yang kita hadapi bukan hutan tapi lahan gambut, kalau sudah terjadi habis berapa juta literpun masih sulit dipadamkan,&quot; tambah Jokowi.

2. Perbanyak Hujan Buatan
Jokowi juga menyatakan dirinya sudah memerintahkan Panglima TNI dan Kepala BNPB untuk membuat hujan buatan. Selain itu, dia juga meminta agar pasukan untuk memadamkan api ditambah.
&quot;Hari Jumat lalu sudah perintah ke Panglima TNI, Kepala BNPB untuk dilakukan hujan  buatan, saya kira sudah dikerjakan, dan hari ini dan besok dilakukan hal sama dalam jumlah lebih besar. Pasukan juga saya minta ditambah,&quot; kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga 'menyentil' Pemerintah Daerah agar ikut mendukung upaya ini. &quot;Tapi kalau tidak ada dukungan dari Pemda ini adalah pekerjaan besar akan sulit diselesaikan, pengalaman kita tahun sebelumnya begitu, kuncinya ada di pencegahan, jangan ada titik api satupun dibiarkan,&quot; ucap Kepala Negara.
3. Khawatir Pertumbuhan Ekonomi Terganggu
Jokowi dalam kesempatan yang sama juga menekankan penanganan yang cepat penting dilakukan agar bencana ini tak mengganggu aktivitas dan pertumbuhan ekonomi di Riau.&quot;Provinsi Riau telah siaga darurat, luas lahan terbakar mencapai  puluhan ribu hektare, jangan sampai ini mengganggu aktvitas penerbangan  sehinnga berimbas pada pertumbuhan ekonomi dan aktivitas ekonomi di  Riau,&quot; ujarnya.
4. Akui Jajarannya Lalai
Di akhir pidato pembuka rapatnya, Jokowi meminta jajarannya  memberikan laporan singkat. Pasalnya kata Jokowi, yang dibutuhkan bukan  lagi rapat, tapi tindakan nyata.
&quot;Saya ingin laporan singkat-singkat saja, karena kita tahu setiap  tahun kita tak perlu lagi rapat-rapat lagi seperti ini, otomatis  menjelang musim kemarau semuanya harus siap sebetulnya, tapi ini kita  lalai lagi sehingga asapnya jadi membesar. Saya tidak perlu banyak  laporan, tapi tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah yang  ada,&quot; ujar Jokowi.</description><content:encoded>PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) terbang ke Pekanbaru, Riau untuk kemudian meninjau langsung kondisi kebakaran hutan di sana. Jokowi terlebih dulu menggelar rapat terbatas di Pekanbaru bersama jajarannya.
Berikut beberapa poin penting dari pidato Jokowi tersebut.&amp;nbsp;
1. Tekankan Pencegahan
 
Jokowi dalam rapat tersebut meningatkan kembali rapat pada 15 Juli 2019 tentang kebakaran hutan dan lahan. Jokowi menyayangkan langkah-langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak dilakukan secara efektif. Padahal menurut Jokowi, instrumen yang dibutuhkan semuanya tersedia.
&quot;Karena kalau terjadi sudah kebakaran, apalagi lahan gambut, pengalaman bertahun-tahun sudah mengalaminya, sangat sulit menyelesaikan,&quot; kata Jokowi, Senin 16 September 2019.
&quot;Kita memiliki semuanya, tapi perangkat ini tidak diaktifkan secara baik, kalau infrastruktur ini diaktifkan secara baik, saya yakin yang namanya satu titik api, ketahuan dulu sebelum menjadi ratusan titik api, itu sudah saya ingatkan berkali-kali, yang kita hadapi bukan hutan tapi lahan gambut, kalau sudah terjadi habis berapa juta literpun masih sulit dipadamkan,&quot; tambah Jokowi.

2. Perbanyak Hujan Buatan
Jokowi juga menyatakan dirinya sudah memerintahkan Panglima TNI dan Kepala BNPB untuk membuat hujan buatan. Selain itu, dia juga meminta agar pasukan untuk memadamkan api ditambah.
&quot;Hari Jumat lalu sudah perintah ke Panglima TNI, Kepala BNPB untuk dilakukan hujan  buatan, saya kira sudah dikerjakan, dan hari ini dan besok dilakukan hal sama dalam jumlah lebih besar. Pasukan juga saya minta ditambah,&quot; kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga 'menyentil' Pemerintah Daerah agar ikut mendukung upaya ini. &quot;Tapi kalau tidak ada dukungan dari Pemda ini adalah pekerjaan besar akan sulit diselesaikan, pengalaman kita tahun sebelumnya begitu, kuncinya ada di pencegahan, jangan ada titik api satupun dibiarkan,&quot; ucap Kepala Negara.
3. Khawatir Pertumbuhan Ekonomi Terganggu
Jokowi dalam kesempatan yang sama juga menekankan penanganan yang cepat penting dilakukan agar bencana ini tak mengganggu aktivitas dan pertumbuhan ekonomi di Riau.&quot;Provinsi Riau telah siaga darurat, luas lahan terbakar mencapai  puluhan ribu hektare, jangan sampai ini mengganggu aktvitas penerbangan  sehinnga berimbas pada pertumbuhan ekonomi dan aktivitas ekonomi di  Riau,&quot; ujarnya.
4. Akui Jajarannya Lalai
Di akhir pidato pembuka rapatnya, Jokowi meminta jajarannya  memberikan laporan singkat. Pasalnya kata Jokowi, yang dibutuhkan bukan  lagi rapat, tapi tindakan nyata.
&quot;Saya ingin laporan singkat-singkat saja, karena kita tahu setiap  tahun kita tak perlu lagi rapat-rapat lagi seperti ini, otomatis  menjelang musim kemarau semuanya harus siap sebetulnya, tapi ini kita  lalai lagi sehingga asapnya jadi membesar. Saya tidak perlu banyak  laporan, tapi tindakan yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah yang  ada,&quot; ujar Jokowi.</content:encoded></item></channel></rss>
